Infeksi Jamur Kuku: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Hilda IrachDiterbitkan 28 Januari 2026, 16:33 WIB

ringkasan

  • Infeksi jamur kuku disebabkan oleh pertumbuhan jamur di kuku yang dapat mengubah warna dan bentuknya.
  • Gejala infeksi jamur kuku meliputi perubahan warna, penebalan, dan kuku yang rapuh.
  • Pencegahan infeksi jamur kuku dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, memakai alas kaki yang tepat, dan perawatan kuku yang baik.

Fimela.com, Jakarta - Infeksi jamur kuku, atau onikomikosis, adalah masalah umum yang dapat memengaruhi kuku jari tangan dan kaki. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan, yang dapat menyebabkan perubahan warna, penebalan, dan kerapuhan kuku. Apa yang menyebabkan infeksi ini, bagaimana gejalanya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Infeksi jamur kuku terjadi ketika jamur tumbuh di dalam, di bawah, atau di atas kuku. Lingkungan yang hangat dan lembap sangat mendukung pertumbuhan jamur ini. Jenis jamur yang paling umum adalah dermatofita, yang bertanggung jawab atas sekitar 70% infeksi jamur kuku di seluruh dunia. Selain itu, ragi dan jamur non-dermatofita juga dapat menyebabkan infeksi ini.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami infeksi jamur kuku antara lain usia lanjut, infeksi kutu air, dan lingkungan lembap. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan terhadap infeksi ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan gejala infeksi jamur kuku agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Penyebab Infeksi Jamur Kuku

Infeksi jamur kuku disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Jenis Jamur: Dermatofita, seperti Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton rubrum, adalah penyebab utama infeksi ini.
  • Usia Lanjut: Orang tua memiliki risiko lebih tinggi karena sirkulasi darah yang buruk dan pertumbuhan kuku yang melambat.
  • Kutu Air: Infeksi jamur pada kulit kaki dapat menyebar ke kuku jika tidak diobati.
  • Lingkungan Lembap: Kaki yang sering berkeringat dan penggunaan sepatu tertutup meningkatkan risiko infeksi.
  • Sistem Kekebalan Tubuh Lemah: Penderita diabetes atau kondisi lain yang memengaruhi kekebalan tubuh lebih rentan.
3 dari 4 halaman

Gejala Infeksi Jamur Kuku

Gejala infeksi jamur kuku biasanya dimulai dengan perubahan warna kuku. Kuku yang terinfeksi dapat menjadi putih, kuning, coklat, bahkan hijau atau hitam. Selain itu, kuku juga dapat mengalami penebalan, kerapuhan, dan perubahan bentuk. Beberapa gejala lainnya meliputi:

  • Perubahan Warna: Bintik putih atau kuning-coklat di bawah ujung kuku.
  • Penebalan Kuku: Kuku menjadi tebal dan sulit dipotong.
  • Kuku Rapuh: Kuku mudah pecah atau hancur di bagian tepinya.
  • Bau Tidak Sedap: Kuku yang terinfeksi mungkin mengeluarkan bau tidak sedap.
4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Infeksi Jamur Kuku

Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari infeksi jamur kuku. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Menjaga Kebersihan: Cuci tangan dan kaki secara teratur, dan keringkan dengan baik, terutama di antara jari-jari kaki.
  • Memakai Alas Kaki yang Tepat: Pilih sepatu yang pas dan terbuat dari bahan yang dapat bernapas.
  • Hindari Berjalan Tanpa Alas Kaki: Kenakan sandal di tempat umum seperti kolam renang dan gym.
  • Perawatan Kuku yang Baik: Jaga kuku tetap pendek dan disinfeksi alat perawatan kuku setelah digunakan.
  • Gunakan Produk Antijamur: Gunakan bubuk atau semprotan antijamur pada kaus kaki dan sepatu.

Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mencegah infeksi jamur kuku, Sahabat Fimela dapat menjaga kesehatan kuku dan mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.