Pesan BJ Habibie yang akan Terus Diingat Melanie Subono

Rivan Yuristiawan diperbarui 31 Okt 2020, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Melanie Subono masih tetap konsisten menyuarakan berbagai kegundahannya terhadap Indonesia. Yang terbaru, ia ikut turun ke jalan ketika UU Omnibus law disahkan oleh Parlemen. Ternyata, hal itu tak terlepas dari pesan yang disampaikan BJ Habibie di hari terakhir sebelum meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan Melanie Subono saat Fame Talks bersama FIMELA, Jumat (30/10/2020). Baginya, pesan sang Eyang padanya merupakan pernyataan tersirat untuk terus berjuang memperbaiki Indonesia.

"Eyang Habibie sebelum meninggal, kalimat terakhir ke gua bilang, 'Melanie, teruslah jadi pemberontak dan memberontak untuk Indonesia'. Itu ada terus di kepala gua. Dia (Eyang Habibie) sadar Indonesia perlu banyak yang dibenerin," ungkap Melanie Subono.

2 dari 4 halaman

Lelah Tapi Tak Akan Berhenti

Melanie Subono (Foto: Bambang E Ros, DI: Muhammad Nur Fajri/Fimela.com)

Melanie Subono sadar jika perjuangannya memperjuangkan keadilan untuk banyak orang di Indonesia tidak lah mudah. Sebagai manusia, ia pun kerap diliputi rasa lelah dan sedih ketika beberapa kebijakan publik dianggap tak berpihak pada masyarakat banyak.

Namun tak menyerah, ia menganggap rasa lelah yang dirasakan hanyalah perasaan yang manusiawi. Ia pun mengaku tak akan pernah dibuat berhenti hanya dengan kelelahan yang dirasakan.

"Gua lelah, sangat lelah, gua manusia. Saat Omnibus Law ini disahkan, gua bahkan tidak marah dan ngamuk, gua nangis. Begitu patah hati yang cape karena gua ngerasa, 'ini apalagi?'. Gua lelah karena menurut gua yang miskin akan makin miskin, yang kaya akan selalu benar. Apakah gua akan berhenti? Tidak. Jadi lelah iya, berhenti tidak," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Puas Meski Gagal

Melanie Subono [foto: instagram/melaniesubono]

Dan, sebagai seorang aktivis, anak dari Adrie Subono itu sadar betul mental yang harus dimiliki seorang aktivis. Menurutnya, sebuah perjuangan, meski gagal, akan tetap lebih terhormat ketika dilakukan ketimbang tak melakukan sesuatu dan pasrah menerima keadaan.

"Di Indonesia, kemungkinan terbesar yang bener pasti kalah, tapi minimal lu melakukan sesuatu. Kepuasan gua jauh lebih baik saat walaupun pergerakan gua gagal, minimal udah melakukan sesuatu untuk stop itu. Kepuasan gua saat orang ngomel-ngomel ngatain gua, gua bisa bilang, 'gua udah ini, ini, ini. Nah lu udah ngapain?'. At lease gua melakukan sesuatu yang menurut gua bener. Tidak harus disetujui, tpi minimal gua melakukan sesuatu," pungkas Melanie Subono.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut

Tag Terkait