Fimela.com, Jakarta - Konsep kemewahan dalam industri perhotelan kini berevolusi. Bukan lagi semata tentang kemegahan, melainkan tentang pengalaman yang bermakna, berkelanjutan, dan selaras dengan alam. Menjawab tren tersebut, Tribute Portfolio, bagian dari portofolio global Marriott Bonvoy resmi membuka Hiliwatu, Bali Ubud, a Tribute Portfolio Resort, sebuah resor yang mengusung filosofi eco-luxury di tengah perbukitan hijau Desa Bresela, Gianyar.
Dibangun di atas lahan asri seluas 26.000 meter persegi, Hiliwatu menawarkan kemewahan yang terasa tenang dan bersahaja. Nama “Hiliwatu”, yang berarti bukit dan batu, menjadi refleksi puitis dari karakter resor ini kokoh, alami, dan elegan tanpa berlebihan.
Alih-alih mendominasi alam, desain Hiliwatu justru mengikuti kontur perbukitan Ubud. Setiap elemen arsitektur dirancang untuk meminimalkan jejak lingkungan, dengan penggunaan material lokal, buatan tangan, serta tata ruang terbuka yang memungkinkan cahaya dan udara mengalir secara alami.
Resor ini menghadirkan 38 unit akomodasi eksklusif berupa suite dan vila yang tersebar di area perbukitan, menghadirkan privasi sekaligus koneksi visual dengan hutan dan sawah di sekitarnya. Inilah wujud kemewahan modern, ruang yang lapang, sunyi, dan terhubung langsung dengan alam.
Eco-Luxury dalam Setiap Detail Pengalaman
Pengalaman eco-luxury di Hiliwatu tercermin dalam pendekatan menyeluruh, mulai dari desain, layanan, hingga kuliner. Area lobi setinggi 24 meter dengan aliran air bertingkat tidak hanya menjadi elemen estetika, tetapi juga simbol keseimbangan alam yang terinspirasi dari filosofi Bali Rwa Bhineda.
Karya seni dari seniman muda Bali menghiasi berbagai sudut resor, menjadikan setiap ruang bukan sekadar indah, tetapi juga sarat makna budaya. Ikon resor, The Pavilion, dirancang sebagai ruang multifungsi yang adaptif dan berubah dari area relaksasi di pagi hari menjadi tempat bersantap elegan saat senja, sebuah interpretasi kemewahan yang fleksibel dan kontekstual.
Konsep bersantap di Hiliwatu mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan keaslian rasa. Restoran-restoran di resor ini mengusung pendekatan farm-to-table, menggunakan bahan segar dari petani dan kebun mitra lokal di sekitar Ubud.
Menu disesuaikan dengan musim dan ketersediaan bahan, menghadirkan pengalaman kuliner premium yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mendukung ekosistem lokal. Dari hidangan terinspirasi warisan Bali hingga sajian Mediterania berbasis teknik memasak api, kemewahan dihadirkan dengan kesadaran akan asal-usul setiap bahan.
Sebagai bagian dari konsep eco-luxury, Hiliwatu menghadirkan Samya Wellness, ruang perawatan yang memadukan relaksasi, alam, dan kearifan lokal. Menggunakan bahan-bahan alami yang bersumber secara bertanggung jawab, layanan spa dan wellness dirancang untuk menciptakan keseimbangan tubuh dan pikiran.
Aktivitas yoga terbuka, meditasi, dan ritual berbasis mineral menjadi pengalaman eksklusif yang menekankan bahwa kemewahan sejati juga berarti waktu, ketenangan, dan kualitas hidup.
Kemewahan yang Memberdayakan Komunitas
Berbeda dari resor konvensional, Hiliwatu menempatkan komunitas lokal sebagai bagian penting dari pengalaman tamu. Berbagai aktivitas imersif, mulai dari lokakarya kerajinan tradisional hingga kunjungan desa, dirancang untuk menghadirkan koneksi autentik dengan budaya dan kehidupan masyarakat Bresela.
Pendekatan ini menjadikan Hiliwatu bukan hanya destinasi, tetapi juga contoh bagaimana kemewahan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan dan tanggung jawab sosial.
Eco-Luxury sebagai Masa Depan Perjalanan
Sebagai bagian dari Tribute Portfolio dan program Marriott Bonvoy, Hiliwatu, Bali Ubud mencerminkan arah baru industri hospitality global di mana eksklusivitas, estetika, dan keberlanjutan saling melengkapi. Di Hiliwatu, kemewahan tidak lagi tentang berlebihan, melainkan tentang kesadaran, koneksi, dan dampak positif yang ditinggalkan.