Faktor-Faktor Yang Meningkatkan Risiko Keguguran

Fimela diperbarui 24 Agu 2013, 16:06 WIB

Setiap kehamilan memiliki risiko untuk mengalami keguguran. Akan tetapi, beberapa kasus kehamilan memiliki risiko mengalami keguguran yang lebih besar dari yang lainnya. Ketika Anda mengalami keguguran, tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan buah hati yang ada dalam kandungan Anda.

Seperti dilansir babycenter.com, ada banyak faktor yang mempengaruhi meningkatnya risiko terjadinya keguguran pada kehamilan seseorang. Kuncinya adalah mengendalikan hal-hal yang bisa memicu terjadinya masalah pada kehamilan Anda. Lalu, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menghindari keguguran ya, Ladies?

Usia
Usia memiliki peran penting untuk mengetahui apakah kehamilan seorang wanita akan berakhir dengan keguguran atau tidak. Semakin tua usia seorang wanita hamil, semakin besar kemungkinan buah hati dalam kandungannya untuk mengalami kelainan kromosom yang bisa menyebabkan keguguran.

Riwayat Kesehatan
Wanita yang mengalami keguguran memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalaminya kembali setiap kali hamil. Bila Anda pernah mengalami keguguran lebih dari 2 kali berturut-turut, mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan, Ladies.

Penyakit Kronis
Mereka yang mengidap penyakit bawaan atau penyakit kronis memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami keguguran. Masalah kesehatan seperti diabetes, darah sulit membeku, lupus, dan masalah-masalah kesehatan lainnya akan meningkatkan risiko ibu hamil untuk mengalami keguguran

Permasalahan Genetis
Bila Anda dan pasangan Anda memiliki riwayat kesehatan yang menunjukkan bahwa ada abnormalitas pada kondisi kesehatan Anda, terutama dalam tingkat gen, keguguran memiliki persentase yang lebih besar untuk terjadi.

Oleh: Mamor Adi P

(vem/rsk)