Melepaskan 5 Hal Ini Bantu Temukan Kebahagiaanmu Lagi

Febi Anindya Kirana diperbarui 07 Mar 2023, 15:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Beberapa orang di dunia ini merasa tak bahagia dengan hidupnya. Ada banyak alasan seseorang tidak merasa bahagia, mulai dari tidak bisa mencapai impian, mengalami kegagalan, kehilangan orang tersayang hingga merasa kesepian. Tapi tahukah kamu bahwa banyak penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa hal sebaiknya dilepaskan agar kita bisa merasa bahagia. Hal apa sajakah itu? Ini sekian hal yang jika dilepaskan justru mampu membuatmu bahagia.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Keluhan

ilustrasi perempuan bahagia/Photo by Abet Llacer from Pexels

Kita semua pasti pernah mengeluh, merasa jengkel dan menggerutu terhadap sesuatu yang tidak kita sukai ataus esuai ekpektasi. Tapi ternyata melepaskan pikiran negatif dan mengurangi kebiasaan mengeluh mampu membuat pikiran merasa damai. Belajar melepas pergi, memaklumi dan menyadari bahwa setiap manusia pasti melakukan kesalahan dan tidak sempurna. Meski dunia tidak adil, tetapi kita tidak menyimpan kebencian itu di hati selama-lamanya. Kita perlu belajar lebih banyak bersyukur, melihat dari sisi yang berbeda bahwa seringkali kita lupa untuk berterima kasih atas apa yang sudah kita miliki.

3 dari 6 halaman

2. Tidak mau berubah

ilustrasi perempuan mandiri/Dean Drobot/Shutterstock

Lepaskan kebiasaan bersikap dan berpikiran kaku, apalagi tidak mau berubah dan menerima perubahan. Padahal hidup itu berubah secara alami, dinamis dan harus berkembang, karena itu kita juga harus berubah. Kita tidak bisa selamanya berpegang teguh pada persepsi, pola, dan perilaku yang sama dan berharap hidup kita akan berbeda. Misalnya lajang selama bertahun-tahun, tidak mau mengenal orang lebih dekat tapi maunya cepat menikah dan menemukan jodoh. Daripada terbiasa mengkritik orang, lebih seringlah berkaca dan introspeksi diri, mungkin pikiran kita yang sempit dan tidak mau berubah.

4 dari 6 halaman

3. Yakin dirimu paling benar

ilustrasi bahagia single/heartor/Shutterstock

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, merasa paling benar sendiri seringkali tanda bahwa kamu tidak mau berpikiran terbuka dan tak mau berubah. Orang-orang seperti ini biasanya tidak bahagia karena tak bisa menerima kritik dan saran, berpikiran sempit dan ingin menang sendiri. Ada banyak hal yang berbenturan dengannya, dan ia tidak terima jika dianggap salah. Kebenaran itu sendiri seringkali relatif, dan jika kita tak bisa terbuka terhadap sudut pandang baru, bukan hanya ketinggalan banyak hal, tapi juga mempersulit diri sendiri.

5 dari 6 halaman

4. Merasa jadi korban

ilustrasi perempuan tersenyum/Phinnasan/Shutterstock

Mindset playing victim seringkali membuatmu tidak bahagia. Kamu merasa semua orang bersalah padamu, kamu yang menjadi korban atas tindakan mereka dan mengambinghitamkan orang lain atas kegagalan dan kesulitanmu sendiri. Padahal sebenarnya bisa saja kamulah yang melakukan kesalahan dan karena kamu berpikiran sempit, kamu merasa benar, kamu berhak melimpahkan kesalahan pada orang lain. Seperti anak-anak, kita terlalu mendramatisir rasa sakit yang kita rasakan sebagai cara untuk mendapatkan perhatian. Ketika mendapat perhatian, kamu merasa senang, tapi sebenarnya tidak bahagia.

6 dari 6 halaman

5. Terjebak masa lalu

ilustrasi perempuan cantik/GBJSTOCK/Shutterstock

Jangan hidup di masa lalu, karena terjebak masa lalu adalah penyebab kamu tidak bahagia selama ini. Situasi yang tak adil, kehilangan, pengkhianatan, penipuan, terluka dan kecewa di masa lalu sebaiknya dijadikan pelajaran, bukan dibawa terus seumur hidup. Apa gunanya meratapi masa lalu? Kamu tak bisa mengulangnya, hanya mengungkitnya, menyimpan dendam, marah, dan sedih di hati. Akhirnya menimbulkan stres, depresi dan bahkan penyakit fisik. Mau merasa bahagia dari mana?

Jadi jika kamu ingin merasa bahagia, pastikan dulu sudah membuang dan melepaskan semua hal di atas agar bisa temukan lagi kebahagiaanmu.

#Breaking Boundaries