Potret Cantiknya Kate Middleton Berkerdung saat Kunjungi Muslim Centre

Hilda Irach diperbarui 10 Mar 2023, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Kate Middleton menunjukkan dukungannya untuk Turki dan Suriah. Pada (9/3), dia bersama dengan Pangeran William mengunjungi Hayes Muslim Centre di London untuk bertemu dengan para penggalang dana yang telah mendukung korban gempa di Turki dan Suriah.

Untuk menghormati umat Islam, Putri Wales tampak menutupi kepalanya dengan kerudung putih berhias bordir hitam. Kerudung tersebut merupakan koleksi dari brand asal Pakistan, Élan.

Dia memasangkan kerudung dengan mantel hitam klasik Catherine Walker dengan gaun lipit dari Alexander McQueen yang dikenakan sebelumnya untuk menemui masyarakat setelah Ratu Elizabeth II meninggal September lalu.

 
What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Tenteng Tas Rp38 Jutaan

Kehadiran Kate Middleton di Muslim Centre untuk memberi dukungan pada Turki dan Suriah. @disastersemergencycommittee.

Kate juga membawa tas tangan dari Grace Han seharga US$2444 atau sekitar Rp38 juta dan mengenakan sepatu hak hitam Gianvito Rossi seharga US$704 atau sekitar Rp11 juta. Wajahnya dirias dengan makeup tipis yang membuat penampilannya terlihat anggun dan berwibawa.

Dalam kunjungan ini, Kate dan Pangeran William bertemu dengan pekerja amal yang baru saja kembali dari zona krisis bersama dengan perwakilan dari pusat yang telah mengirimkan bantuan gempa. Kelompok tersebut mengumpulkan lebih dari £25.000 atau sekitar Rp462 juta untuk membantu para korban di Suriah dan Turki.

Sebuah video yang dibagikan di Twitter oleh reporter Daily Mail, Rebecca English memperlihatkan Kate dan Pangeran William yang turut mengambil bagian dalam sesi pembuatan origami dengan Asosiasi Wanita Turki. Mereka membuat bangau kertas yang merupakan simbol penyembuhan dan harapan.

Ini bukan kali pertama Kate Middleton tampil berkerudung. Sebelumnya penampilan berkerudung Kate Middleton juga pernah ditunjukkan saat ia mengunjungi sebuah masjid di Malaysia pada 2012 dan saat dia melakukan kunjungan ke Pakistan di tahun 2019.