Tradisi Perkosaan Pada Zaman Yunani Kuno

FimelaDiterbitkan 16 September 2013, 07:58 WIB

Ladies, pada zaman Yunani kuno laki-laki dikenal memiliki dominasi yang tinggi dalam masyarakat. Pada saat itu, laki-laki berhak menguasai harta properti, wanita, dan juga budak.

Begitu tingginya status laki-laki, sampai-sampai mitologi Yunani menceritakan bahwa kesuburan wanita telah diambil dan diberikan kepada laki-laki. Dalam mitologi tersebut diceritakan bahwa dewa Zeus adalah bapak yang melahirkan para dewa Yunani. Orang Yunani kuno percaya ada rahim dalam penis Zeus, sehingga ia lah yang melahirkan para dewa.

Untuk menunjukkan dominasinya, laki-laki Yunani kuno kerap melakukan perkosaan. Tahukah Ladies, pada zaman itu sangat jamak terjadi tindak perkosaan karena mereka percaya bahwa memperkosa adalah hak setiap laki-laki.

Ladies, laki-laki di zaman ini sering bersembunyi di antara sumur, lalu menyergap dan memperkosa wanita yang sedang mengambil air, mengerikan bukan? Laki-laki Yunani kuno senang memperkosa para wanita penghibur, budak-budak, istri mereka sendiri, bahkan laki-laki lain. Para korban perkosaan ini juga kerap kali menjadi bulan-bulanan laki-laki untuk menuruti hasrat seksual mereka.

Tradisi ini rupanya dicontohkan dari kegemaran dewa mereka, Zeus, yang sering memperkosa. Menurut bigeye.com, diceritakan bahwa dewa Zeus adalah rajanya pemerkosa. Zeus, sang dewa tertinggi Yunani, telah memperkosa Leda saat ia berwujud angsa. Ia juga memperkosa Danae dengan berpura-pura menjadi hujan. Zeus juga pernah memperkosa Alkmen dengan menyamar sebagai suaminya. Bahkan Zeus juga memperkosa laki-laki lain, contohnya Ganymede.

Nah Ladies, lebih bersyukur hidup di zaman sekarang kan?

Oleh: Ayu Liskinasih

(vem/rsk)
What's On Fimela