Salah Kaprah dalam Menggunakan Masker yang Perlu Diketahui

Anisha Saktian Putri diperbarui 21 Feb 2020, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Mewabahnya virus corona membuat banyak orang khawatir, menggunakan masker menjadi salah satu tips untuk mencegah penyakit yang bersumber dari Wuhan ini.

Sayangnya masih banyak orang yang salah kaprah dalam menggunakan masker. Akademisi dan praktisi klinis, Ari F Syam melakukan pengamatan pada 118 orang. Dan hanya 65 persen yang menggunakan masker dengan benar artinya masker menutupi mulut dan lubang hidung dan kawat di hidung tertutup dengan benar.

"Pengamatan saya lakukan pada 118 orang yang kebetulan lalu lalang di depan saya. Ternyata dari pengamatan yang saya lakukan 23.7% yang menggunakan masker dengan berbagai model dan komposisi pria dan perempuan lebih kurang sama," paparnya.

Akademisi dan praktisi klinis, Ari F Syam menambahkan, penggunaan masker yang salah antara lain menggunakan masker di dagu, atau terpasang longgar. Padahal, masker itu bisa membuat masker jadi sumber penularan. Karena bagian yang terpakai sudah terlepas dan bagian yang sebagai tempat mencegah masuknya kuman di posisi yang mudah terhirup melalui hidung.

"Saya rasa hal ini harus menjadi perhatian, kalau tidak mau lagi menggunakan masker sebaiknya dilepas dan dibuang," Tambahnya.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Penggunaan masker N95

Masker N95 yang efektif menghalangi 95 persen partikel yang masuk (unsplash PM10).

Ada satu hal lagi yang menarik dari pengamatan dr. Ari ketika banyak orang menggunakan masker N95. "Memang masker ini lebih efektif utk mencegah tertular langsung dari virus karena daya proteksi 95 perse dari partikel yang sangat kecil, tapi lebih tepat digunakan di ruang tertutup dimana kita memang berada pada keadaan akan kontak dengan orang yang sudah positif terinfeksi virus atau tuberkulosis," paparnya.

Selain itu penggunaannya untuk waktu yang pendek. Alih-alih untuk proteksi, orang yang menggunakan masker N95 akan kekurangan oksigen.

Apalagi orang tersebut sedang berada di bandara dan sedang butuh aktivitas berjalan atau bahkan setengah berlari untuk check in dan boarding dengan lokasi gate agak jauh. Salah-salah mereka yang menggunakan masker N95 ini akan kekurangan oksigen atau hipoksia.

Kondisi hipoksia dapat menyebabkan serangan jantung atau strok, atau kolaps atau pingsan apalagi jika orang tersebut sudah mempunyai permasalahan dengan paru.

Cuci tangan pakai sabun rutin atau penggunaan antiseptik hand sanitizer akan lebih efektif untuk mencegah penyakit infeksi usus dan infeksi saluran pernafasan atas.

 

#Changemakers