5 Tips Menyiapkan Dana Pensiun saat Usia 40-an

Ayu Puji LestariDiterbitkan 28 Januari 2026, 16:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Berusia 40-an sering disebut sebagai fase “emas” dalam kehidupan finansial. Di usia ini, karier biasanya sudah lebih stabil, penghasilan cenderung berada di puncaknya, dan pengalaman hidup membuat kamu lebih bijak dalam mengambil keputusan. Namun di sisi lain, waktu menuju pensiun juga terasa semakin dekat. Karena itu, menyiapkan dana pensiun sejak usia 40-an bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Jika kamu baru mulai serius memikirkan masa tua di usia ini, jangan khawatir. Masih ada waktu untuk menyusun strategi yang tepat. Berikut lima tips menyiapkan dana pensiun untuk usia 40-an agar masa depan tetap aman dan nyaman.

2 dari 6 halaman

1. Hitung Kebutuhan Dana Pensiun Secara Realistis

Kebutuhan dana pensiun. (c) Muk_Photo/Depositphotos.com

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghitung berapa dana pensiun yang dibutuhkan. Jangan hanya membayangkan hidup sederhana, tapi pertimbangkan gaya hidup yang ingin kamu jalani saat pensiun nanti. Apakah kamu ingin tetap traveling, tinggal di kota besar, atau hidup lebih tenang di kampung halaman?

Perkirakan biaya hidup bulanan saat pensiun, lalu kalikan dengan perkiraan lama masa pensiun. Misalnya, jika kamu berencana pensiun di usia 60 dan harapan hidup hingga 80 tahun, berarti ada 20 tahun yang perlu dibiayai. Jangan lupa memperhitungkan inflasi agar nilai uangmu tetap relevan di masa depan.

3 dari 6 halaman

2. Evaluasi Kondisi Keuangan Saat Ini

Di usia 40-an, kamu perlu jujur pada kondisi keuangan sendiri. Cek aset yang sudah dimiliki, seperti tabungan, investasi, properti, hingga dana pensiun dari kantor. Setelah itu, lihat kewajiban finansial yang masih berjalan, seperti cicilan rumah, kendaraan, atau biaya pendidikan anak.

Dari sini, kamu bisa mengetahui posisi keuangan secara menyeluruh. Jika masih banyak utang konsumtif, sebaiknya mulai dikendalikan. Mengurangi beban utang akan membuat kamu lebih leluasa mengalokasikan dana untuk pensiun.

4 dari 6 halaman

3. Tingkatkan Porsi Investasi bukan sekadar Menabung

Tingkatkan porsi investasi./pexels

Menabung saja tidak cukup untuk mengejar kebutuhan dana pensiun, terutama jika kamu baru mulai di usia 40-an. Di tahap ini, kamu perlu memanfaatkan instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko.

Kamu bisa mempertimbangkan kombinasi investasi seperti reksa dana, saham, obligasi, atau properti. Pilih instrumen yang masih memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi dari inflasi, namun tetap disesuaikan dengan toleransi risiko kamu. Konsistensi jauh lebih penting daripada nominal besar di awal.

5 dari 6 halaman

4. Manfaatkan Program Dana Pensiun dan Asuransi

Jika perusahaan tempat kamu bekerja menyediakan program dana pensiun, pastikan kamu memanfaatkannya secara optimal. Program ini biasanya menawarkan manfaat jangka panjang dengan kontribusi rutin yang terasa lebih ringan.

Selain itu, lengkapi persiapan pensiun dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Biaya kesehatan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga perlindungan ini akan membantu menjaga dana pensiunmu tetap utuh dan tidak terkuras oleh biaya tak terduga.

6 dari 6 halaman

5. Disiplin dan Lakukan Penyesuaian secara Berkala

Disiplin. (c) havucvp@gmail.com/Depositphotos.com

Menyiapkan dana pensiun bukan rencana sekali jalan. Kamu perlu meninjau dan menyesuaikannya secara berkala, terutama saat ada perubahan besar dalam hidup, seperti kenaikan gaji, pindah pekerjaan, atau kondisi keluarga.

Buat target yang realistis dan disiplin dalam menjalankannya. Sisihkan dana pensiun di awal saat menerima penghasilan, bukan dari sisa pengeluaran. Dengan cara ini, persiapan pensiun akan menjadi prioritas, bukan sekadar wacana.

Memasuki usia 40-an bukan berarti terlambat untuk menyiapkan dana pensiun. Justru ini adalah waktu yang tepat untuk lebih serius dan terarah. Dengan perencanaan yang matang dan konsistensi, kamu bisa menyambut masa pensiun dengan rasa aman, tenang, dan penuh kebebasan.