Sukses

Entertainment

Game On, Katy Parry Serang Balik Taylor Swift Lewat Lagu Terbaru

Jakarta Mungkin tadinya kita berpikir kalau Katy Perry dan Taylor Swift adalah teman dekat. Nyatanya tidak seperti yang terlihat, Fimelova. Lagu terbaru Katy Perry yang berjudul "1984" belakangan ini diduga sebagai bentuk balas dendam terhadap lagu Taylor Swift “Bad Blood” dari album "1989" yang juga baru rilis belum lama ini. Spekulasi ini disulut dengan adanya pemberitaan bahwa Katy mendaftarkan lagu "1984"-nya. Padahal, berita itu tidak benar.

Sudah dikonfirmasi oleh manajer Katy Perry bahwa 'the Mothers of Cat' ini sama sekali tidak terlibat dalam penulisan, pembuatan, dan pendaftaran lagu tersebut. Produser Katy yang bernama Andreas Carlsson-lah yang pertama mendaftarkan lagu "1984" di bulan September tahun lalu.

Meski rumor balas dendam melalui lagu ini tidak benar, tapi fakta bahwa hubungan tidak baik antara kedua superstar ini benar adanya. Permusuhan ini dipicu oleh hengkangnya dancer Katy Perry yang kemudian beralih ke Taylor Swift. Masalah ini naik ke permukaan setelah wawancara Tay di majalah Rolling Stone tahun 2014 dimana perempuan berusia 25 tahun secara terang-terangan menyatakan kalau ada penyanyi yang mencoba menyainginya, yeah, meski Tay tidak mau menyebutkan siapa orang tersebut.

Tapi publik tahu kalau pop star yang dimaksudkan Tay adalah Katy Perry. Sama-sama pernah menjalin kisah asmara dengan penyanyi John Mayer, rupanya itu bukan masalah di balik konflik internal dalam hubungan pertemanan mereka.

“Dia melakukan hal yang tidak menyenangkan,” kata T-Swift. “Seperti ‘Oh, kami adalah musuh.’ Dan ini bukan karena masalah laki-laki! Ini mengenai bisnis. Dia mencoba untuk menyabotase seluruh arena konser. Dia mencoba memperkerjakan orang-orang yang bekerja padaku.”

Tidak lama setelah rilisnya interview di majalah tersebut, Katy Perry berkicau di Twitter, “Watch out for the Regina George in sheep’s clothing….”

Yang jelas Fimelova, “Bad Blood” adalah lagu ekspresi kemarahan Tay pada penyanyi Firework berusia 30 tahun itu. Melihat status keduanya sebagai penyanyi perempuan papan atas di genre pop (siapa lagi selain mereka yang bolak balik merajai tangga lagu beberapa tahun terakhir?), persaingan Tay dan Kat akan terus kita amati dan tunggu perkembangan selanjutnya.

What's On Fimela
Loading