Sukses

FimelaMom

Fakta Unik Morning Sickness dan Cara Mengatasinya

ringkasan

  • Morning sickness adalah kondisi mual dan muntah yang umum dialami lebih dari 50% ibu hamil, biasanya dimulai sekitar minggu ke-5 atau ke-6 kehamilan dan memuncak antara minggu ke-8 hingga ke-11.
  • Penyebab utama morning sickness adalah perubahan hormon kehamilan seperti hCG dan GDF15, serta faktor lain seperti gula darah rendah dan pemicu eksternal seperti bau menyengat.
  • Mengatasi morning sickness dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup seperti makan porsi kecil, hidrasi cukup, istirahat, serta bantuan suplemen seperti Vitamin B6 atau jahe

Fimela.com, Jakarta - Morning sickness atau mual dan muntah saat kehamilan (NVP) adalah kondisi umum yang dialami banyak wanita hamil. Lebih dari 50% hingga 90% ibu hamil merasakan gejala ini, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini seringkali menjadi salah satu tanda awal kehamilan yang paling dikenali oleh Sahabat Fimela.

Meskipun namanya "morning sickness" atau mual pagi, gejala ini bisa muncul kapan saja, baik siang maupun malam hari. Umumnya, morning sickness mulai terasa sekitar minggu ke-5 atau ke-6 kehamilan. Puncaknya sering terjadi antara minggu ke-8 hingga ke-11, ketika kadar hormon kehamilan sedang tinggi.

Kondisi ini biasanya tidak berbahaya bagi ibu maupun janin, kecuali jika muntah berlebihan menyebabkan dehidrasi serius. Memahami kapan morning sickness dimulai dan bagaimana cara mengatasinya sangat penting untuk menjaga kenyamanan selama masa kehamilan. Mari kita selami lebih dalam penyebab dan solusi efektifnya.

Kapan Morning Sickness Menghampiri Ibu Hamil?

Morning sickness, atau mual di pagi hari, seringkali menjadi kejutan pertama bagi Sahabat Fimela yang sedang hamil. Gejala mual ini umumnya mulai muncul sekitar minggu ke-5 atau ke-6 kehamilan. Bagi sebagian wanita, sensasi mual ini bahkan bisa menjadi salah satu petunjuk awal bahwa mereka sedang mengandung buah hati.

Intensitas morning sickness cenderung meningkat dan mencapai puncaknya antara minggu ke-8 hingga ke-11 kehamilan. Pada periode ini, kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam tubuh berada pada tingkat tertinggi. Hormon inilah yang diyakini berperan besar dalam memicu rasa mual yang seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kabar baiknya, bagi sebagian besar ibu hamil, morning sickness akan berangsur mereda atau bahkan hilang sepenuhnya sekitar minggu ke-13 kehamilan. Kondisi ini biasanya berakhir pada akhir trimester pertama, meskipun beberapa wanita mungkin masih mengalaminya hingga minggu ke-14 atau ke-20. Dalam kasus yang sangat jarang, gejala ini bisa bertahan hingga akhir kehamilan.

Mengapa Morning Sickness Terjadi? Pemicu Utama Mual Pagi

Penyebab pasti morning sickness masih menjadi misteri, namun para ahli meyakini ada kombinasi perubahan fisik dan kimia dalam tubuh yang berperan. Salah satu pemicu utama adalah fluktuasi hormon kehamilan, seperti peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen. Wanita yang mengandung bayi kembar atau lebih cenderung memiliki kadar hCG yang lebih tinggi, sehingga lebih rentan mengalami mual dan muntah.

Penelitian terbaru juga menyoroti peran hormon GDF15. Kadar GDF15 yang lebih tinggi pada ibu hamil dengan morning sickness parah dapat merangsang bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. Selain itu, kadar gula darah rendah, perubahan tekanan darah, dan metabolisme tubuh yang berfluktuasi juga bisa menjadi faktor penyebab yang memperburuk kondisi ini.

Beberapa faktor pemicu eksternal juga dapat memperparah gejala morning sickness. Stres, kecemasan, kelelahan, suhu ruangan yang hangat, serta bau atau makanan tertentu seringkali menjadi pemicu mual. Sahabat Fimela yang memiliki riwayat mual akibat mabuk perjalanan atau migrain, atau pernah mengalaminya pada kehamilan sebelumnya, mungkin memiliki risiko lebih tinggi.

Strategi Ampuh Mengatasi Morning Sickness agar Kehamilan Nyaman

Mengatasi morning sickness memang membutuhkan kesabaran dan strategi yang tepat. Salah satu pendekatan paling efektif adalah melalui perubahan gaya hidup dan pola makan. Sahabat Fimela disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun sering sepanjang hari. Ini membantu mencegah perut kosong atau terlalu penuh, yang seringkali memicu rasa mual.

Pilihlah makanan hambar, tinggi protein, dan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, nasi, atau roti panggang. Hindari makanan berlemak, pedas, berminyak, atau yang memiliki bau menyengat karena dapat memperburuk mual. Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan seperti air putih, limun, atau teh jahe di antara waktu makan. Istirahat cukup dan menghirup udara segar juga sangat membantu meredakan gejala.

Selain itu, beberapa pengobatan over-the-counter (OTC) dan suplemen juga dapat membantu. Vitamin B6 (piridoksin) sering direkomendasikan untuk meredakan mual, dan kombinasi dengan doxylamine telah disetujui FDA untuk morning sickness. Jahe, baik dalam bentuk teh, permen, atau suplemen, juga dikenal efektif mengurangi rasa mual bagi sebagian orang. Terapi alternatif seperti akupresur menggunakan gelang khusus juga bisa dicoba untuk menekan titik-titik di pergelangan tangan.

Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter? Kenali Tanda Bahaya Morning Sickness

Meskipun morning sickness umumnya tidak berbahaya, ada kondisi yang lebih parah bernama hyperemesis gravidarum yang memerlukan perhatian medis segera. Sahabat Fimela harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami mual dan muntah berlebihan yang membuat sulit menahan makanan atau cairan. Muntah lebih dari tiga kali sehari atau disertai nyeri dan demam juga merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Waspadai juga jika muntah mengeluarkan darah atau materi yang terlihat seperti bubuk kopi. Penurunan berat badan yang signifikan, misalnya lebih dari 2 pon dalam seminggu, atau merasa sangat lelah dan bingung, adalah indikasi serius. Gejala dehidrasi seperti pusing, detak jantung cepat, atau produksi urin yang sedikit dan berwarna gelap juga memerlukan penanganan medis.

Jangan tunda konsultasi dengan dokter jika morning sickness tidak membaik meskipun sudah mencoba berbagai pengobatan rumahan. Terlebih lagi, jika mual dan muntah berlanjut setelah minggu ke-12 kehamilan, atau muncul untuk pertama kalinya setelah minggu ke-9, ini bisa menjadi pertanda hyperemesis gravidarum. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus, bahkan mungkin rawat inap, untuk memastikan ibu dan janin tetap sehat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading