Fimela.com, Jakarta Bagi sebagian orang, penggunaan parfum sudah menjadi rutinitas harian, bukan lagi sebagai pelengkap penampilan. Aroma pada parfum bisa membangkitkan mood, meningkatkan rasa percaya diri, dan memberikan kesan positif. Sama seperti memilih outfit yang tepat, aroma parfum yang tepat juga membantu kita lebih percaya diri dalam menjalani hari.
Tak heran jika memakai parfum sebelum beraktivitas sudah menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan. Seperti saat ke kampus, ke kantor, atau acara-acara tertentu. Namun, terkadang kita merasa heran karena wangi parfum yang kita miliki tidak bertahan lama padahal sudah semprot cukup banyak.
Hal ini sering membuat orang berpikir bahwa parfum yang ia miliki kurang berkualitas, padahal bisa jadi karena salah cara pemakaian dan titik spot yang kurang tepat. Melansir gatsby.co.id lokasi penyemprotan parfum ternyata sangat berpengaruh terhadap ketahanannya. Jangan sampai salah lagi! Yuk simak artikel berikut ini untuk mengetahui spot parfum tahan lama.
Jenis parfum EDT dan EDP
Tidak semua parfum memiliki daya tahan yang sama. Perlu kamu ketahui bahwa ada beberapa jenis parfum seperti EDT (Eau De Toilette), EDP (Eau De Parfum), dan parfum oil. Ketiganya memiliki kadar wewangian yang berbeda. Perbedaan kandungan pada jenis parfum tersebut juga mempengaruhi ketahanannya.
Parfum dengan kandungan EDP umumnya lebih tahan lama karena kadar parfum yang lebih tinggi dibandingkan EDT. Sementara parfum yang mengandung oil lebih tahan lama di kulit karena tidak mengandung alkohol. Kandungan EDP, EDT, dan Oil pada parfum bisa kamu lihat pada kemasan parfum tersebut.
Selain jenisnya, faktor aktivitas dan cuaca juga mempengaruhi ketahanan aroma parfum. Saat tubuh berkeringat karena aktivitas fisik dengan cuaca yang panas, keringat dapat mempercepat hilangnya aroma parfum. Sebaliknya, pada cuaca dingin, aroma parfum biasanya lebih tahan lama karena penguapan lebih lambat.
Cara menyimpan dan aplikasi parfum
Menyesuaikan waktu pemakaian parfum dengan aktivitas sehari-hari memang penting, yang tak kalah penting adalah cara menyimpan dan mengaplikasikan parfum. Menyimpan parfum di tempat panas yang langsung terpapar oleh sinar matahari dan tempat yang lembap seperti kamar mandi bisa merusak ketahanan parfum.
Cara pemakaian dan penyemprotan parfum yang terlalu dekat, terlalu banyak, atau langsung menggosoknya setelah disemprot justru membuat aromanya menguap lebih cepat. Untuk aroma parfum yang lebih optimal, sebaiknya semprot pada kulit yang lembap setelah mandi, dan pada spot-spot yang mampu mengunci aroma lebih lama.
Tips tambahan, semprot parfum dari jarak yang agak jauh, hindari menggosok parfum setalah disemprot, aplikasikan di kulit bukan di baju (kecuali parfum fabric mist). Kesalahan yang harus dihindari adalah menyemprot terlalu banyak di satu area dan menyemprot di area tubuh yang mudah berkeringat.
Spot aplikasi parfum yang tepat
Beberapa spot dan daerah pada tubuh yang menjaga aroma lebih lama salah satunya belakang telinga yang jarang berkeringat. Selain itu, leher bagian samping atau belakang juga merupakan area hangat dalam tubuh yang dapat memancarkan aroma. kehangatan pada tubuh membuat aroma parfum lebih tahan lama.
Selain itu, kamu dapat mengaplikasikan pada pergelangan tangan tapi jangan digosok. Area-area yang memiliki lipatan seperti dalam siku dan belakang lutut, menyimpan wangi yang lebih lama. Karena beberapa parfum memiliki kandungan alkohol, penempatan spot parfum ini juga bisa disesuaikan dengan sensitivitas kulit.
Nah! Sekarang kamu sudah tahu tips agar aroma parfum lebih tahan lama. Parfum yang tahan lama bukan selalu soal merek, tapi juga tentang cara pakai dan titik penyemprotannya. Dengan memilih spot yang tepat dan menerapkan beberapa tips tadi, kamu bisa tampil lebih percaya diri tanpa khawatir wangi cepat hilang.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa