Cara Retail Perawatan Kesehatan dan Kecantikan Mengurangi Sampah Plastik

Anisha Saktian Putri diperbarui 09 Jul 2020, 09:02 WIB

Fimela.com, Jakarta Sampah plastik masih menjadi masalah lingkungan hidup yang harus diselesaikan. Banyak pihak yang perlu terlibat, baik dari masyarakat, pemerintah, hingga pusat perbelanjaan untuk mengurangi meciptakan lingkungan tanpa sampah plastik.

Jakarta pun menjadi salah satu kota di Indonesia yang baru-baru ini melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat pada 1 Juli 2020.

Retail perawatan kesehatan dan kecantikan, Watson pun mengambil tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan untuk mengurangi sampah plastik. Retail ini pun telah terdaftar pada New Plastics Economy (NPE) Global Commitment dengan memperkuat dua tujuan utama menuju Sustainability Roadmap pada 2030 – yakni pengelolaansampah yang lebih baik dan produk private label (own brand) yang lebih bertanggung jawab yang tersebar di 13 pasar Asia dan Eropa.

“Kami tahu bahwa pelanggan kami semakin menyadari isu sustainability dan oleh karena itu diharapkan brand yang mereka pilih memiliki kesamaan nilai seperti apa yang telah mereka lakukan. Kami berkomitmen untuk menciptakan sebuah lingkungan yang berkesinambungan serta menyediakan lebih banyak lagi pilihan produk-produk yang sustainable bagi pelanggan," ujar Malina Ngai, Group COO of A.S. Watson Group dan CEO of A.S. Watson (Asia & Europe) dalam siaran persnya.

2 dari 2 halaman

Larangan Menyeluruh atas Penggunaan PVC Pada 2030

Watson Mendukung Penggunaan Minyak Kelapa Sawit Berkesinambungan/dok. Watson

Dengan inisiatif berpartisipasi dalam New Plastics Economy Global Commitment, akan mengurangi penggunaan plastik yang tidak diperlukan dalam membantu menanggulangi polusi plastik tepat pada sumbernya. Dalam membantu mengatasi persoalan serius dari polusi microplastic, pada 2014, A.S.

Watsons telah melarang penggunaan microplastic pada produk Own Brand termasuk pada produk kosmetik pembersih wajah/produk perawatan pribadi yang berbentuk scrub. Larangan inidiperluas pada seluruh produk Own Brand lainnya serta merek produk yang dijual di semua gerai pada Januari 2020.

Hong Kong meluncurkan Plastic Container Recycling Programme pada 2015 untuk mengumpulkan wadah plastik personal care maupun botol air minum kemasan di seluruh gerai untuk membantu konsumen lebih proaktif dalam langkah-langkah melindungi lingkungan.

Sementara Filipina menyediakan paper bag sebagai salah satu alternatif kantong plastik. Thailand juga bekerja sama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dan menjalankan No Bag Day Campaign on the 4th setiap bulannya dimana pelanggan yang sudah terdaftar sebagai anggota dan tidak menggunakan kantong plastik akan menerima bonus poin atas penghargaan telah ikut berpartisipasi dalam Watsons green movement.

Sementara Indonesia telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai pada seluruh gerai Watsons yang tersebar di Indonesia sesuai dengan peraturan pemerintah dan menyediakan cassava bag yaitu pengganti kantong plastik konvensional, terbuat dari resin alami yang berasal dari 98% pati tapioka, 1% minyak nabati, dan 1% biopolimer alami yang dapat dikomposkan dan dapat dikonsumsi oleh mikro-organisme dalam tanah. Selain itu menyediakan berbagai pilihan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali berbahan dasar non-woven, kanvas dan parasut.

New Plastic Economy Commitment, berkomitmen akan:

• Menghilangkan penggunaan plastik yang tidak diperlukan dengan menghindari over-packaging dan mengurangi PVC, dengan larangan menyeluruh atas PVC pada 2030

• Menggunakan minimal 20% kandungan plastik daur ulang pada kemasan plastik di 2025, jika dalam penggunaan plastik daur ulang diizinkan

• Mendukung kemasan yang dapat didaur ulang serta dapat digunakan kembali

Selain itu, retail perawatan kesehatan dan kecantikan ini mengambil langkah dan bergabung dalam Roundtable for Sustainable Palm Oil, organisasi terkemuka yang mendukung isu sosial dan lingkungan yang konsen terhadap industri minyak kelapa sawit.

#Changemaker