Cerita Ayla Dimitri Keluar dari Masalah Jerawat di Awal Umur 30 Tahun

Novi Nadya diperbarui 03 Des 2021, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Bentuk sharing is caring dengan berbagai cara banyak dibagikan para influencer, salah satunya berdamai dan mencari solusi soal masalah jerawat. Berbagi sebagai salah satu bentuk kepedulian dan perhatian juga dibagikan content creator Ayla Dimitri yang menceritakan pengalamannya keluar dari masalah jerawat di usia 30-an.

Sebagai content creator yang banyak dilihat orang, Ayla sempat merasakan jerawat mempengaruhi kehidupannya. Tak ingin berlarut dan meratapi, ia pun menganalisis bagaimana gaya hidup yang dijalani mempengaruhi kesehatan kulit dan cara untuk menangani masalah jerawat yang dialami.

"Semua aku cari tahu selama empat tahun belakangan ini dan menyadari jika ini terjadi karena penumpukan gaya hidup sebelum-sebelumnya. Saat itu aku melalui skin journey yang penuh perjuangan, mendapat komentar kurang menyenangkan yang bikin kepikiran dan mempengaruhi kualitas hidup," ujar Ayla Dimitri di acara Dermlive by La Roche Posay belum lama ini.

Skin journey miliknya pun dibagikan di akun media sosialnya sebagai pengingat diri dan menyemangati orang lain yang sedang berjuang sepertinya. Kini Ayla mengaku sudah bisa melalui masalah jerawat dengan belajar untuk memahami kebutuhan kulitnya.

"Aku sempat berkonsultasi dengan dermatologis di Telemedicine dan disarankan menggunakan produk La Roche Posay Effaclar untuk mengatasi jerawatku. Setelah aku coba, ternyata aku cocok dan membantuku mengurangi relapse jerawat yang aku alami," lanjut Ayla.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Akses Edukasi Jerawat Lebih Luas

Dermlive by La Roche Posay

Semangat berbagi juga menjadi core dari jenama perawatan kulit dermatologis La Roche Posay yang sudah hadir di Indonesia. Di mana para pejuang jerawat dan permasalah kulit lainnya bisa saling berbagi dan menyemangati serta memberi akses edukasi yang lebih luar bagi banyak orang. 

“Sebagai bagian dari kampanye #SkinLifeChanger, DermLive by La Roche Posay Indonesia adalah wadah edukasi, berbagi pengalaman dan inspirasi, bekerjasama dengan dermatolog Indonesia. Sesi DermLive diadakan secara berkelanjutan dan dapat diikuti di mitra kami di Indonesia termasuk Halodoc, Lazada, Shopee dan Watsons. Kami harap dapat membantu masyarakat Indonesia dan acne fighter untuk dapat memiliki akses ke dermatolog, memahami kaitan jerawat berdampak pada kualitas hidup seseorang, serta dapat memberikan dukungan nyata sehingga para acne fighters tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah jerawat,” jelas Nestya Sedayu, Marketing Manager Active Cosmetics Division, L’Oréal Indonesia.

Didirikan pada tahun 1975, La Roche Posay bekerja sama dengan 90,000 ahli kulit di dunia, mengedepankan sains mikrobioma dan ingin masyarakat luas bisa mengakses perawatan kulit dermatologis.

“La- Roche Posay memiliki misi untuk mengembangkan opsi perawatan kulit dermatologis terbaik yang dapat mengubah kehidupan seseorang. Melalui produk, komitmen pada sains, dan bekerja sama dengan dermatolog, La Roche Posay ingin mengubah kehidupan masyarakat di Indonesia dengan mewujudkan kulit yang sehat dan menumbuhkan rasa percaya diri. We believe a better life for all skin is possible!," 

 

 

3 dari 3 halaman

Microbiome Science

La Roche Posay Effaclar Duo+ Moisturizer

Faktanya, terdapat 1,9 milyar orang di seluruh dunia yang berjuang melawan permasalahan kulit yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka sehari hari, termasuk jerawat. Jerawat adalah masalah kulit yang dapat berdampak besar pada kualitas hidup, bahkan mempengaruhi sekitar 80% remaja dan 40% orang dewasa di dunia. 

"Jerawat merupakan salah satu dari delapan penyakit kulit yang sering terjadi, dengan perkiraan prevalensi global untuk segala usia sebesar 9,38%. Di mana jerawat memengaruhi sekitar 85% orang dengan rentang usia 11-30 tahun. Jerawat bukan hanya mengganggu kesehatan kulit seseorang tetapi lebih dari sebuah permasalahan kulit, dimana sebanyak 35% kasus jerawat memiliki kecenderungan depresi yang mengganggu kualitas hidupnya," ujar dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, Dermato Venereologist dalam event yang sama.

dokter Fitria Agustina menjelaskan jerawat bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan microbiome pada kulit. Lebih lanjut, dr. Fitria Agustina menjelaskan tentang microbiome science.

“Microbiome science merupakan sebuah pendekatan untuk mengetahui ekosistem dari mikroorganisme hidup yang terdapat pada permukaan kulit kita. Fungsi utama skin microbiome adalah sebagai salah satu faktor yang berperan dalam menjaga fungsi sawar kulit dengan optimal. Gangguan pada komposisi skin microbiome akan menimbulkan kondisi disbiosis yang dapat menyebabkan penyakit kulit salah satu contohnya jerawat. Untuk mengatasi permasalahan jerawat, perlu kita pahami dan mengembalikan keseimbangan skin microbiome. Pasien jerawat dapat menggunakan bahan aktif yang berperan dalam rebalancing skin microbiome untuk mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, dan mengurangi kekambuhan jerawat yang dialaminya. Salah satu bahan aktif tersebut adalah Aqua Posae Filiformis”.

Bahan aktif Aqua Posae Filiformis yang dimiliki La Roche Posay memiliki manfaat untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota kulit sehingga melawan proses peradangan dan menurunkan adhesi bakteri. Bahan ini juga dapat mengurangi kekambuhan jerawat. Bahan aktif ini terkandung dalam La Roche Posay Effaclar Duo+ Moisturizer.

#ElevateWomen