Jika Sudah Nyaman dengan Penampilan, Kecantikan akan Terpancar Sendiri

Endah Wijayanti diperbarui 24 Okt 2019, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Masing-masing dari kita memiliki cara dan perjuangan sendiri dalam usaha untuk mencintai diri sendiri. Kita pun memiliki sudut pandang sendiri mengenai definisi dari mencintai diri sendiri sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti tulisan yang dikirim Sahabat Fimela untuk Lomba My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri ini.

***

Oleh: Nona Rindu - Makassar

Apa yang lebih sulit dari menunggu? Kurasa banyak. Salah satunya bagaimana mengenali diri sendiri. Ketimbang menunggu sosok yang akan datang menyapaku duluan hari ini, kepalaku lebih terasa berat ketika memikirkan tentang bagaimana dandananku hari ini. Rasanya memilih warna lipstik saja bisa jadi perkara tersulit dalam rutinitas. Padahal bagi yang lain, itu hanyalah sekadar "warna". Tapi menurutku karena terlalu banyak warna, makanya jadi lebih terasa sulit.

Tapi percayakah, suatu hari pilihan lipstikku ternyata bisa sangat berpengaruh pada kebahagiaanku. Pasanganku mengatakan bahwa hari ini indah, tapi akan lebih indah jika aku mewarnainya dengan lipstik favoritku. And I said, "Yes!" Satu kalimat ini saja sudah sangat berarti menambah rasa hari ini. Meski yang lainnya mengatakan ini "lebay", tapi cobalah jujur pada dirimu sendiri. Apakah kau tidak senang jika orang yang kau cintai memujimu demikian, bahkan di saat kau sedang sedikit tidak setuju dengan pujian itu?

Dari sejak itu, aku percaya bahwa hariku akan lebih indah dan menyenangkan jika menggunakan warna lipstik yang cerah. Aku lupa soal kenyamanan, hingga akhirnya tidak tiap hari juga jadi "good day" meski orang bilang bibirku cantik. Kadang ketika aku sedang malas pun, tak kuhiraukan soal warna lipstik. Bahkan pernah satu hari tak kusentuh tas make up-ku sama sekali. Tapi ternyata, komentar rekan-rekan sekantorku senada, seperti aku bukan aku jika tanpa make up. Sebegitu berbedanya kah? Harus secantik itukah pulasan make up untuk menemui diriku yang sebenarnya?

Benar saja. Dalam pekerjaanku, penampilan adalah hal yang penting. Karena klien dan tamu bisa datang kapan saja. Jika aku tak ada pekerjaan menunggu, bukankah akan lebih menyenangkan jika ke kantor hanya mengandalkan pelembab wajah saja? Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Wajahku bukan termasuk yang mulus, licin seperti wajah orang-orang dalam drama Korea. Aku punya banyak bekas jerawat dan noda hitam di wajah yang kadang terasa sangat mengganggu, apalagi jika aku tidak menggunakan make up. Tapi di saat yang berbeda, kadang kurasa wajahku yang seperti ini adalah lebih baik. Karena menurutku, jika terlalu "halus", maka aku akan kerepotan melayani sapaan setiap orang yang datang dan mengaku tertarik setelah mengatakan aku cantik. Oh, aku tidak ingin seperti itu.

 

2 dari 2 halaman

Pentingnya Nyaman dengan Penampilan Sendiri

ilustrasi./Photo by Taweepat from Shutterstock

Bagaimana pun tanggapanku soal "cantik", ujung-ujungnya aku tergiur juga menonton tutorial make up di YouTube. Lalu penasaran dengan brand ini dan itu yang katanya sedang hype. Ketika ada teman yang mengatakan produk itu memang bagus, aku pun langsung membeli dan mencobanya. Terakhir, aku membeli sepaket produk make up brand luar yang harganya hampir setengah gaji semingguku. Sampai sekarang masih kugunakan. Karena memang cukup nyaman dan tidak ada efek buruk yang kurasakan di wajah. Terlebih lagi, rekan-rekan sekantor juga mengatakan wajahku ada perubahan, jadi tersamarkan jerawat dan bekasnya yang mengganggu. Aku senang. Hanya saja, aku selalu membayangkan tentang bagaimana harus menyisihkan sebagian penghasilan bulananku hanya untuk terlihat cantik. Sementara aku masih memiliki tanggungan jangka panjang lainnya.

Belakangan, aku memutuskan. Mungkin sebaiknya disetop saja beli produk make up semahal ini, meskipun memang kualitasnya sepadan. Tapi aku ragu, jika berhenti dan kembali hanya mengandalkan pelembab wajah biasa, apakah semua orang akan kembali berkomentar tentang diriku yang bukan aku jika tanpa make up? Bahkan mungkin pasanganku pun akan mengatakan hal yang sama, "Ke mana lipstik merahmu?" Lalu jika begitu, apa aku akan patah hati hanya karena persoalan make up?

Tentu saja tidak! Iya, aku khawatir. Tapi aku tidak berniat merawat kekhawatiran seperti itu. Yang kulakukan saat ini adalah memperbanyak asupan makanan sehat dan menghindari gorengan, masalah utama penyebab jerawat itu sendiri. Percayalah, tidak semua yang mahal itu menjanjikan. Karena jika menyangkut fisik, maka akan selalu diselaraskan dengan psikis juga. Jika kita merasa nyaman dengan penampilan yang apa adanya, maka cantik yang sesungguhnya pun akan terpancar dari wajah. Apa pun yang kita kenakan hari ini, itulah cerminan diri kita yang sebenarnya. Love yourself first and everything else falls into line.

***

Sudah siap untuk hadir di acara FIMELA FEST 2019? Pilih kelas inspiratifnya di sini.

#GrowFearless with FIMELA