Wendy Cagur Bawakan Serlok, Program Adaptasi Tore dari Jepang

Anto Karibo diperbarui 08 Nov 2019, 19:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebuah program games yang sangat populer di Jepang beberapa waktu lalu dengan nama Tore diadaptasi ke Indonesia dengan nama Serlok. Games ini dipandu oleh Wendy Cagur dan Vicky Prasetyo.

Game Serlok ini dimainkan dua kelompok. Masing-masing kelompok ada empat orang. Dua kelompok ini akan berdiri di depan deretan balok yang akan didorong dari belakangnya. Mereka juga akan menjawab pertanyaan dari host.

"Dari awal diminta untuk jadi host. Ketemuan. Gue lihat konten seru, lucu kalau dimainkan dengan maksimal," ujar Wendy Cagur di Studio ANTV, kawasan Epicnetrum, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

2 dari 4 halaman

Gaet Selebriti

Wendy Cagur bawakan program Serlok (Fimela.com/Bambang E Ros)

Rencananya games ini juga akan mendatangkan bintang tamu dari kalangan selebriti. Mereka akan menjadi bagian dari dua tim tersebut dan ikut dalam permainan. Pada kesempatan awal, Indra Bekti dan Angel Karamoy akan mencobanya.

"Nanti bintang tamu memang akan dilibatkan dengan gimmick. Tapi yang pasti mereka akan tetap ikut dalam permainan dan seru-seruan. Rencananya nanti ada Angel Karamoy dan Indra Bekti," ucap Rully Setia Herlambang, Produser Serlok Pesbukers ANTV.

Wendy yang bersama Vicky sudah mencoba games tersebut menyatakan pengalamannya. Ia mengatakan bahwa arena yang dianggap gampang ternyata memiliki kesulitan tersendiri.

"Kita aja mikirnya pendek ya. Tapi pas di atas. Takut banget. Kalau yang bermain punya semangat yang oke seru banget," imbuh wendy. "Ini games pertama kali ada di Indonesia. Game lebih pada ajsrkan kita hidup itu gak ada yang Superman tapi supertim. Yang satu harus menjawab. Yang satu biar ga jatuh," sambung Vicky.

3 dari 4 halaman

Digandrungi di Asia

Wendy Cagur bawakan program Serlok (Fimela.com/Bambang E Ros)

Pertama kalinya tayang di Jepang, game seru ini mendapatkan respon bagus dari masyarakat. Tak heran ketika beberapa negara, tak terkecuali Indonesia juga mengadaptasinya.

"Games ini versi Jepang. Tapi di sana udah gak produksi lagi. Yang bareng kita Vietnam dan Thailand. Di Thai lihat langsung. Gamesnya gimana. Dan ternyata animo masyarakat lumayan tinggi," papar Rully.

Namun, bicara tentang Serlok, game ini tak berdiri sendiri dalam satu program, namun masih menempel di program Pesbukers. "Ya mungkin ke depannya menjadi plan untuk berdiri satu program. Tapi trial ini memang harus nempel pada program yang kuat. Kita lihat responnya, untuk jadi pertimbangan," tandas Rully.

Daftar untuk mengikuti berbagai kelas inspiratif di FIMELA FEST 2019 di sini.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut

Tag Terkait