Indahnya Ramadan untuk Semua Umat

Endah Wijayanti diperbarui 11 Mei 2020, 10:51 WIB

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Aisa Marisa

Saya selalu menikmati momen Ramadan walaupun saya seorang kristiani. Banyaknya jajanan favorit yang bertebaran jelang berbuka menjadi agenda berburu rutin. Namun satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan adalah ketika saya harus meng-handle antrean restoran jelang berbuka saat tim saya harus membatalkan puasanya di waktu bersamaan.

Kami sudah sangat terbiasa dengan flow restoran selama Ramadan. Kunjungan pelanggan menurun di pagi hari dan saat makan siang namun akan ramai jelang berbuka. Biasanya kami membagikan free takjil kepada seluruh pelanggan yang sudah datang satu jam lebih awal. Minimal takjil ini bisa menjadi pembatal puasa jika mereka masih menunggu makanan atau masih dalam antrean.

Ya. Ini memang jam sibuk untuk kami. Di rush hour inilah saya perlu full team untuk dapat mengatasi antrean pelanggan agar dapat berbuka tepat waktu. Tidak mudah memang karena mayoritas tim saya juga muslim dan mereka perlu waktu istirahat sejenak untuk membatalkan puasa. Di sinilah toleransi dan kekompakan tim dibutuhkan. Saya sebagai manager on duty dan beberapa tim non muslim bergantian mem-back up posisi teman-teman kami yang perlu “ke belakang” sejenak. Kami melakukan pergantian formasi dengan segera agar kebutuhan pelanggan dan tim bisa dipenuhi dengan cepat.

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Ramadan Tahun Ini Berbeda

ilustrasi./Photo by Juliana Stein from Pexels

Kami sebetulnya juga lapar karena jam tersebut juga adalah jam makan kami. Namun inilah indahnya Ramadan ketika kami harus melaluinya bersama semua umat beragama. Mereka yang berpuasa tentu lebih lapar dari kami dan menjadi suatu kepuasan kalau mereka bisa berbuka tepat waktu. Melihat mereka berhasil menunaikan ibadah hari demi hari menjadi kebahagiaan kami juga.

Namun semuanya terasa berbeda di tahun ini. Pandemi membuat kami harus kehilangan momen berbuka bersama di restoran. Kami juga tidak bisa melihat rona bahagia pelanggan secara langsung ketika takjil dibagikan. Keseruan membuat minuman berbuka juga tidak ada. Sedih sekali! Tapi satu hal yang saya yakini adalah selalu ada berkah di balik kejadian yang kurang menyenangkan. Saya bahagia melihat tim saya bisa berbuka puasa dengan keluarga di rumah dan bukan di restoran. Mereka bisa menikmati makanan tanpa harus diburu-buru waktu karena antrean pelanggan yang panjang. Saya sendiri jadi bisa menikmati penganan takjil dengan nikmat karena masih hangat fresh from the oven.

Mari kita nikmati indahnya new normal Ramadan tahun ini dengan cara masing-masing. Tahun depan kita kembali ke tradisi semula ya. Indahnya Ramadan untuk semua umat.

 

#ChangeMaker