Sukses

Beauty

Si Gila Belanja!

Vemale.com - Cosmopolitan
Asyik! Gaji sudah masuk ke rekening, pertanda nanti bisa makan siang sushi di resto favorit! Hmm, kalau tak salah, di mal tersebut sedang ada sale besar-besaran. Bisa 'mengintip' sebentar, toh atasan lagi sedang ada bisnis di luar negeri hingga akhir minggu. Jadi, ke kantor sedikit telat tak masalah. Wah senangnya! Sudah pukul 12 lewat, saatnya berangkat. Yummy, sushi ini memang enak sekali. Tak heran harganya lebih mahal dibandingkan resto sejenisnya. Oke, saatnya window shopping. Ingat, hanya melihat-lihat saja. Karena tagihan kartu kredit bulan lalu saja sudah menumpuk dan sulit untuk dilunasi, tak butuh tambahan kredit yang menguras kantong. Dan, tentu saja, baju ini akan cocok jika dipadankan dengan sepatu tadi. Memang tak sedang diskon, sih, tapi kedua item ini bisa bikin si DIA terpana saat kencan nanti. Oh iya, si DIA beberapa minggu lagi ulang tahun. Mumpung sedang di sini, sekalian saja beli kado buatnya. Sepatu futsal yang ia idam-idamkan bisa jadi hadiah yang pas. Lalu bagaimana 'nasib' boots dan baju ini? Gesek kartu kredit, dan siap berangkat! Sambil menenteng belanjaan menuju toko sepatu pria, SMS masuk. Dari sahabat yang mengajak pergi nanti malam. Tentu saja tak boleh dilewatkan! Sudah lama tak bersua, dan hari ini pasti akan berakhir dengan bertukar cerita terbaru. Bertemu makan di resto, beberapa gelas koktail di longue eksklusif, dan siap pulang! Tak lama, tagihan kartu kredit datang ke kantor. Jumlahnya benar-benar tak masuk akal! Kapan pernah pergi ke... hmm... tunggu... tunggu. Semua detail yang dijabarkan benar, sih. Lalu bagaimana cara melunasinya kalau jumlahnya lebih besar dari gaji bulanan? Selamat datang di dunia belanja kompulsif! Memang kebanyakan yang jadi 'korban' adalah kaum wanita. Dan ini bukan hal yang bisa dikatakan sepele. Menurut studi yang dilakukan Stanford University tahun 2002, 60 juta warga Amerika keranjingan belanja, dan jumlahnya terus meningkat. Memang terdengar seperti adiksi yang lain, padahal ini termasuk masalah serius. Ambil contoh, seorang wanita bernama Betty Jean Barachie dari Amerika. Selama 8 tahun, ia sukses belanja barang sebanyak 1500 buah; mulai dari sepatu, tas, jeans, jam tangan, bahkan memasang kolam renang di belakang rumahnya. Dana sebesar 1,5 juta dolar ia dapatkan dari 'meminjam' uang di tempat ia bekerja sebagai seorang manajer. Dinyatakan bersalah, ia dijebloskan ke penjara selama 27 bulan. Ketika diperiksa, rumahnya penuh dengan barang belanjaan, dengan mayoritas barang masih ada label harganya. Ia tak bisa menahan diri untuk tak mengeluarkan uang. Menurut Dr. James Mitchell, ketua jurusan Neuroscience Universitas North Dakota School of Medicine and Health Sciences, belanja kompulsif juga dikenal sebagai compulsive-buying disorder atau oniomania, tingkat adiksi hingga destruksinya bisa sepadan dengan alkohol dan obat-obatan terlarang! Yup, separah itu, darling. Menurut Reid K Hester Ph.D, Direktur dan Peneliti dari Behaviour Therapy Associates di Amerika, hal ini memang sulit untuk dihindarkan, karena budaya 'mendorong' seseorang untuk berbuat konsumtif. Coba saja dilihat spanduk sale di mana-mana. Memang, artinya Anda membeli barang lebih murah, tapi tetap saja uang keluar dari dompet, bukan sebaliknya. Jika mengalami kesulitan mengontrol belanja, coba tanya pada diri sendiri, "Efek jangka pendek apa yang didapat dari berbelanja? Apakah membuat Anda jadi lebih baik atau merasa jadi 'bukan siapa-siapa' jika tak mengenakan tren terkini?" Jika jawabannya iya, artinya Anda belanja untuk meningkatkan rasa percaya diri, beda dengan yang belanja hanya untuk adrenalinnya saja. Yang berbahaya tentu saja yang kedua. Ingat kisah lamanya Winona Ryder yang tertangkap sedang mengutil di sebuah toko? Ia melakukannya bukan karena ingin mencuri, namun dilakukan untuk mendapatkan adrenaline rush dalam aksinya tersebut. Nah, ini tak beda jauh dengan para shopaholic. Jadi, Anda termasuk yang mana? [initial] Source: Cosmopolitan, November 2009, halaman 184 Provided by:
(Cosmo/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    Loading