Jangan Terobsesi dengan Pencapaian Orang Lain, sebab Titik Awal Perjalanan Kita Tak Sama

Endah Wijayanti diperbarui 26 Mar 2021, 13:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Mudah sekali untuk merasa rendah diri dan sedih pada zaman sekarang ini. Tinggal buka media sosial lalu mengintip kehidupan orang lain, melihat pencapaian-pencapaian baru mereka, kalau kita tak punya kontrol diri yang baik, kita akan mudah terobsesi pada pencapaian orang lain. Kita jadi terobsesi membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain dan ini bukan sesuatu yang sehat.

Di usia tertentu, orang lain bisa saja berhasil mendapatkan sesuatu. Di tahun tertentu, seseorang bisa memenuhi semua impiannya. Kadang saat kita terlalu terobsesi membandingkan diri dengan orang lain, yang tersisa adalah perasaan rendah diri dan makin pesimis jalani hidup. Padahal perjalanan dan titik awal perjuangan tiap orang tidak sama.

Mau Terus Meratapi Keadaan atau Membuat Pilihan yang Lebih Baik?

“Attitude is a choice. Happiness is a choice. Optimism is a choice. Kindness is a choice. Giving is a choice. Respect is a choice. Whatever choice you make makes you. Choose wisely.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Terus meratapi diri sendiri karena melihat orang lain tampak lebih bersinar hanya akan membuat hidup kita makin meredup. Terlalu menjura pada pencapaian orang lain bisa membuat diri kita sendiri seakan makin mengerdil. Pilihan ada di tangan kita. Mau terus meratapi keadaan atau membuat pilihan yang lebih baik dalam hidup? The choice is yours.

2 dari 2 halaman

Zona Waktu Tiap Orang Berbeda-beda

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory

“Instead of worrying about what you cannot control, shift your energy to what you can create.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi boleh-boleh saja. Siapa tahu dengan begitu kita jadi lebih bersemangat untuk memperbaiki hidup dan membuat pencapaian baru kita sendiri. Kita punya zona waktu kita sendiri. Proses kita sendiri. Kehidupan kita sendiri. Ada baiknya untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kontrol dan perbaiki dari kehidupan kita, alih-alih menghabiskan semua waktu untuk memandang kehidupan orang lain.

Garis Awal Perjalanan Tiap Orang Tak Sama

“Don't let the expectations and opinions of other people affect your decisions. It's your life, not theirs. Do what matters most to you; do what makes you feel alive and happy. Don't let the expectations and ideas of others limit who you are. If you let others tell you who you are, you are living their reality — not yours. There is more to life than pleasing people. There is much more to life than following others' prescribed path. There is so much more to life than what you experience right now. You need to decide who you are for yourself. Become a whole being. Adventure.”― Roy T. Bennett

Sudah ya. Sudahi obsesi membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Saatnya untuk kembali mengingatkan diri bahwa garis awal perjalanan dan perjuangan tiap orang tak sama. Jadi, kalau ada orang yang seakan tampak lebih dulu mencapai titik tertentu, bisa jadi memang garis awalnya sudah ada jauh lebih dulu. Atau memang upayanya untuk mencapai titik tertentu lebih keras dari orang lain.

Semoga kamu pun bisa membuat pencapaian-pencapaian baru dalam hidupmu. Buat pencapaian sendiri dan tetaplah mensyukuri semua hal yang sudah dimiliki dan dicapai hingga titik ini.

#ElevateWomen