Chanel Luncurkan Koleksi Naked Shoe di Gelaran Cruise 2027

Nabila MecadinisaDiterbitkan 04 Mei 2026, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pada tahun 1957, Gabrielle Chanel memperkenalkan sepatu cap-toe: model slingback dengan bagian depan kontras yang kemudian menjadi ciri khas abadi rumah mode tersebut. Sejak saat itu, desain ini telah mengalami berbagai interpretasi, namun mungkin belum pernah ada yang se-ekstrem—atau seberani melawan pakem—seperti versi yang dipresentasikan oleh Matthieu Blazy dalam peragaan Chanel Cruise 2027 kemarin.Melanjutkan upayanya mengurai dan mendefinisikan ulang kode-kode Chanel, desainer Prancis-Belgia tersebut menghadirkan sepatu yang memperlihatkan jari kaki dan sengaja dibuat tidak utuh. Elemen cap-toe klasik dihilangkan, digantikan dengan konsep yang disebut sebagai “barefoot heel cap”, yakni hanya bagian tumit yang diberi struktur.

Sekilas, para model tampak seperti tidak mengenakan sepatu sama sekali. Sebagian besar sandal—yang hanya terdiri dari elemen tumit dengan pita-pita tipis—hampir tersembunyi di balik rok maxi berumbai, gaun resort bermotif, serta busana bertekstur sisik ikan yang menutup pertunjukan. Beberapa lainnya dipadukan dengan romper potong dan swim cap, tampilan yang lebih cocok dikenakan di pesisir Basque, Prancis, daripada di kawasan urban seperti Left Bank Paris atau SoHo New York. Bagi yang lebih menyukai gaya konvensional, Chanel tetap menawarkan cap-toe klasik, mulai dari Mary Jane hitam-putih hingga versi berwarna cerah dengan tekstur seperti jaring.

Eksperimen sepatu unik dalam dunia high fashion sebenarnya sudah ada sejak hadirnya desain tabi dari Martin Margiela, siluet dengan ujung terbelah yang awalnya terasa ganjil namun kini justru menjadi bagian dari gaya arus utama. Hal ini mendorong brand seperti The Row—yang menampilkan tights dengan sepatu menyatu—dan Balenciaga, melalui kolaborasinya dengan Vibram FiveFingers, untuk mempertanyakan kembali kebutuhan akan struktur sepatu konvensional.

2 dari 2 halaman

Deretan koleksi sepatu yang minimalis

Apakah ini akan menjadi tren yang populer?

Namun, berbagai eksperimen tersebut masih terasa biasa dibandingkan dengan gagasan Chanel yang menempatkan kaki telanjang sebagai pusat perhatian. Dunia mode belum pernah melihat brand yang benar-benar berkomitmen pada ide “tanpa sepatu” seperti ini. Jika ada yang mampu membuat tren ini diterima luas, mungkin Matthieu Blazy adalah orangnya.Sehari setelah peragaan Chanel Cruise, Lyst merilis Index Q1 2026 yang menempatkan Chanel sebagai brand paling banyak dibicarakan.

Koleksi sepatu Blazy—mulai dari cap-toe mint-hitam hingga kitten heels bersudut—menempati peringkat kedua dalam kategori aksesori, tepat di bawah jaket Saint Laurent. Saat dirilis pada bulan Maret, koleksi tersebut langsung diserbu pembeli hingga antrean panjang pun tak terhindarkan.Akankah konsep barefoot dari Chanel meraih kesuksesan serupa? Waktu yang akan menjawab apakah tren ini benar-benar bisa “berjalan jauh”—atau setidaknya, bertahan di ujung jari kaki.