Mitos Pernikahan di Trinidad dan Tobago

Fimela diperbarui 29 Agu 2013, 18:32 WIB

Ladies, seperti yang kita tahu banyak sekali mitos pernikahan di Negara kita yang dipercayai sebagai kebenaran. Tidak terkecuali di Trinidad dan Tobago, pernikahan adalah upacara sakral dan pasti dikelilingi oleh banyak kekuatan, baik ataupun buruk.

Ini dia beberapa mitos pernikahan yang dipercayai masyarakat Trinidad dan Tobago seperti yang dilansir dalam situs guardian.co.tt.

1. Simbol dan pertanda
Di Trinidad, dipercayai bahwa jika pengantin secara tidak sengaja menyapu kakinya saat membersihkan rumah, dia tidak akan menikah. Mitos lainya adalah jika jari kaki kedua lebih panjang daripada jempol kaki, dia akan mengendalikan pasangan pengantinnya dalah kehidupan rumah tangga. Selain itu, mereka percaya jika lilin mati saat upacara pernikahan, makan kekuatan jahat ada disekitar mereka.

2. Warna gaun
Pada awal abad 20, keluarga kerajaan mengunakan gaun pengantn warna perak, sampai Ratu Victoria menjadi trend setter dengan gaun warna putihnya tahun 1840. Meskipun demikian, pengantin Hindu mengunakan warna merah, karena warna merah menyimbolkan kehidupan baru, keberuntungan dan kesuburan, sedangkan putih disimbolkan sebagai warna berkabung dan janda.

3. Cuaca
Hujan di hari pernikahan bisa diartikan dalam konotasi baik atau buruk. Jika saat hari pernikahan hujan, maka hujan berarti pasangan pengantin subur akan anak di waktu yang akan datang. Di sisi lain, beberapa percaya bahwa hujan berarti petaka karena meraka mengartikan hujan sebagai air mata yang diteteskan pengantin selama kehidupan rumah tangganya.

4. Melompati sapu
Tradisi ini dibawa oleh budak asal Afrika. Pasangan pengantin harus melompati sapu untuk melindungi mereka dari kekuatan jahat dan menghapus kutukan dari tersapu tanpa disengaja yang menyebabkan tidak dapat menikah.

Percaya, gak percaya ya Ladies.

oleh: Orista V Anggraningtyas

(vem/rsk)