Perlu Diketahui, Inilah Penyebab Munculnya Rasa Lapar saat Setelah Makan

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 01 Jun 2020, 03:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Lapar adalah cara tubuh untuk memberitahu bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak makanan. Namun, banyak orang merasa lapar bahkan setelah makan. Banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut seperti menjalankan diet, pengaruh hormon, dan gaya hidup. Berikut ini merupakan beberapa penyebab mengapa seseorang selalu merasa lapar meskipun setelah makan.

Komposisi Makanan

Makanan yang mengandung proporsi protein yang lebih besar cenderung menginduksi perasaan kenyang yang lebih besar daripada makanan dengan proporsi karbohidrat atau lemak yang lebih besar. Dalam menjalankan program diet, kekurangan serat juga dapat memengaruhi rasa lapar lebih sering.

Serat adalah jenis karbohidrat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat memperlambat laju pengosongan perut. Ketika dicerna di saluran pencernaan, ini dapat memengaruhi pelepasan hormon penekan nafsu makan. Jika Sahabat Fimela merasa lapar setelah makan dan memperhatikan bahwa makanan cenderung kekurangan protein dan serat, cobalah untuk lebih banyak mengonsumsi makanan kaya protein dan serat.

Stretch Receptors

Selain komposisi makanan, perut memiliki reseptor peregangan yang memainkan peran penting dalam meningkatkan perasaan kenyang setelah makan. Reseptor peregangan mendeteksi seberapa banyak perut dapat menampung makanan dan mengirim sinyal langsung ke otak untuk memicu rasa kenyang. Reseptor peregangan ini tidak tidak bergantung pada komposisi nutrisi makanan. Sebaliknya, mereka bergantung pada volume total makanan.

Jika merasa masih tetap lapar meskipun setelah makan, cobalah untuk memasukkan lebih banyak makanan dengan banyak, tetapi pilih makanan rendah kalori seperti popcorn, udang, dan daging. Jangan lupa juga untuk minum air saat sebelum makan.

2 dari 3 halaman

Resistensi Leptin

Dalam beberapa kasus, masalah hormon dapat menjelaskan mengapa beberapa orang merasa lapar setelah makan. Leptin adalah hormon utama yang memberi sinyal perasaan kenyang pada otak. Namun, masalahnya terkadang leptin tidak bekerja sebaik yang seharusnya, terutama pada beberapa orang dengan masalah obesitas. Meskipun ada banyak leptin dalam darah, otak tidak mengenalinya dan terus berpikir bahwa seseorang merasa lapar bahkan setelah makan.

Faktor Perilaku dan Gaya Hidup

Selain beberapa faktor di atas, munculnya rasa lapar yang lebih sering meskipun saat setelah makan juga dapat dipengaruhi dari faktor perilaku dan gaya hidup. Merasa stres dapat meningkatkan hormon kortisol, yang dapat memicu rasa lapar. Jika Sahabat Fimela merasa stres cobalah untuk melakukan yoga atau meditasi dalam rutinitas mingguan. Selain stres ada beberapa gaya hidup lain yang dapat meningkatkan seseorang merasa lebih sering lapar seperti kurang tidur, makan terlalu cepat, tingginya kadar gula dalam darah, dan tidak cukup makan.

Sering merasa lapar adalah masalah umum bagi banyak orang. Seringkali, hal tersebut hasil dari diet yang kurang tepat misalnya seperti kekurangan protein dan serat. Namun, bisa jadi karena masalah hormone seperti resistensi leptin atau juga gaya hidup harian.

3 dari 3 halaman

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker