Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari Saat Kulit Dehidrasi untuk Kesehatan Kulit

Hilda IrachDiterbitkan 28 Februari 2026, 12:11 WIB

ringkasan

  • Kulit dehidrasi dapat dialami oleh semua jenis kulit dan memerlukan perhatian khusus.
  • Beberapa bahan seperti alkohol dan asam salisilat sebaiknya dihindari untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Pilih produk yang lembut dan menghidrasi untuk mengatasi kulit dehidrasi.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kulit dehidrasi adalah kondisi di mana kulit kekurangan air, dan bisa dialami oleh semua jenis kulit. Hal ini dapat membuat kulit tampak kusam, kering, dan tidak nyaman. Penting untuk memilih produk perawatan kulit dengan hati-hati saat kulit dehidrasi agar tidak memperburuk kondisi. Dalam artikel ini, kita akan membahas kandungan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit dehidrasi.

Ketika kulit dehidrasi, penggunaan produk yang tepat sangat penting. Beberapa bahan dalam skincare dapat menyebabkan kulit semakin kering dan memperburuk dehidrasi. Mari kita lihat beberapa kandungan yang sebaiknya dihindari.

Berikut adalah beberapa bahan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit dehidrasi:

2 dari 8 halaman

1. Alkohol

Alkohol, seperti Denatured Alcohol dan Isopropyl Alcohol, sering ditemukan dalam produk perawatan kulit. Meskipun dapat membantu bahan lain menembus kulit, alkohol dapat menyebabkan dehidrasi. Penggunaan jangka panjang dapat memicu sensitivitas dan iritasi pada kulit.

3 dari 8 halaman

2. Asam Salisilat dan Asam Glikolat

Asam salisilat dan asam glikolat adalah eksfoliator yang umum digunakan dalam produk untuk kulit berminyak dan berjerawat. Namun, keduanya dapat membuat kulit dehidrasi menjadi lebih kering dan menyebabkan pengelupasan. Meskipun efektif untuk kulit berminyak, sebaiknya hindari penggunaannya pada kulit dehidrasi.

4 dari 8 halaman

3. Wewangian Buatan

Banyak produk perawatan kulit mengandung wewangian buatan yang dapat mengiritasi kulit. Wewangian ini sering mengandung alkohol, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan menghilangkan minyak alami kulit. Sebaiknya pilih produk yang bebas dari wewangian untuk menjaga kelembapan kulit.

5 dari 8 halaman

4. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Sodium Lauryl Sulfate adalah bahan pembersih yang sering digunakan dalam sabun dan pembersih wajah. Meskipun efektif, SLS adalah deterjen keras yang dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit. Hindari produk yang mengandung SLS saat kulit dehidrasi.

6 dari 8 halaman

5. Benzoyl Peroxide dan Retinoid

Benzoyl peroksida sering digunakan untuk kulit berminyak, tetapi dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan pada kulit dehidrasi. Demikian pula, retinoid meskipun efektif untuk mengatasi jerawat dan kerutan, bisa terlalu keras untuk kulit kering dan menyebabkan iritasi.

7 dari 8 halaman

6. Surfaktan dan Paraben

Surfaktan adalah agen pembersih yang dapat memperburuk kondisi kulit dehidrasi dengan mengganggu penghalang kulit. Paraben, meskipun berfungsi sebagai pengawet, dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Sebaiknya hindari kedua bahan ini dalam produk skincare.

8 dari 8 halaman

7. Silikon dan Minyak Mineral

Silikon dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan masalah jerawat, sementara minyak mineral dapat menciptakan penghalang yang mencegah kulit bernapas. Keduanya sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan kulit.

Saat kulit dehidrasi, penting untuk menggunakan produk yang lembut dan menghidrasi, serta menghindari scrub kasar atau sikat pembersih yang keras. Perhatikan juga hidrasi dari dalam dengan cukup minum air dan menjaga pola makan yang sehat. Dengan memilih produk yang tepat, kulit akan tetap terhidrasi dan sehat.