Lady Boss: Percaya Proses, Amanda Susanti Tumbuhkan Sayurbox Bersama Petani

Nizar Zulmi diperbarui 29 Nov 2022, 15:41 WIB

Fimela.com, Jakarta Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Seperti halnya membantu menyejahterakan para petani di Indonesia, bisa dimulai dari ide dan niat tulus untuk berbuat sesuatu bagi kemaslahatan orang banyak.

Hal tersebut dilakukan oleh Amanda Susanti Cole, CEO dan Co-Founder layanan belanja sayur dan buah online, Sayurbox. Berawal dari kecintaannya terhadap dunia agrikultur, ia membawa misi yang lebih besar lewat startup yang ia gagas tersebut.

Indonesia sebagai negara agraris dan kepulauan memiliki jutaan petani yang menggantungkan hidupnya di pertanian. Sayangnya, di sebagian besar wilayah negara kita rantai perdagangan yang terjadi di lapangan begitu panjang sehingga mereka kesulitan menjual produk mereka ke konsumen. Untuk itu, lahirlah Sayurbox yang menyediakan akses dan memberi kemudahan dalam proses tersebut.

"Sayurbox itu solve masalah pertama yaitu rantai distribusi yang panjang, petani tidak ada akses. Kita sebagai Sayurbox menyediakan akses itu kepada pasar, jadi kita bantu petani untuk mendistribusikan produk-produk mereka ke pasar. Kita juga mulai pendanaan dan membantu training and development supaya yield mereka, produktivitas mereka juga meningkat dan income mereka meningkat," jelas Amanda Susanti dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan FIMELA.

Keresahan itu dirasakan sendiri Amanda Susanti karena ia punya passion yang kuat di dunia agrikultur, ditambah ia juga pernah menjadi seorang petani di Sukabumi, Jawa Barat. Perempuan lulusan University of Manchester ini pun tergerak memulai bisnis yang akan berdampak langsung kepada para petani. 

What's On Fimela
Amanda Susanti for Fimela Lady Boss (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Nurman Abdul Hakim/Fimela.com)

"Aku passionate banget sama agrikultur soalnya emang dulu pernah bertani juga, dan bener-bener merasakan susahnya menjual semua produk pertanian soalnya kan ada yang bagus tapi pasti juga ada grade yang kurang bagus. Jadi salah satu yang aku passionate banget, ingin solve jadi petani bisa bener-bener jual semua produk mereka dan gak banyak yang harus dibuang gitu, soalnya the reality is sekarang banyak banget yang menjadi waste, jadi dengan Sayurbox kita gak hanya jual ke B2C, gak cuma konsumen rumahan, tapi juga ke B2B Horeca (Hotel, Restaurant, Cafe) industry gitu. Jadi grade-grade yang mungkin kurang bagus itu kita bisa jual untuk diproses ulang. Jadi idenya adalah petani bisa menjual semua hasil panenannya dan gak ada harus yang dibuang," tuturnya.

Dalam perjalanan mengembangkan bisnis, Amanda menyampaikan telah melewati banyak tantangan dan proses bertumbuh. Ia bermitra dengan petani dan mendengar masukan mereka untuk mengembangkan bisnis yang lebih sustainable. Ia percaya, segala sesuatu perlu proses dan kemauan untuk berkembang. 

"Dari awal sampai sekarang semuanya bertahap, jadi nggak ada shortcut. Awalnya mulai dengan kita jual ke keluarga lewat Whatsapp dari rumah sendiri gitu, lama-lama kita lihat ini banyak yang berminat, petani juga tertolong. Ini caranya bagaimana kita bisa scale up this business dan dari situ kita mulai mencari funding. Ini sudah lebih dari 5-6 tahun jadi memang semua itu ada prosesnya, kita untungnya bisa dapet banyak mentorship kita banyak bertanya, aku juga awal-awalnya gak ngerti gitu harus ngerjain apa untungnya banyak yang bisa bantu. Aku banyak bertanya, lalu kami eksekusi dan membangun bisnis ini step by step," papar Amanda.

Kini Sayurbox memasuki tahun keenam dan telah menjadi salah satu top of mind di sektor e-grocery. Ia punya mimpi yang ingin ia wujudkan bersama rekan-rekan dan para petani, yakni bisa melibatkan dan membantu lebih banyak orang di Indonesia.

"Mimpi buat Sayurbox dari awal itu supaya kita bener-bener bisa kerja bareng petani untuk mendistribusikan produk agriculture dengan baik dan segar kepada masyarakat Indonesia, itu nomor 1. Hopefully kita bisa go nationwide ya, sekarang kita masih di 3 kota, Jakarta, Surabaya dan Bali. Semoga kita bisa mendistribusikan dan work with farmers all over Indonesia. And not only that, we help to make farming sexy again supaya pertanian jadi pekerjaan yang banyak orang yang mau lakukan di Indonesia," harapnya. 

Dalam sesi wawancara ini, Amanda Susanti berbagi sejumlah cerita menarik dari sudut pandangnya tentang berproses dan bertumbuh, sesuatu yang lebih bermakna dari sekadar meraih kesuksesan. Simak kutipan wawancara selengkapnya berikut ini. 

2 dari 3 halaman

Berangkat dari Dedikasi dan Kepedulian

Amanda Susanti for Fimela Lady Boss (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Nurman Abdul Hakim/Fimela.com)

Amanda Susanti menyadari permasalahan yang dirasakan petani cukup lama terjadi. Ketimbang menunggu perubahan terjadi, ia memilih untuk membuat percikan-percikan itu sendiri. Keresahan itu coba ia jawab dengan sebuah solusi yang konsisten ia perjuangkan sampai saat ini.

Sejak kapan ide membuat Sayurbox muncul dan diyakini akan jadi sesuatu yang besar?

Sayurbox kita mulai tuh tahun 2017 di sana mungkin cerita sedikit tentang bagaimana Sayurbox mulai, aku waktu itu bertani di Sukabumi dan aku liat itu betapa banyaknya petani-petani itu susah dapat akses ke pasar, selain issue itu ada juga mereka tuh gak tahu mesti nanem apa, mereka juga susah dapat pendanaan dan susah untuk optimal memproduksi panenan mereka gitu, jadi the first thing we did with Sayurbox itu solve masalah pertama yaitu rantai distribusi yang panjang, petani tidak ada akses, kita sebagai sayurbox menyediakan akses itu kepada pasar, jadi kita bantu petani untuk mendistribusikan produk-produk mereka ke pasar.

Awalnya sih mulai dari situ setelah itu baru kita mulai juga pendanaan dan juga membantu training and development supaya yield mereka, produktivitas mereka juga meningkat dan income mereka meningkat, jadi awalnya mulai Sayurbox itu we realize that’s a big problem, karena memang petani di Indonesia banyak banget, ada puluhan juta petani dan ia punya kontribusi pertanian terhadap GDP sangat tinggi ya, sekitar 13% so kita melihat ini problem yang sangat besar, yang Sayurbox pengen bantu untuk mencapai, jadi sekarang konsumen bisa beli langsung dari sayurbox kita langsung kirim besoknya.

Dalam membangun startup tentu butuh modal besar dan tim yang solid. Bagaimana cara Anda mengcover dua hal tersebut?

Dari awal sampai sekarang I think semuanya itu bertahap jadi nggak ada shortcut. Awalnya mulai dengan kita jual ke keluarga lewat Whatsapp dari rumah sendiri gitu, lama-lama kita lihat ini banyak yang berminat, petani juga tertolong. Bagaimana caranya kita bisa scale up this business dan dari situ kita mulai mencari funding gitu, tapi ini kan over the past 5-6 years jadi memang semua itu ada prosesnya, kita untungnya bisa dapet banyak mentorship kita banyak bertanya, aku juga awal-awalnya nggak ngerti harus ngerjain apa, untungnya banyak yang bisa bantu. Aku banyak bertanya, we execute it dan we were able tu build the business step by step.

Apa atau siapa inspirasi terbesar Anda dalam mengembangkan Sayurbox?

Mungkin gak ada one single source of inspiration cuman kaya nomor 1 inspirasi dari memulai sesuatu pastinya dari aku lihat dari issue apa yang bisa kita solve, dan aku lihat issue ini sangat besar dan itu menjadi inspirasi utamaku. Of course through the way there's a lot of inspiration I get from a lot of people, salah satunya petani kami, pelanggan kami dan juga tim yang membuat saya terus melaju. Tim juga sangat semangat untuk bekerja untuk solve this issue jadi ya I think through the journey banyak banget inspirasi dari berbagai macam orang.

Amanda Susanti for Fimela Lady Boss (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Nurman Abdul Hakim/Fimela.com)

Apa saja keunggulan yang ditawarkan Sayurbox kepada pelanggan?

One thing is that, kita make sure dari awal sampai sekarang kita fokuskan itu konsep from to table kita jadi panen kita langsung kirim jadi supaya produk-produk Sayurbox itu selalu fresh, operational kita, kita always quality first jadi quality Sayurbox kita ingin sangat bagus atau atleast transparan. Misalkan kita jual produk-produk yang imperfect gitu tapi customer bisa liat “oh ini produk yang grade A, grade B” jadi they know exactly what they're getting, mungkin itu salah satu.

Selain itu memang banyak perkembangan dari Sayurbox 1.0, ya dulu kita emang fokusnya di sayuran, masih kita masih fokus sayuran tapi kita juga ada produk-produk lain kita, ada daging, buah, dan kita ada grocery-grocery lainnya jadi bisa bener-bener build your basket at Sayurbox. Sekarang kita juga bisa ada pengiriman pesan di malam hari jadi jam 12, pagi-pagi sudah sampe, jadi jam 5 subuh itu produk sudah mulai dikirim dan nanti customer memilihkan time slot jadi biar gampang sama convenient buat customer-customer sayurbox and kita juga ada Sayurkilat jadi ini buat customer yang kebetulan kalau ingin masak on the spot nanti kita akan kirim dalam waktu 1 jam tapi ya I think kalau dengan start up and any business kita selalu berinovasi, kita ingin selalu berkembang dan become better for customer jadi we always want to take customers feedback continuously and keep improving, kita masih realize that there still a long way to go.

Apa value yang jadi prinsip Sayurbox dalam melayani mitra dan pelanggan?

Di Sayurbox kita ada 4 value yang menurut kita penting banget. Pertama customer-obsessed, jadi we do services kita emang buat customer, we do everything for customers, we wanna make sure quality kita bagus, delivery on time, pokonya customers kalo cari produk selalu available, tapi gak hanya itu kita juga mikir kan petani kita juga customer kita, so we wanna make sure whoever we work with itu kita sangat obsess dengan itu. Number 2 yang menurut aku one of the most important itu having a growth mindset, jadi tiap kali kita growing kita juga ingin team yang join Sayurbox itu selalu punya mindset selalu ingin berkembang, karena kita ingin bisnis juga berkembang. Jadi kalo bisa team ikut berkembang kita have that mindset that anything is possible itu yang akan push us to grow further. 

I think number 3 is high ownership jadi we want each team to feel like ini bisnis mereka sendiri dan bener-bener feel the passion and impact. Nomor 4 itu positivity and impactful colaboration jadi selalu saling respect selalu bisa bekerja sama, bisa open communication so we really hope kita bisa tanamkan semua ini dalam culture kita supaya Sayurbox bisa terus berkembang ke depannya.

Sudah berapa petani yang sekarang bermitra dengan Sayurbox sejauh ini?

Petani di Sayurbox kita sekitar ada 10 ribuan kalau kita hitungin bener-bener indiviual smalholder farmers. Kita selalu coba memberi lebih kepada para petani, jadi selain akses ke pasar kita juga membantu petani untuk dapat akses pendanaan juga, jadi kita ada kerja bareng bank-bank lain sama P2P Lending Companies untuk bisa funding petani supaya mereka bisa berkembang. Kita juga ada training and development, jadi kita ada program petani bisa ikut ekosistem Sayurbox dan mereka bisa continue to learn from us, kita ada training center bareng sama partner kita untuk bisa membantu petani meningkatkan produktivitas mereka.

Apa perasaan bahagia yang Anda rasakan dalam mengembangkan Sayurbox?

Mungkin bisa lihat dampaknya ya kepada temen-temen petani kita, jadi kita lihat development di daerah yang kita fokuskan banyak petani yang udah bisa ngebangun fasilitas, rumah, dan lain-lain. Jadi I think itu yang membuat aku dan also the team bener-bener ngerasa “Eh we’re really creating impact on the farmer site and on the consumer site". Juga melihat mungkin kaya pas Covid-19 kemarin banyak yang kena Covid mereka gak bisa keluar rumah takut nularin keluarga, kita dengan Sayurbox bisa mengirimkan langsung ke rumah dan you know we’re able to keep people safe so that was one of the things that was yang membuat senang bisa melakukan itu dan menggembirakan customer.

Melihat industri dan persaingan yang makin pesat, bagaimana cara Anda memanage perkembangan Sayurbox? Pace-nya secepat apa?

Jadi menurut aku berkompetisi itu sehat ya, it’s a big market, it’s a big space, seneng juga melihat startup-startup lain dan orang-orang lain mencoba improve and solving problems gitu, kalau dari Sayurbox sendiri sih I always think everything is a process and everything take steps and takes time gitu, of course we want the team to be passionate we want team to be motivated to work hard. Kami inign memastikan kita bener-bener ngebangun bisnis yang solid dan sustainable going forward. Again, there’s no shortcuts, we’re here to build the business in the long term impact.

3 dari 3 halaman

Terus Bertumbuh dan Yakini Kemampuan Diri

Amanda Susanti for Fimela Lady Boss (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Nurman Abdul Hakim/Fimela.com)

Apa yang membuat Anda jatuh cinta dan punya concern terhadap dunia agrikultur?

Aku passionate banget sama agrikultur soalnya emang dulu pernah bertani juga, dan bener-bener merasakan susahnya menjual semua produk pertanian soalnya kan ada yang bagus tapi pasti juga ada grade yang kurang bagus. Jadi salah satu yang aku passionate banget, ingin solve jadi petani bisa bener-bener jual semua produk mereka dan gak banyak yang harus dibuang gitu, soalnya the reality is sekarang banyak banget yang menjadi waste, jadi dengan Sayurbox kita gak hanya jual ke B2C, gak cuma konsumen rumahan, tapi juga ke B2B Horeca (Hotel, Restaurant, Cafe) industry gitu. Jadi grade-grade yang mungkin kurang bagus itu kita bisa jual untuk diproses ulang. Jadi idenya adalah petani bisa menjual semua hasil panenannya dan gak ada harus yang dibuang.

Banyak perempuan yang memegang posisi penting di perusahaan Anda, apa alasannya?

Kita gak ada discrimination sih, in hiring we make sure we hired the right people and turns out kebetulan orang-orang yang kita hire adalah perempuan. And I think for myself I love working with women, we have a great group and support system. And also have great boys in the organization and maintain the organization. Jadi memang kita focus making sure everything is equal ya, both women men and I think we’re happy that we have a lot of strong female leaders in Sayurbox, dan semoga mereka bisa jadi contoh bahwa perempuan bisa melakukan pekerjaan yang hebat.

Mungkin masih banyak perempuan yang merasa insecure untuk menjadi leader. Dari pengalaman Anda, apa yang bisa disampaikan untuk memotivasi mereka?

Menurut aku sih for female entrepreneurs out there atau people that are scared to take the next steps, I know is easier to say than to do, cuman I think it’s really just jangan terlalu banyak berpikir negatif gitu, Just make sure to take the next step, surround yourself with positive people, surround yourself with people that want to support you, cari mentor supaya selalu bisa belajar dari orang, selalu punya rasa penasaran, dan jangan takut bertanya. Menurut aku setiap orang itu setara, jadi aku rasa perempuan juga bisa melakukan sesuatu lebih baik dari pria, jadi mindset bahwa perempuan juga bisa diandalkan sangat penting.

Amanda Susanti for Fimela Lady Boss (Foto: Bambang E Ros, Digital Imaging: Nurman Abdul Hakim/Fimela.com)

Bicara tentang support system tadi di Sayurbox sendiri, siapa aja yang jadi support system Anda selama ini?

Menurut aku, aku lumayan beruntung punya support system banyak yang di sekitarku, dan itu yang menurutku membantu perusahaan dan aku pribadi untuk terus berkembang. Keluarga super supportive, aku beruntung juga dapat Co-Founder ku yang juga sangat supportive dan ramah. I can’t imagine doing a business and scaling up the business myself, kan banyak times pasti merasa sendiri gitu tapi dengan support founder-founder aku, I think having that team spirit and doing it together itu penting banget.

Apa mimpi dan impian yang ingin diwujudkan bersama Sayurbox?

Mimpi buat Sayurbox dari awal itu supaya kita bener-bener bisa kerja bareng petani untuk mendistribusikan produk agriculture dengan baik dan segar kepada masyarakat Indonesia, itu nomor 1. Hopefully kita bisa go nationwide ya, sekarang kita masih di 3 kota, Jakarta, Surabaya dan Bali. Semoga kita bisa mendistribusikan dan work with farmers all over Indonesia. And not only that, we help to make farming sexy again supaya pertanian jadi pekerjaan yang banyak orang yang mau lakukan di Indonesia.

Bagaimana cara Anda mengupgrade kualitas diri?

Cara aku mengupgrade kualitas diri pertama aku sering banyak nanya, I think we can always learn something from someone jadi untuk bertanya walaupun you’re asking stupid question tapi selalu mau belajar dan selalu mau bertanya itu satu, dan mungkin one thing I do is like aku juga bangun pagi jam 5 pagi udah bangun langsung olahraga jadi making sure yourself is healthy dari segi fisik mental juga jadi aku coba meditasi juga so I think that’s one, and then ya I think just focus on doing spending time with family is also important for me, and ya terus belajar.