OPPO Find X2 Mempersembahkan Serial Ilustrasi Puisi Tidak Ada New York Hari Ini, Ada Nicholas Saputra Lho

Anisha Saktian Putri diperbarui 12 Des 2020, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Industri seni dan kreatif Indonesia telah membuktikan kemampuannya beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 dengan menghadirkan karya-karya unik dan inspiratif. Hal ini tidak lepas dari peran serta masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan industri seni dan kreatif Indonesia.

OPPO Find X2 Series, perangkat smartphone flagship dari OPPO, berkolaborasi dengan Miles Films mempersembahkan Serial Ilustrasi Puisi ‘Tidak Ada New York Hari Ini – Supported by OPPO Indonesia’. Program ini menampilkan empat ilustrasi puisi karya Aan Mansyur bertajuk sama, dalam format film animasi pendek dengan melibatkan ilustrator-ilustrator berbakat Indonesia yaitu Wulang Sunu, Lala Bohang, Rhesa, dan Pinot serta Nicholas Saputra sebagai narator keempat film pendek tersebut.

Andri Hilary, Creative Strategic Planner OPPO Indonesia, menjelaskan proyek istimewa ini melibatkan seniman-seniman ternama serta mengombinasikan puisi, musik, seni rupa, dan video animasi untuk menghasilkan sebuah karya yang sangat menyentuh dan dapat dinikmati bersama.

"OPPO Find X2 Series kembali menunjukkan komitmen untuk mendukung industri seni dan kreatif Indonesia yang sedang berusaha bangkit di masa pandemi, melalui proyek bersama Miles Films dengan produser Mira Lesmana dan Riri Riza ‘Tidak Ada New York Hari Ini – Supported by OPPO Indonesia," ujar Andri.

Mira Lesmana, Produser ‘Tidak Ada New York Hari Ini – Supported by OPPO Indonesia’ menyampaikan  Tidak Ada New York Hari Ini  karya Aan Mansyur yang merupakan buku kumpulan puisi dari film Ada Apa Dengan Cinta 2, yang terinspirasi dari tokoh Rangga. Aan Mansyur sendiri adalah seorang penyair muda yang karya-karyanya merupakan investasi penting dunia sastra Indonesia.

"Kami mengembangkan puisi ini menjadi format film animasi pendek, untuk mengapresiasi sastra Indonesia sekaligus mempersembahkan sebuah karya unik," paparnya.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Mengenal para seniman yang terlibat

Tidak Ada New York Hari Ini

Wulang Sunu, mengilustrasikan puisi ‘Pukul 4 Pagi’, adalah seorang ilustrator berdomisili di Yogyakarta beraliran psychedelia yang kerap membawakan warna – warna kuat dan ilustrasi wayang Jawa yang begitu kental.

Rhesa, yang dikenal sebagai musisi, kali ini menunjukkan bakatnya sebagai ilustrator dengan menggambarkan New York dan kerinduan hati Rangga dari puisi ‘Memandang Dunia dari Jendela Kafe’.

Lala Bohang menggambarkan kegelisahan dari puisi ‘Aku Tidak Pernah Betul-Betul Pulang’, yang sangat berkaitan dengan kondisi saat ini. Pinot dikenal sebagai ilustrator yang menghasilkan karya dengan spontanitas tinggi dan teknik Stop Motion, sehingga menghasilkan ilustrasi puisi ‘Tidak Ada New York Hari Ini’ yang sangat mencerminkan ciri khasnya.

Keempat video animasi diiringi musik-musik karya Anto Hoed yang juga menjadi scoring film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang begitu indah dan membawa penonton semakin menyelami pemaknaan baru dan menarik terhadap puisi-puisi dari buku Tidak Ada New York Hari Ini.

"Meskipun semua interaksi dilakukan secara online karena keempat ilustrator berlokasi di kota berbeda yaitu Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan New York, namun hasilnya tetap optimal dan menjadi salah satu karya yang dapat dibanggakan. Kami juga sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan Nicholas Saputra yang kami percaya mampu mengartikulasi dengan baik dan menjiwai makna di balik setiap bait keempat puisi tersebut," ujar Riri Riza, Produser ‘Tidak Ada New York Hari Ini – Supported by OPPO Indonesia’

Nicholas Saputra, aktor dan narator ‘Tidak Ada New York Hari Ini – Supported by OPPO Indonesia’, menyatakan, kumpulan Puisi Aan Mansyur ‘Tidak Ada New York Hari Ini’ adalah salah satu karya yang begitu berkesan. Karena itu, merupakan kebanggaan dan kehormatan dapat menjadi bagian dari proyek istimewa ini.

"Saya sangat mengapresiasi OPPO Find X2 Series dan tim Miles Films yang sangat inspiratif dengan menggabungkan puisi dan animasi pendek, sehingga dapat mendorong kembali semangat para pelaku industri seni dan kreatif Indonesia untuk berkarya di situasi seperti ini.," ujar Nicholas

#changemaker