Riset Ungkap Wangi Bisa Mempengaruhi Mood dan Percaya Diri, Ini Rahasia Aura “Cewek Mahal”

Hilda IrachDiterbitkan 27 April 2026, 15:51 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah perubahan cara perempuan memaknai diri, standar “mahal” kini tak lagi sekadar soal label harga atau tampilan visual. Ada pergeseran yang lebih subtil, tentang bagaimana perempuan merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mengenali nilai personal, dan mengekspresikannya lewat hal-hal yang lebih intim, seperti keharuman.

Inilah yang coba diangkat oleh Molto lewat kampanye #WangiCeweMahal. Alih-alih berbicara soal kemewahan dalam arti konvensional, kampanye ini justru menyoroti bahwa rasa percaya diri bisa hadir dari hal sederhana yang melekat dalam keseharian, termasuk aroma yang dikenakan.Tak banyak yang menyadari bahwa aroma memiliki pengaruh kuat terhadap emosi dan memori. Riset dari Harvard University menunjukkan bahwa indra penciuman terhubung langsung dengan pusat emosi di otak. Artinya, wangi tertentu bisa memicu rasa nyaman, meningkatkan mood, bahkan mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Hal serupa juga disampaikan oleh International Fragrance Association yang menekankan bahwa keharuman mampu menghadirkan perasaan positif dan meningkatkan kepercayaan diri dalam aktivitas sehari-hari. Dari sini, keharuman tak lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian dari pengalaman emosional yang personal.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Dari Pakaian ke Aura: Cara Baru Mengekspresikan Diri

kampanye ini justru menyoroti bahwa rasa percaya diri bisa hadir dari hal sederhana yang melekat dalam keseharian, termasuk aroma yang dikenakan. [Dok/Fimela/Hilda Irach].

Jika dulu outfit menjadi elemen utama untuk tampil percaya diri, kini perempuan mulai mengeksplorasi dimensi lain yang lebih subtle. Aroma yang menempel pada pakaian, misalnya, bisa menjadi “signature” yang tak terlihat, namun terasa.

Konsep ini tercermin dalam inovasi seperti Molto Luxury Parfum, pewangi pakaian dengan konsentrasi parfum lebih tinggi yang dirancang untuk menghadirkan sensasi wangi yang lebih tahan lama dan terasa premium. Dengan teknologi yang mampu “mengunci” aroma pada serat kain, wangi ini hadir sebagai bagian dari identitas personal, bukan sekadar efek sesaat.

Dalam lini ini, Molto merilis tiga varian aroma yang masing-masing membawa karakter berbeda, seolah menjadi representasi “tipe” cewek mahal masa kini:

  • Red Diamond Rose: wangi floral yang elegan dan feminin, memberi kesan anggun sekaligus klasik.
  • Gold Wild Orchid: lebih bold dan hangat, mencerminkan rasa percaya diri yang kuat dan statement.
  • Aqua Sapphire Lily: segar dan ringan, menghadirkan aura clean, modern, dan effortless.

Dalam konteks ini, “wangi cewek mahal” bukan tentang aroma yang mencolok, melainkan wangi yang meninggalkan kesan yang halus, elegan, dan terasa effortless.

3 dari 3 halaman

Saat Wangi dan Perhiasan Bertemu

kampanye ini justru menyoroti bahwa rasa percaya diri bisa hadir dari hal sederhana yang melekat dalam keseharian, termasuk aroma yang dikenakan. [Dok/Fimela/Hilda Irach].

Menariknya, pendekatan terhadap keharuman ini juga dipertemukan dengan dunia perhiasan. Melalui kolaborasi dengan Soul of Gold yang didirikan oleh Eva Alicia, tercipta koleksi gelang edisi terbatas yang terinspirasi dari tiga karakter aroma tersebut.

Kolaborasi ini membawa pesan bahwa baik wangi maupun perhiasan memiliki peran serupa, bukan sekadar aksesori, tetapi medium ekspresi diri. Sesuatu yang mungkin tidak selalu terlihat mencolok, namun mampu memperkuat bagaimana seseorang membawa dirinya.

Lebih dari sekadar kampanye, inisiatif ini juga menghadirkan ruang bernama #CeweMahalClub, sebuah safe space bagi perempuan untuk berbagi cerita, perspektif, dan saling menguatkan. Digelar di Discovery Hotel kawasan SCBD, acara ini menjadi refleksi bahwa rasa percaya diri juga tumbuh dari koneksi dan dukungan sesama perempuan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan visual, pendekatan ini terasa relevan. Bahwa menjadi “mahal” bukan tentang terlihat sempurna, melainkan tentang merasa utuh.

Pada akhirnya, keharuman hanyalah salah satu medium. Namun, ketika dipahami sebagai bagian dari pengalaman emosional, ia bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih berarti, sebuah cara untuk hadir, merasa, dan mengekspresikan diri dengan lebih autentik.

Dan mungkin, di situlah letak “kemewahan” yang sebenarnya: sesuatu yang tidak selalu terlihat, tapi bisa dirasakan.

 

 

kampanye ini justru menyoroti bahwa rasa percaya diri bisa hadir dari hal sederhana yang melekat dalam keseharian, termasuk aroma yang dikenakan. [Dok/Fimela/Hilda Irach].