Fimela.com, Jakarta - Setiap tahun, Met Gala bukan hanya tentang gaun spektakuler di karpet merah melainkan juga tentang apa yang terjadi di balik layar. Dan jika ada satu tempat yang menjadi pusat dari semua persiapan itu, jawabannya adalah The Mark Hotel di New York. Di sinilah para selebritas, stylist, dan tim glam berkumpul sebelum dan sesudah malam paling bergengsi di dunia fashion.
Menariknya, di tengah kilau couture dan standar estetika tinggi, ada satu elemen yang terasa sangat manusiawi, yakni camilan.
Jam-jam sebelum Met Gala dimulai bukanlah waktu untuk makan besar. Di suite-suite mewah The Mark, suasananya lebih mirip ruang produksi daripada hotel dengan penata rambut bekerja cepat, makeup artist menyempurnakan detail terakhir, dan stylist memastikan setiap lipatan gaun jatuh sempurna.
Di tengah kesibukan itu, camilan yang tersedia punya satu aturan utama, yakni apapun tidak boleh mengganggu penampilan.
Pilihan yang disajikan biasanya sederhana. Mulai dari kopi dalam jumlah besar, air mineral, dan snack ringan yang mudah dimakan tanpa risiko noda atau bau menyengat. Tidak ada saus lengket, tidak ada makanan beraroma kuat, dan jelas tidak ada sesuatu yang bisa merusak lipstik bernilai ratusan dolar.
Ini bukan sekadar preferensi, tapi strategi. Banyak tamu undangan juga menjalani diet ketat menjelang acara, sehingga makanan sebelum gala lebih berfungsi sebagai penopang energi daripada pengalaman kuliner.
Balas Dendam Kuliner Setelah Met Gala
Begitu acara selesai, suasana berubah drastis. Gaun berat dilepas, sepatu hak tinggi disingkirkan, dan kontrol ketat yang dijaga sepanjang hari perlahan runtuh. Di titik inilah The Mark Hotel menampilkan sisi yang paling tak terduga dari Met Gala.
Alih-alih fine dining, yang muncul justru comfort food. Di Met Gala 2026, salah satu highlight terbesar adalah kehadiran fried chicken dan kentang goreng yang disajikan dalam bentuk cart khusus. Chicken tenders dan potato wedges menjadi bintang dadakan di antara para selebritas yang baru saja berjalan di karpet merah dengan busana jutaan dolar.
Setelah berjam-jam menahan diri, banyak tamu akhirnya menikmati makanan yang benar-benar mereka inginkan: hangat, gurih, dan memuaskan. Ini adalah momen di mana haute couture bertemu dengan craving paling sederhana.
Bubble Tea dan Pesanan Personal
Selain makanan yang disediakan hotel, banyak tamu juga membawa preferensi mereka sendiri. Salah satu tren yang mencuri perhatian tahun ini adalah bubble tea.
Minuman manis dengan topping kenyal ini terlihat dibawa dalam jumlah besar ke dalam kamar hotel oleh beberapa rombongan selebritas. Food Editor Interview Mag J Lee menangkap beberapa jinjingan paper bag berisikan Bubble Tea yang diduga merupakan pesanan Lisa BLACKPINK. Ini menegaskan satu hal bahkan di acara paling eksklusif sekalipun, selera personal tetap jadi prioritas.
Setelah gala, banyak tamu memilih berkumpul di kamar, bukan di ruang publik untuk menikmati makanan sambil berbincang santai. Ini adalah versi paling intim dari malam yang sangat publik di mana momen ketika persona karpet merah ditinggalkan, dan yang tersisa hanyalah manusia biasa yang lapar setelah hari panjang.