Lebaran Anti-Mainstream, Gaya Luna Maya dan Maxime Bouttier Salat Id di Tengah Laut Raja Ampat Bareng Cinta Laura

Hilda IrachDiterbitkan 24 Maret 2026, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Luna Maya dan Maxime Bouttier merayakan Lebaran pertama mereka sebagai pasangan suami istri dengan cara yang tak biasa. Keduanya memilih menikmati Hari Raya di tengah keindahan Raja Ampat, jauh dari hiruk-pikuk kota, dengan suasana yang tenang dan intim.

Momen salat Id pun terasa semakin istimewa karena dilakukan di atas lautan, tepatnya di kapal pinisi yang mengapung di antara panorama laut biru. Maxime bertindak sebagai imam, sementara suasana berlangsung khusyuk dan penuh makna, menyatu dengan alam sekitar.

Kehangatan momen tersebut semakin terasa dengan kehadiran Cinta Laura yang turut bergabung. Meski jauh dari keluarga, kebersamaan mereka tetap terasa dekat, sederhana, dan penuh kehangatan khas Hari Raya.

Tak hanya suasananya yang mencuri perhatian, gaya keduanya juga terlihat effortless namun tetap memikat. Penasaran seperti apa? Yuk, intip!

2 dari 3 halaman

Sederhana Dibalut Mukena

Keduanya memilih menikmati Hari Raya di tengah keindahan Raja Ampat, jauh dari hiruk-pikuk kota, dengan suasana yang tenang dan intim. [@lunamaya].

Luna Maya terlihat anggun dalam balutan mukena putih dengan detail halus yang memberikan kesan bersih dan lembut. Riasannya tampak minimal, menonjolkan kulit sehat dan glowing, selaras dengan nuansa spiritual di hari kemenangan.

Sementara itu, Cinta Laura tampil tak kalah menawan dalam mukena berwarna pink lembut. Pilihan warna ini memberikan sentuhan feminin sekaligus segar, berpadu dengan complexion dewy dan senyum hangat yang membuat tampilannya terasa effortless namun tetap stylish.

3 dari 3 halaman

Tampilan Maxime sebagai Imam

Keduanya memilih menikmati Hari Raya di tengah keindahan Raja Ampat, jauh dari hiruk-pikuk kota, dengan suasana yang tenang dan intim. [@lunamaya].

Di sisi lain, Maxime Bouttier sebagai imam dari salad Ied tersebut tampil dengan mengenakan baju koko bernuansa merah yang dipadukan dengan sarung, memberikan kesan santai namun tetap sopan. Ia juga terlihat memimpin salat sebagai imam, menambah makna mendalam pada momen kebersamaan tersebut.

Kesederhanaan menjadi kunci dari keseluruhan gaya mereka. Tanpa busana yang berlebihan, Luna dan Cinta justru menunjukkan bahwa keindahan di Hari Raya bisa hadir melalui pilihan yang understated, natural, dan penuh makna, terlebih ketika dirayakan di tempat seindah Raja Ampat.