Apa Itu Festival Qixi? Hari Valentine ala Masyarakat China Berawal dari Kisah Romantis di Dinasti Han

Vinsensia Dianawanti diperbarui 05 Agu 2022, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Bicara soal hari kasih sayang, banyak orang akan selalu teringat dengan hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari. Namun lainnya dengan di China.

Selain memiliki sistem penanggalan kalender sendiri, China juga memiliki hari Valentine sendiri yang dirayakan dalam festival Qixi. Festival ini dirayakan setiap harinya pada hari ketujuh di bulan ke tujuh pada kalender China.

Tahun ini, festival Qixi jatuh pada 4 Agustus 2022. Mengutip dari laman Time Out, festival Qixi sudah dirayakan sejak lebih dari 2000 tahun lalu. Festival ini sendiri berawal dari kisah cinta romantis di Dinasti Han.

Festival Qixi berawal dari legenda yang mengisahkan sepasang kekasih bernasib sial. Adalah Zhinhu yang merupakan gadis penenun dan putri seorang dewi dengan Niulang yang merupakan gembala sapi yang rendah hati.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Legenda yang melekat

Ilustrasi kata-kata ucapan, Hari Valentine. (Photo by Jamie Street on Unsplash)

Keduanya pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka pun menikah dan Zhinhu dikaruniai dua anak, laki-laki dan perempuan. Sayangnya, ketika ibu Zhinhu mengetahui putrinya menikah dengan kalangan masyarakt biasa, Zhinhu langsung dibawa kembali ke surga dan membuat sungai besar penghalang bumi dan surga guna memisahkan pasangan ini.

Seekor burung murai di darat tersentuh dengan cinta Zhinhu dan Niulang. Ia pun terbang ke surga dan membantu pasangan ini membuat jembatan di sebrang sungai. Kehadiran jembatan ini memungkinkan pasangan ini untuk bertemu.

Akhirnya, pasangan ini mendapat restu dari ibu Zhinhu karena cinta mereka yang tulus. Pasangan ini diizinkan bertemu setahun sekali pada hari yang sama, yakni pada hari ke tujuh dari bulan lunar ke tujuh.

 

3 dari 3 halaman

Tradisi festival Qixi

Legenda ini akhirnya dikaitkan dengan festival Qixi atau hari Valentine China yang dirayakan pada hari ke tujuh bulan ke tujuh. Dalam tradisinya, perempuan berpakain Hanfu, pakaian tradisional China yang memiliki jubah panjang bergaris dengan lengan longgar dan ikat pinggang untuk merayakan festival Qixi.

Para perempuan ini menghabiska hari dengan menyiapkan persembahan teh, anggur, bunga, dan berbagai buah-buahan untuk berdoa kepada Zhinhu untuk kebijaksanaan dan mengabulkan keinginan mereka. Perempuan lajang akan berdoa kepada pasangan surgawi dengan harapan menemukan pasangan yang baik. Sedangkan perempuan yang baru menikah ingin melahirkan bayi.

Pada malam harinya, para perempuan akan berkumpul dan bersaing satu sama lain untuk memasang benang ke jarum. Meski ada beberapa makanan yang biasanya disiapkan selama Qixi dan berbeda-beda di setiap daerah, hidangan populer yang dibuat dan dimakan selama festival adalah Qiaoguo.

Sajian ini adalah sepotong kue goreng tipis yang dibuat dari campuran minyak, tepung, gula, dan madu. Orang-orang percaya bahwa dengan memakan Qiaoguo akan membantu menyatukan kembali pasangan di Jembatan Magpie.