5 Alasan Pria Menjauh padahal Dia yang PDKT Duluan

Endah Wijayanti diperbarui 26 Sep 2023, 15:15 WIB

 

Fimela.com, Jakarta Mungkin kamu pernah mengalami situasi yang membingungkan di mana seorang pria yang tampak begitu tertarik untuk mengenalmu lebih dalam akhirnya memilih untuk menjauh. Padahal, dia yang memulai pendekatan pertama (PDKT) dan memberikan sinyal positif. Kita mungkin masih sering mengasosiasikan bahwa hanya perempuan yang bisa berubah pikiran dalam urusan asmara, tetapi kenyataannya, pria juga dapat mengalami perubahan dalam perasaan dia.

Seorang pria yang awalnya tampaknya sangat tertarik dan gigih dalam pendekatan awal, tiba-tiba bisa memutuskan untuk menjauh. Apa yang sebenarnya terjadi di balik perubahan drastis ini? Nah, kali ini kita akan membahas lima alasan mengapa pria bisa menjauh padahal dia yang duluan PDKT. Yuk, simak uraiannya di bawah ini.

 

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Dia Baru Menyadari bahwa Dirinya Belum Siap Menjalin Hubungan Serius

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Damix

Salah satu alasan pria bisa menjauh setelah memulai pendekatan pertama adalah karena dia mungkin baru saja menyadari bahwa dia sebenarnya belum siap untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Awalnya, perasaan tertarik bisa membuat seseorang terbawa suasana dan mulai mendekati seseorang, tetapi ketika kenyataan akan tanggung jawab dan komitmen dalam sebuah hubungan serius mulai muncul, dia bisa merasa cemas dan memutuskan untuk mundur.

Dia mungkin merasa belum cukup matang atau belum memiliki kesiapan emosional untuk menghadapi hubungan yang lebih dalam. Memang sulit untuk menghadapi perasaan seperti ini, terutama ketika pria tersebut mungkin sudah membentuk ikatan emosional awal denganmu. Namun, alih-alih menyalahkan diri sendiri, penting untuk memahami bahwa perasaan kesiapan seseorang untuk hubungan serius adalah sesuatu yang sangat subjektif.

 

 

3 dari 6 halaman

2. Dia Masih Ragu dengan Perasaannya Sendiri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Sevendeman

Pria juga bisa merasa ragu-ragu dengan perasaannya sendiri. Meskipun dia mungkin tampak antusias saat memulai PDKT, seiring berjalannya waktu, dia bisa merasa bingung tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Rasa ragu ini bisa muncul karena pengalaman masa lalu yang buruk atau ketidakpastian tentang apakah dia benar-benar merasa cocok denganmu. Kegelisahan ini bisa menyebabkan dia menjauh untuk memberi diri dia waktu untuk merenung dan mencari tahu perasaan dia.

Rasa ragu ini bisa disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang buruk, kegagalan hubungan sebelumnya, atau ketidakpastian tentang apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidupnya. Pria ini mungkin memutuskan untuk menjauh agar ia memiliki waktu untuk merenungkan perasaannya dan memahami lebih baik apa yang sebenarnya ia cari dalam hubungan.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Dia Merasa Masih Perlu Memperbaiki Diri Lagi

Move on juga butuh keputusan./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384

Kadang-kadang, pria bisa merasa bahwa dia masih perlu bekerja pada diri dia sendiri sebelum dia bisa terlibat dalam hubungan yang serius. Ini mungkin termasuk mengatasi masalah pribadi, meningkatkan karier, atau bahkan mengatasi masalah emosional tertentu. Dia mungkin merasa bahwa dia belum siap untuk memberikan diri dia sepenuhnya dalam hubungan karena masih memiliki perbaikan yang harus dilakukan dalam hidup dia. Oleh karena itu, dia memilih untuk menjauh untuk fokus pada diri dia sendiri.

Ketika pria ini menyadari bahwa ada area yang perlu ditingkatkan dalam hidupnya, ia mungkin merasa bahwa melanjutkan hubungan denganmu akan menjadi pengalihan dari usahanya untuk memperbaiki diri. Ini bukan berarti ia tidak tertarik atau peduli padamu, tetapi lebih tentang kesadaran bahwa ada perjalanan yang perlu ia lalui untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Dia Mengalami Sesuatu yang Membuat Hatinya Berubah

Selalu ada cara untuk move on./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima

Kehidupan seseorang bisa berubah dengan cepat, dan terkadang perubahan ini dapat memengaruhi perasaan dan prioritas dia dalam hubungan. Pria yang dulunya sangat tertarik pada kamu mungkin mengalami peristiwa atau perubahan situasi yang membuat dia mengubah perspektif dia tentang hubungan. Ini bisa termasuk masalah keluarga, pekerjaan baru, atau bahkan pertemuannya dengan orang lain yang membuatnya merasa lebih cocok. Meskipun tidak selalu adil, perubahan seperti ini bisa menyebabkan dia menjauh.

Ketika seseorang menghadapi situasi yang sulit atau mengalami perubahan mendalam dalam hidupnya, ia mungkin memutuskan untuk menjauh dari hubungan agar dapat fokus pada masalah pribadinya. Ini bisa menjadi tanda kematangan emosional, di mana pria tersebut sadar bahwa ia tidak dapat memberikan diri sepenuhnya dalam hubungan jika ia belum meresapi perubahan tersebut. Meskipun ini bisa menyakitkan, terkadang menjauh adalah cara terbaik untuk menjalani perubahan dalam hidup.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Dia Merasa Belum Cocok Saja Denganmu, tapi Ini Bukan Salahmu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/theshotsco

Seorang pria bisa menjauh karena dia merasa bahwa hubungan ini tidak sesuai dengan harapan atau kebutuhan dia. Ini bukan berarti ada yang salah denganmu sebagai individu, tetapi bisa jadi dia menyadari bahwa kalian berdua memiliki perbedaan yang signifikan dalam nilai-nilai, tujuan hidup, atau minat. Ini adalah hal yang wajar dalam hubungan, dan lebih baik bagi dia untuk mengambil langkah mundur daripada melanjutkan hubungan yang tidak memuaskan.

Penting untuk diingat bahwa ini bukanlah kesalahanmu. Setiap orang memiliki preferensi dan prioritas berbeda dalam hal hubungan, dan terkadang, dua orang mungkin hanya tidak cocok satu sama lain dalam jangka panjang. Lebih baik mengetahui ini sejak dini daripada terus melanjutkan hubungan yang tidak akan membawa kebahagiaan jangka panjang bagi keduanya.

Apa yang Seharusnya Dilakukan?

Jadi, apa yang seharusnya kamu lakukan jika menghadapi situasi ini? Pertama, penting untuk diingat bahwa perubahan dalam hubungan adalah hal yang alami. Alih-alih merasa terlalu terpukul atau bersalah, cobalah untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan perkembangan emosionalnya sendiri.

Komunikasi terbuka juga sangat penting. Jika pria tersebut memutuskan untuk menjauh, cobalah untuk berbicara dengannya dan bertanya mengapa dia membuat keputusan tersebut. Ini bisa membantu kamu mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasinya dan membantu kamu untuk bergerak maju dengan lebih baik.

Dalam beberapa kasus, menjauhnya seorang pria mungkin sebenarnya merupakan hal yang positif, karena hal ini memberi kamu kesempatan untuk fokus pada diri sendiri dan mengejar hubungan yang lebih sehat dan memuaskan di masa depan. Terlepas dari alasannya, penting untuk menghormati keputusannya dan menjaga kesejahteraanmu sendiri dalam prosesnya.