Dalam Hening yang Mewah, Phangsanny Hadirkan Koleksi Busana Éthérée yang Puitis

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 05 Mei 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah lanskap mode yang terus bergerak cepat, Phangsanny memilih berjalan dengan ritme yang lebih hening namun justru terasa lebih dalam. Lewat presentasi terbarunya bertajuk Éthérée, label ini mengajak para penikmat fashion untuk sejenak berhenti dan merasakan keindahan yang tidak selalu hadir secara lantang, tetapi justru memikat dalam kelembutannya.

Berlokasi di Astor Ballroom The St. Regis Jakarta, suasana malam itu terasa seperti sebuah pengalaman imersif, bukan sekadar peragaan koleksi busana. Éthérée hadir sebagai narasi visual yang mengalir, membawa audiens masuk ke dalam dunia yang ringan, puitis, dan hampir tak tersentuh.

Pertunjukan dibuka oleh lini Terbuai by Phangsanny, yang menghadirkan 20 tampilan resort wear dengan siluet yang ringan dan fluid. Setiap busana seolah bergerak mengikuti hembusan angin tropis, menciptakan kesan effortless yang tetap berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Sentuhan tradisional diolah secara modern—tidak terasa kostumatik, melainkan relevan dan mudah dihidupkan dalam gaya masa kini.

Palet warna yang lembut, material yang jatuh alami, serta potongan yang tidak membatasi tubuh menjadi kunci daya tarik koleksi ini. Terbuai by Phangsanny terasa seperti jawaban bagi mereka yang mencari busana liburan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki cerita.

 

2 dari 3 halaman

22 Koleksi Adibusana

Intip koleksi busana terbaru Phangsanny yang puitis (dok. Learry Han)

Memasuki bagian utama, Phangsanny Couture membawa energi yang berbeda—lebih intens, namun tetap dalam spektrum keanggunan yang tenang. Sebanyak 22 karya adibusana ditampilkan dengan detail yang dikerjakan secara presisi. Payet berkilau hadir tanpa kesan berlebihan, justru memperkuat aura refined yang menjadi ciri khasnya.

Gaun-gaun yang ditampilkan, termasuk busana pengantin, tidak berusaha mencuri perhatian dengan kemewahan yang eksplisit. Sebaliknya, mereka “berbisik”—mengandalkan konstruksi yang sempurna, tekstur yang kaya, dan siluet yang membingkai tubuh dengan elegan. Inilah bentuk kemewahan yang terasa personal, intim, dan tak lekang oleh waktu.

“Ini adalah tentang menghadirkan sesuatu yang terasa ringan, namun memiliki makna yang dalam, sebuah refleksi dari keindahan yang tidak selalu kasat mata,” ungkap Phangsanny.

 

3 dari 3 halaman

Merangkai Emosi

Intip koleksi busana terbaru Phangsanny yang puitis (dok. Learry Han)

Melalui Éthérée, Phangsanny menunjukkan bahwa busana dapat menjadi medium untuk merangkai emosi. Ada keseimbangan yang terasa antara budaya, imajinasi, dan keindahan yang tidak selalu kasat mata. Sebuah pendekatan yang membuat setiap karya terasa lebih dari sekadar pakaian—melainkan pengalaman.

Bagi mereka yang mengapresiasi detail, kehalusan, dan makna di balik desain, koleksi ini menawarkan sesuatu yang layak untuk dijelajahi lebih jauh. Karena pada akhirnya, seperti yang diungkapkan oleh sang desainer, keindahan tidak selalu harus terlihat jelas—kadang, justru yang paling membekas adalah yang dirasakan.