Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa bahwa parfum yang kamu kenakan kurang mencerminkan kepribadian atau suasana hati kamu? Banyak orang merasa seperti ini, dan itulah mengapa teknik layering parfum (lapisan aroma) menjadi semakin populer. Dengan layering, kamu bisa menciptakan aroma parfum yang lebih personal dan tahan lama, sesuai dengan keinginan kamu.
Melansir laman www.fresh.com konsep fragrance layering sebenarnya bukanlah hal yang baru. Teknik ini sudah ada sejak zaman dahulu, di mana orang-orang menggunakan berbagai aroma untuk menciptakan profil wewangian yang khas. Kini, di era modern, seni layering parfum kembali populer, dengan semakin banyaknya pilihan parfum dan tren personalisasi yang dapat disesuaikan dengan keinginan setiap individu.
Layering parfum bukan sekadar mencampurkan dua parfum berbeda. Sebaliknya, ini adalah ilmu yang melibatkan pemahaman terhadap komponen-komponen yang terkandung dalam parfum itu sendiri. Parfum terdiri dari “notes” yang berbeda, top notes yang langsung tercium setelah parfum disemprotkan, heart notes yang membentuk karakter utama parfum, dan base notes yang memberikan ketahanan pada aroma.
Meningkatkan daya tahan parfum dengan teknik layering yang tepat
Manfaat dari teknik fragrance layering tidak hanya terbatas pada menciptakan aroma yang lebih personal, tetapi juga meningkatkan daya tahan wewangian. Ketika kamu menggabungkan beberapa parfum, setiap lapisan aroma akan tercium pada waktu yang berbeda, memberikan pengalaman yang lebih kompleks dan memuaskan. Ini juga memungkinkan kamu untuk menyesuaikan aroma dengan mood.
Parfum terbagi dalam beberapa keluarga berdasarkan aroma dominannya, seperti floral, citrus, woody, dan fruity. Memahami keluarga-keluarga ini sangat membantu ketika kamu ingin mencampurkan parfum. Misalnya, parfum Rose Morning Eau de Parfum yang termasuk dalam keluarga floral dapat dipadukan dengan parfum citrus seperti Hesperides Grapefruit Eau de Parfum untuk menciptakan kombinasi yang segar dan harmonis.
Salah satu cara yang paling umum dalam layering parfum adalah dengan menggabungkan parfum dari keluarga yang sama. Teknik ini menghasilkan kombinasi yang lebih harmonis dan tidak terlalu berlebihan. Contohnya, parfum Hesperides Grapefruit Eau de Parfum yang memiliki karakter citrus segar bisa dipadukan dengan parfum Fresh Life Eau de Parfum yang memiliki top notes bunga jeruk Amalfi, menciptakan aroma yang segar dan menyegarkan.
Cara eksperimen dengan layering dan kombinasi parfum
Namun, jika kamu ingin mencoba sesuatu yang lebih berani, tidak ada salahnya untuk bereksperimen dengan menggabungkan aroma yang berbeda keluarga. Misalnya, Sugar Lemon Eau de Parfum yang manis dan asam bisa dipadukan dengan parfum dengan nuansa woody, seperti Citron de Vigne Eau de Parfum, menciptakan perpaduan yang unik antara manis dan pedas. Atau, kamu bisa menggabungkan Sugar Lychee Eau de Parfum yang fruity dengan Rose Morning Eau de Parfum yang floral hangat, menghasilkan aroma yang romantis dan playful.
Ketika mulai bereksperimen dengan layering parfum, ada beberapa teknik yang bisa kamu coba. Pertama, pastikan untuk mengaplikasikan parfum dengan cara yang strategis. Kamu bisa menyemprotkan satu parfum di bagian leher lalu semprotkan yang lainnya di bagian pergelangan tangan atau bahu. Dengan cara ini, parfum akan saling berbaur tetapi tetap mempertahankan ciri khas masing-masing, menciptakan aroma yang lebih kompleks dan personal.
Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam fragrance layering, mulailah dengan parfum yang lebih berat, seperti yang memiliki aroma woody, musky, atau fruity, karena parfum ini cenderung lebih kuat dan tahan lama. Hindari menumpuk terlalu banyak parfum sekaligus. Mulailah dengan jumlah yang sedikit dan perlahan tambahkan jika diperlukan. Dengan kesabaran dan eksperimen, kamu akan menemukan kombinasi yang sempurna.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa