Studi Sebut Lupus Jadi Penyakit Autoimun yang Lebih Banyak Menyerang Perempuan Daripada Laki-Laki

Vinsensia Dianawanti diperbarui 13 Mei 2022, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Selain kanker rahim dan kanker payudara, lupus menjadi penyakit yang mengintai perempuan. Menurut data yang dilansir dari Very Well Health, sebanyak 1,5 juta orang di Amerika Serikat menderita lupus. 90% di antaranya merupakan perempuan.

Dikutip dari laman resmi CDC, lupus menjadi penyakit autoimun kronik yang lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki. Jika seseorang mengidap lupus biasanya memiliki risiko lebih tertinggi terhadap penyakit lain, seperti penyakit jantung dan osteoporosis.

Dokter sendiri tidak bisa mengidentifikasi dengan pasti alasan di balik pasien lupus kebanyakan adalah perempuan. Namun diperkirakan adanya perbedaan gen dan hormon yang menjadi pengantar kimia yang mengirimkan pesan dari otak ke seluruh tubuh.

"Uji coba pada hewan menunjukkan bahwa estrogen berkontribusi pada perkembangan lupus dan menjadikannya lebih berat," seperti dikutip dari laman Lupus.org.

 

2 dari 3 halaman

Faktor penentu

Ilustrasi sakit lupus. Sumber foto: unsplash.com.

Para peneliti masih terus melakukan uji klinis untuk mempelajari apa yang membuat perempuan lebih mudah mengidap lupus daripada lakil-laki. Faktor lain seperti ras, etnis, atau riwayat keluarga menjadi faktor berkembangnya lupus pada tubuh.

Mendiagnosa lupus sendiri merupakan tantangan bagi para dokter. Pasalnya tidak ada satu tes tunggal yang membantu dokter menentukan dengan pasti apakah seseorang memiliki lupus atau tidak. Dibutuhkan pemeriksaan komprehensif untuk memeriksa kromosom pada tubuh.

 

3 dari 3 halaman

Gejala yang mungkin muncul

Namun dokter bisa mulai mengidentifikasi lupus dari gejala yang dialami oleh pasien. Gejala ini juga menentukan jenis lupus apa yang dialami oleh seseorang.

Seperti misalnya pada lupus eritematosus sistemik yang menjadi jenis lupus paling umum. Jenis lupus ini dapat memengaruhi beberapa bagian tubuh.

Gejala yang mungkin timbul dari lupus eritematosus sistemik ini adalah kelelahan, rambut rontok, sensitif terhadap matahari, nyeri dan bengkak sendi, demam yang tidak jelas, ruam kulit hingga masalah ginjal. Karena tidak ada tes khusus untuk mendeteksi lupus ini, biasanya dokter akan menanyakan tentang keluarga dan riwayat kesehatan pribadi.