Virus Corona Lebih Rentan Menyerang Pria, Berikut Penjelasannya

Anisha Saktian Putri diperbarui 05 Feb 2020, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Berdasarkan data WHO per 2 Februari 2020, total kasus konfirmasi virus corona global adalah 14,557 kasus, 14,411 kasus dilaporkan berada dari China dan total kematian 304 kasus. Serta 23 negara, sebanyak 146 kasus dengan 1 kematian di Flipina. Sedangkan di Indonesia sendiri belum ditemukan kasus virus corona.

Menurut dokter spesialis Paru RSUI, dr. Raden Rara Diah Handayani Sp. P (K) mengatakan virus corona bisa menyerang segala usia, mulai dari balita hingga lansia. Dan sering terjadi pada pria dibandingkan perempuan. Menurutnya terdapat 71 persen pria terinfeksi virus corona.

Hal ini pun dipertegas oleh dr . Fera Ibramin M.Sc, Ph.D, Sp.MK(K), spesialus Mikrobiolgi, menurutnya pria lebih rentan terserang virus corona dikarenakan respon ACE2 lebih banyak pada pria.

"Corona mirip SARS, ada reseptor yaitu ACE2. Reseptor ini ada di nosafaring hingga otak. Reseptor ACE2 ini banyak di pria. Virus sendiri akan menginfeksi sel, untuk masuk ke sel ada reseptor tersebut. Penelitian SARS menunjukan reseptor ACE2 lebih banyak pada perempuan," ujar dr. Fera di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Reseptor tersebut pun lebih banyak di Asia, dibandingkan di negara barat.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Gejala

Ilustrasi virus corona | unsplash.com/@anikolleshi

Gejala umum penyakit virus coroan sendiri berupa demam dengan suhu 38 derajat celcius atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat yaitu pnemumonia.

dr. Diah menegaskan beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya disebabkan virus corona, namun juga dipengaruhi faktor penyerta seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan menderita penyakit lainnya.

Oleh karennya, masyarakat tidak perlu panik namun tetap wasapada. "Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasi sendiri 2 sampai 14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu tersebut," papar dr. Diah

 

#Changemaker