4 Tips Berlatih Bersyukur untuk Menjalani Masa Sulit

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 20 Apr 2020, 14:03 WIB

Fimela.com, Jakarta Menurut Robert Emmons, seorang peneliti syukur terkemuka, emosi positif cepat hilang. Jika pekerjaan baru menjadi rutin, romansa berubah bekerja dan pindah ke tempat baru berubah menajdi akrab, mungkin akan mencoba menemukan hal-hal baru di tempat lain. Tetapi siklus berulang dan perasaan akhirnya hilang. Emmons menemukan bahwa inilah mengapa  berlatih bersyukur sangat penting karena memungkinkan kita untuk mengahrgai msasa kini. Alih-alih menjadi penonton belaka dan percaya bahwa rumput selalu lebih hijau di sisi lain, bersyukur mendorong kita untuk berpartisipasi dalam hidup kita untuk menemukan dan merayakan masa-masa indah. Berikut ini beberapa tips untuk berlatih mengucapkan terima kasih untuk menjalani hari.

Habiskan Waktu Bersama Orang yang Dicintai

Ketika bergaul dengan orang-orang yang melihat yang terbaik dalam dirimu, ada baiknya dirimu membangun rasa percaya diri yang lebih tinggi. Mulailah melihat dirimu dalam cahaya yang lebih positif yang memungkinkanmu melepas potensi sejatimu, juga menjadi kurang kritis dan negatif. Akibatnya, akan lebih mudah untuk menerima kekurangan dan ketidaksempurnaanmu. Yang lebih penting, ingat untuk tidak menganggap orang-orang terkasih yang mendukung begitu saja. Bahkan ketika mendapati diri memiliki perselisihan atau pertengkaran dengan mereka, kekecewaan dan kemarahan akhirnya berkurang ketika dirimu hanya ingin berada di sana untuk mereka. Jangan lupakan gambaran besar dan memanfaatkan waktumu bersama.

Rangkul Tantanganmu, Alih-alih Melawannya

Sangat mudah untuk fokus pada aspek negative dari hidup ketika peristiwa-peristiwa yang menegangkan terungkap sekaligus. Tetapi alih-alih membiarkan mereka mengambil kendali dan menahanmu, belajarlah untuk merangkul tantanganmu. Biarkan mereka mengajarimu seni ketahanan. Bersabarlah ketika badai belum berlalu dan beri dirimu kesempatan untuk menjadi manusia. Dunia telah menjadi terlalu didorong oleh hasil yang kadang-kadang kita lupa untuk mengevaluasi apakah harapan kitaa realistis atau tidak. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Sebaliknya, lakukan apa yang dirimu bisa dan terus berusaha lakukan yang terbaik karena itulah yang terpenting.

2 dari 2 halaman

Lepaskan Dendam dan Pecahkan Masalah

ilustrasi relaksasi/Photo by Rowan Chestnut on Unsplash

Rasa sakit hanya berlangsung selama dirimu memegangnya. Pelajari cara memaafkan orang lain serta diri sendiri. Telan harga dirimu dan minta maaf ketika dirimu telah melukai seseorang. Memegang dendam hanya akan mengahalangi perbaikan. Alih-alih menciptkan jarak, temukan landasan bersama dan belajarlah untuk mengatasi masalah. Berkomunikasi secara terbuka dan jujur serta cobalah untuk tidak bersikap defensif atau menyerang. Kemarahan hanya mengarahkan dirimu dari mengembangkan hubungan  yang lebih dalam.

Luangkan Waktu untuk Melakukan Hal yang Disukai

Mungkin dirimu membenci pekerjaan atau sekolah, terasa seperti mimpi buruk tanpa akhir dengan ujian yang berulang. Keltihan yang kita rasakan terbakar atau tidak termotivasi dapat membawa suasana hati ke titik terendeah dari pisisi kita. Sulit untuk bersemangat tentang hal ini ketika dinding terus menumpuk lebih tinggi di depanmu. Inilah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk tidak membiarkan pekerjaan atau sekolah menghabiskan kita. Menetapkan batasan sehat adalah penting. Dengarkan musik yang membantumu bersantai dan jalan-jalan.

Bagaimana Sahabat Fimela mempraktikan rasa syukur sehari-hari? Yang terpenting bersyukurlah di titik mana pun dirimu berada.

#Changemaker