Tetap Stylish di Tahun Baru, Tanpa Mengubah Total Lemari Pakaianmu Agar Tetap Ramah Lingkungan

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 14 Januari 2026, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Januari punya cara tersendiri untuk membuat kita meninjau ulang segalanya — mulai dari rutinitas dan kebiasaan menjaga kesehatan, hingga cara kita berpakaian. Namun dalam dunia fashion, “awal yang baru” tidak harus berarti mengosongkan lemari atau mengikuti setiap tren baru yang muncul di feed media sosialmu.

Sebaliknya, cara paling modern untuk me-reset gaya justru sangat sederhana: pakai lebih banyak, beli lebih sedikit. Tentu hal ini juga bisa menjadi cara sahabat Fimela untuk menjaga lingkungan. Industri fashion menjadi salah satu penyumbang bahaya terbesar bagi lingkungan karena proses produksinya yang masif dan tidak berkelanjutan.

Produksi pakaian dalam jumlah besar menyebabkan limbah tekstil menumpuk di tempat pembuangan akhir dan sulit terurai. Proses pewarnaan dan pencucian kain menggunakan bahan kimia berbahaya yang mencemari sungai dan laut. Produksi satu pakaian membutuhkan ribuan liter air, memperparah krisis air bersih.

Produksi, distribusi, dan transportasi pakaian menyumbang emisi karbon yang mempercepat perubahan iklim .Bahan seperti polyester melepaskan mikroplastik ke perairan saat dicuci dan membahayakan ekosistem laut. Penggunaan kapas, energi, dan bahan mentah secara berlebihan menyebabkan kerusakan tanah dan lingkungan.

Untuk itu ada baiknya kita bijak dalam berpakain. Ada banyak cara agar kita tetap stylish sambil menjaga lingkunga. Misalnya, menyewa pakaian menjadi salah satu solusi paling praktis untuk fashion berkelanjutan — memungkinkan kita bereksperimen, bepergian, dan berpakaian sesuai momen tanpa komitmen jangka panjang atau konsumsi berlebihan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mengapa Menyewa Pakaian Adalah Langkah Fashion Paling Ramah Lingkungan

Ilustrasi fast fashion. (Foto: Unsplash/Becca McHaffie)

Menyewa pakaian menantang gagasan bahwa kita harus memiliki semua yang kita pakai. Alih-alih membeli pakaian yang hanya dipakai beberapa kali, menyewa memungkinkan fashion dibagi, digunakan kembali, dan dinikmati dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

Dengan menyewa, kita mengurangi overproduksi dan limbah tekstil—dua masalah terbesar yang disebabkan oleh fast fashion. Pembelian impulsif berkurang, sehingga pakaian tidak menumpuk di lemari atau dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Menyewa juga mendorong konsumsi yang lebih cerdas. Kita bisa bereksperimen dengan tren, memakai busana statement, dan menyesuaikan gaya tanpa harus memiliki secara permanen. Ini menciptakan lemari yang fleksibel dan bergilir, bukan lemari yang penuh sesak.

Singkatnya, menyewa memperpanjang umur pakaian, mengurangi dampak lingkungan, dan membuktikan bahwa gaya tidak harus merugikan bumi.

Salah satu keuntungan menyewa yang sering diremehkan? Kesempatan untuk memiliki pakaian yang benar-benar pantas masuk ke lemari kamu.

Jika sebuah pakaian menjadi favorit — ukuran pas, banyak pujian, dan tahan lama — kamu bisa membelinya langsung, sering kali dengan harga lebih rendah daripada harga retail. Menyewa pun menjadi semacam trial run daripada hanya sekali pakai.

Ini adalah jalan tengah yang cerdas antara membeli secara impulsif dan menahan diri sepenuhnya, sehingga membuat fashion terasa lebih disengaja dan bermakna.

3 dari 3 halaman

Cara Lain Lebih Bijak Berfashion Ramah Lingkungan

Ilustrasi bijak menggunakan busana agar menjaga lingkungan. (Foto: unsplash.com/aviv rachmadian).

Pilih pakaian yang benar-benar dibutuhkan dan bisa dipakai jangka panjang, bukan hanya karena tren sesaat. Satu pakaian berkualitas baik bisa dipakai bertahun-tahun dan mengurangi limbah tekstil.

Dukung brand yang menerapkan produksi etis, upah layak, dan material ramah lingkungan. Pilih bahan alami atau berkelanjutan seperti katun organik, linen, hemp, tencel, atau bahan daur ulang.

Cuci seperlunya, gunakan air dingin, dan jemur alami agar pakaian lebih awet dan hemat energi. Maksimalkan outfit yang sudah dimiliki sebelum membeli yang baru—gaya baru tak selalu harus beli baru.

Membeli pakaian preloved membantu memperpanjang siklus hidup fashion dan mengurangi sampah. Jahit ulang, resize, atau ubah model pakaian lama agar bisa digunakan kembali.

Fast fashion mempercepat limbah dan eksploitasi sumber daya. Pilih belanja lebih jarang namun bermakna. Salurkan pakaian layak pakai ke yang membutuhkan atau program daur ulang tekstil. Gaya yang sesuai kepribadian akan bertahan lebih lama dibanding tren yang cepat berganti. Semakin sadar dampak fashion terhadap lingkungan, semakin bijak keputusan yang diambil.