Rosé BLACKPINK Tampil Rock & Rebel di Konser “Deadline” World Tour Tokyo

Hilda IrachDiterbitkan 30 Januari 2026, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Rosé BLACKPINK kembali mencuri perhatian lewat penampilan panggungnya di rangkaian konser BLACKPINK “Deadline” World Tour di Tokyo, Jepang. Dalam tiga hari konser yang digelar pada 16–18 Januari, Rosé tampil mengenakan serangkaian busana kustom dari Levi’s® yang memadukan craftsmanship khas brand legendaris tersebut dengan sentuhan rock & roll yang bold dan penuh karakter.

Lewat koleksi khusus ini, Levi’s® menghadirkan reinterpretasi baru atas kode ikonis mereka melalui detail tekstur, permainan material premium, serta sentuhan stud handmade yang kuat, sekaligus merefleksikan gaya personal Rosé yang edgy namun tetap effortless.

Pada potret panggung yang terlihat, Rosé tampil memukau dengan nuansa rock girl yang modern. Ia mengenakan t-shirt grafis bernuansa vintage yang dipadukan dengan outer hitam berpotongan longgar, menciptakan siluet santai namun tetap statement.

Rambut pirangnya dibiarkan tergerai lembut, sementara aksesori headband berkilau memberi sentuhan kontras yang feminin di tengah tampilan yang dominan gelap. Perpaduan ini memperlihatkan bagaimana gaya panggung Rosé selalu berhasil menyeimbangkan sisi rebel dan chic dalam satu look.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Detail Looks

Dalam tiga hari konser yang digelar pada 16-18 Januari, Rosé tampil mengenakan serangkaian busana kustom dari Levi’s® yang memadukan craftsmanship khas brand legendaris tersebut dengan sentuhan rock & roll yang bold dan penuh karakter. [Dok/levi's].

Pada malam pembukaan, 16 Januari, Rosé tampil mengenakan gaun t-shirt kustom dengan hiasan micro-studs bertuliskan “Tokyo ‘26”. Detail ini bukan hanya menjadi aksen visual, tetapi juga merepresentasikan semangat personal Rosé yang berpadu dengan karakter rebel khas Levi’s®. Tampilan tersebut dilengkapi dengan Levi’s® Arcata Hoodie beraksen garment-wash dengan taburan stud, jaket kulit kustom, serta sabuk stud handmade yang semakin menguatkan nuansa rock & roll di atas panggung.

Saat sesi encore, Rosé berganti gaya dengan mengenakan rok mini denim biru berhiaskan stud, yang dipadukan bersama Levi’s® Everyday Zip-Up Hoodie. Siluet kasual khas Levi’s® tetap terasa, namun tampil lebih berani berkat permainan detail metalik yang mencuri perhatian.

Memasuki malam kedua konser, Rosé memilih t-shirt vintage Levi’s® sebagai statement utama. Atasan ini dipadukan dengan celana pendek nubuck leather kustom yang dihiasi stud membentuk logo ikonis Levi’s® Two Horse Pull. Untuk layering, ia kembali mengenakan Arcata Hoodie garment-wash dari malam pertama, lalu melengkapinya dengan washed black denim trucker berhiaskan stud handmade yang memperkuat karakter rock chic di keseluruhan tampilan.

Sementara pada malam terakhir di Tokyo, Rosé tampil dengan sentuhan yang lebih eksperimental. Ia mengenakan t-shirt grafis elang Levi’s® vintage yang diubah menjadi tube top, dipadukan dengan sabuk sash denim bertuliskan “Tokyo 26” yang dihiasi stud. Tampilan ini kemudian disempurnakan dengan rok mini kulit bergaris biru elektrik dan perak yang memberi aksen futuristik, serta kembali menghadirkan washed black denim trucker kustom dari malam sebelumnya.

Lewat rangkaian busana ini, Levi’s® dan Rosé tidak hanya menampilkan kolaborasi gaya semata, tetapi juga merayakan musik, budaya, dan ekspresi diri di panggung global. Setiap detail handmade, finishing unik, serta siluet ikonis Levi’s® yang diolah ulang, menjadikan penampilan Rosé di konser “Deadline” Tokyo terasa personal, berani, dan penuh karakter.