Sukses

Fashion

Dior Resmi Buka Bamboo Pavilion di Tokyo, Destinasi Mewah Bernuansa Alam dan Seni

Fimela.com, Jakarta - Rumah mode asal Prancis, Dior, kembali menghadirkan inovasi melalui pembukaan Dior Bamboo Pavilion di distrik Daikanyama, Tokyo, pada 12 Februari 2026. Tidak hanya menjadi destinasi fashion eksklusif, pavilion seluas lebih dari 1.800 meter persegi ini juga memperlihatkan bagaimana dunia luxury mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih dekat dengan alam dan keberlanjutan.

Konsepnya berakar pada kecintaan Christian Dior terhadap bunga dan taman, yang kini diterjemahkan dalam arsitektur, lanskap, hingga pemilihan material yang menonjolkan unsur natural.

Fasad bangunan menjadi simbol utama pendekatan tersebut. Terinspirasi dari butik ikonik Dior di 30 Montaigne Paris, desainnya diinterpretasikan ulang menggunakan material bambu berwarna emas, mengacu pada hutan bambu Jepang yang identik dengan ketenangan dan keberlanjutan. Bambu sendiri dikenal sebagai material yang cepat tumbuh dan relatif ramah lingkungan dibandingkan banyak material konstruksi lain.

Area luar pavilion dirancang sebagai taman kontemplatif lengkap dengan vegetasi hijau, teras, serta kolam koi kaca bercahaya. Lanskapnya dibuat oleh plant hunter Jepang Seijun Nishihata, yang dikenal menggabungkan keindahan flora dengan pendekatan ekologis modern. Konsep taman ini bukan sekadar dekorasi, tetapi juga mengajak pengunjung kembali merasakan hubungan manusia dengan alam.

Material Alami dan Desain Berkelanjutan

Pendekatan ramah lingkungan semakin terasa di dalam bangunan. Dior menggunakan material alami seperti kertas washi Jepang pada dinding dan langit-langit, serta palet warna yang terinspirasi elemen bumi. Interiornya memadukan estetika minimal Jepang dengan kode klasik Dior seperti motif cannage dan lantai Versailles.

Kontribusi studio desain Jepang juga membawa dimensi sustainability yang lebih nyata. Studio we+, misalnya, menciptakan furnitur dari bahan daur ulang seperti kotak polistirena bekas pasar ikan Tokyo dan supermarket, yang kemudian diolah menjadi objek desain bernilai tinggi. Bahkan material inovatif berbasis mikroalga digunakan untuk beberapa elemen furnitur, menunjukkan eksplorasi material masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Studio TAKT PROJECT juga menghadirkan furnitur kaca transparan bermotif cannage yang dibuat melalui teknik inovatif, menekankan durabilitas sekaligus nilai seni tinggi,  konsep yang selaras dengan prinsip luxury berkelanjutan, kualitas yang tahan lama.

 

Alam sebagai Pengalaman Utama

Seniman floral Azuma Makoto menghadirkan instalasi bunga yang diawetkan untuk menciptakan herbarium modern di dalam pavilion. Instalasi ini tidak hanya estetis, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keindahan alam yang dapat dilestarikan dan dihargai dalam jangka panjang.

Ruang hijau di dalam bangunan dirancang seperti oasis di tengah kota Tokyo yang sibuk, mencerminkan masa kecil Christian Dior di Granville yang penuh taman bunga. Pendekatan ini memperkuat narasi bahwa alam bukan sekadar inspirasi mode, tetapi bagian dari pengalaman hidup yang ingin dihadirkan Dior kepada pengunjung.

Café Dior, Filosofi Alam dalam Kuliner

Pengalaman berlanjut di Café Dior yang menghadirkan menu eksklusif rancangan chef Anne-Sophie Pic, chef perempuan dengan bintang Michelin terbanyak di dunia. Menu ini terinspirasi bahan nabati dan kombinasi rasa alami, termasuk penggunaan matcha, yuzu, dan bahan botani lain yang mencerminkan filosofi hubungan manusia dengan alam.

Salah satu daya tarik utama adalah Le Café Dior, yang menawarkan pengalaman kuliner eksklusif hasil kolaborasi dengan chef perempuan paling banyak meraih bintang Michelin di dunia, Anne-Sophie Pic.

Menu yang disajikan terinspirasi dari arsip dan simbol Dior, dengan kombinasi rasa Prancis dan Jepang seperti matcha, yuzu, hingga pistachio. Hidangan manis diberi nama khas Dior seperti La Rose, Le Lady, dan Granville, sementara menu gurih menghadirkan reinterpretasi klasik seperti onion soup dan komposisi sayuran artistik.

Interior café semakin istimewa dengan instalasi bunga karya Azuma Makoto yang berubah mengikuti musim, menciptakan pengalaman sensorik yang lengkap antara rasa, visual, dan suasana.

Destinasi Baru Fashion Lovers Dunia

Kehadiran Dior Bamboo Pavilion menjadi simbol pertukaran kreatif antara Paris dan Tokyo, dua kota yang sama-sama memiliki pengaruh besar dalam dunia mode dan seni. Tempat ini bukan hanya destinasi belanja, tetapi juga ruang pengalaman budaya yang mempertemukan warisan Dior dengan keahlian Jepang.

Bagi pecinta fashion dan seni, Bamboo Pavilion menawarkan pengalaman yang jauh lebih dalam: perjalanan emosional ke dunia Dior yang penuh keindahan, inovasi, dan mimpi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading