Sukses

Beauty

Punya Rambut Sesuai Standar Kecantikan, Dian Sastrowardoyo Masih Kena Hair Bullying

Fimela.com, Jakarta Rambut lurus dan panjang merupakan standar kecantikan yang diakui dalam society. Sebab itu, banyak orang rela melakukan pelurusan dan sambung rambut demi mendapat kualifikasi rambut sesuai standar kecantikan.

Termasuk ingin punya rambut seperti Dian Sastrowardoyo, yang sejak debut filmnya sudah memiliki fitur rambut lurus dan panjang. Tapi, siapa sangka, Dian Sastrowardoyo pernah mengalami hair bullying atau perundungan rambut, nih.

"Rambut lurus dan panjang itu padahal sesuai standar kecantikan yang dianggap bagus. Tapi enggak juga, aku pernah mengalami hal kurang enak saat udah lama enggak potong rambut, katanya out of style, enggak fashionable, boring hair," ujarnya saat press conference virtual Dove #RambutkuMahkotaku, Rabu (20/4/2022).

Sejak saat itu, Dian yakin bahwa tidak ada satu perempuan pun yang bisa terhindar jadi korban hair bullying. Termasuk teman-temannya yang banyak mendapat komentar negatif pada pilihan gaya rambut, dari mulai potongan sampai hair color.

"Potong pendek katanya buang sial, ganti warna rambut dibilang kayak kemoceng atau disangka cewek nakal. Banyak teman-temanku yang juga dapat komentar negatif tentang rambut," sambungnya lagi.

Pengalaman yang dirasakan bintang 'AADC' tersebut pastinya relate dengan kita. Hal itu semakin menguatkan hasil survei yang dilakukan Dove, yang menyebutkan satu dari dua perempuan kerap mendapat komentar negatif pada rambutnya dan kebanyakan ejekan akan gaya atau penampilan rambutnya didapat dari orang terdekat yaitu keluarga atau sahabat. 

 

Kampanye Rambutku Mahkotaku Lewat Lagu

Sebagai salah satu solusi soal perundungan rambut yang bisa menyebabkan efek serius, Dove membuat kampanye 'Rambutku Mahkotaku' yang berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo dan empat perempuan inspiratif yang merepresentasikan keragaman rambut perempuan Indonesia. Mereka adalah Marischka Prudence - travel blogger, Poppy Sovia - aktris, Agnez Oryza - beauty blogger dan Natya Bestari - insinyur perkapalan, mereka adalah sosok perempuan dengan real stories yang pernah mendapatkan komentar negatif pada rambut.  

"Pengalaman mendapatkan ejekan rambut ternyata berdampak pada kepercayaan diri perempuan, bahkan bisa menghambat potensi diri. Sebanyak 88 persen perempuan merasa kehidupan sosialnya terganggu oleh standar kecantikan rambut, selain itu 75 persen perempuan kehilangan rasa percaya diri dan 60 persen perempuan tidak merasa percaya diri untuk keluar rumah," papar Senior Brand Manager Dove Stella Tika Lestari.

Kolaborasi Kampanye 'Rambutku Mahkotaku' juga melibatkan komposer Eka Gustiawana lewat lagu berjudul sama dengan tema campaign. Pengalaman membuat lagu bertema rambut menjadi yang pertama dan paling berkesan baginya.

"Lagu ini punya pesan yang kuat banget, semoga bisa menjadi anthem di setiap generasi, karena hair bullying akan terus terjadi di generasi sekarang sampai anak-anak kita nanti," sambung Eka.

#WomenForWomen

Loading