Nia Ramadhani Menangis Saat Anaknya Tahu Dirinya Tersandung Kasus Narkoba

Musa Ade diperbarui 19 Des 2021, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Nia Ramadhani meneteskan air mata ketika dihadirkan di persidangan kasus narkoba yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Hakim Ketua Mohammad Damis yang memimpin jalannya persidangan meminta Nia menjadi contoh yang baik untuk buah hatinya.

Kalimat yang dilontarkan Hakim Ketua itu membuat Nia Ramadhani tertegun sejenak. Ia kemudian buka suara mengenai kasus narkoba yang sudah diketahui anak-anaknya.

Di hadapan majelis hakim, Nia Ramadhani menguraikan fakta mengenai putri sulungnya, Mikhayla Zalindra Bakrie yang sudah mengetahui mengenai kasus narkoba yang menjerat ibu dan ayahnya. "Dia (Mikhayla) tahu masalah ini," kata Nia sambil meneteskan air mata.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Minta Maaf

Selebritas Nia Ramadhani saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/12/2021). Sidang lanjutan tersebut mendengar keterangan saksi ahli. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Di hadapan sang buah hati, Nia Ramadhani meminta maaf telat memberikan contoh buruk bagi anak-anaknya. "It's ok mama yang penting mama sudah tahu (itu salah) dan i'm proud of you'," ujar Nia.

Fakta lain di persidangan kasus narkoba Nia juga muncul di persidangan. Ia mengaku jika dirinya menggunakan sabu sejak April 2021.

3 dari 3 halaman

Alasan

Pasangan selebritas Nia Ramadhani (tengah) bersama suaminya, Ardi Bakrie saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/12/2021). Sidang lanjutan tersebut mendengar keterangan saksi ahli. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Nia Ramadhani mengonsumsi sabu karena alasan masalah pribadi. Ia juga teringat perbincangan dengan rekan-rekan sesama artis soal sabu yang dapat menghilangkan rasa sedih yang dialaminya.

Ia mengaku mengonsumsi sabu saat dirinya merasa terpuruk setelah sang ayah meninggal pada 2014. Nia mengaku mengalami kesedihan yang memuncak pada April 2021. Ketika itu, Nia tidak tahu kepada siapa harus mengutarakan perasaan hatinya yang sedang terguncang.