Sukses

FimelaMom

Waspadai Virus Nipah yang Bisa Berakibat Fatal pada Anak-anak

Fimela.com, Jakarta - Virus Nipah adalah penyakit menular berbahaya yang berasal dari hewan dan bisa menular ke manusia. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1998 di kawasan Sungai Nipah, Semenanjung Malaysia. Sejak saat itu, virus Nipah mulai mendapat perhatian dunia karena dampaknya yang serius.

Hingga kini, ribuan kasus virus Nipah telah dilaporkan di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, India, dan Bangladesh. Penyebaran virus ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama karena penularannya bisa terjadi melalui hewan. Anak-anak hingga orang dewasa memiliki risiko tertular jika tidak berhati-hati.

Menurut dr. Dominicus Husada, virus Nipah termasuk penyakit yang mematikan dengan tingkat kematian yang tinggi. Dari beberapa kasus, sebagian besar penderita tidak dapat diselamatkan jika terlambat ditangani. Karena belum ada antivirus khusus, pencegahan menjadi langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga.

Penyebab Terjangkit Virus Nipah

Virus Nipah ditularkan melalui hewan perantara, terutama kelelawar buah dan babi. Kelelawar dapat menularkan virus melalui air liur, urine, atau sisa gigitan pada buah yang kemudian dikonsumsi manusia. Selain itu, virus juga bisa menyebar melalui daging hewan yang terinfeksi dan dikonsumsi dalam kondisi mentah atau tidak matang.

Di beberapa negara, penularan juga terjadi melalui hewan ternak seperti babi, kuda, dan kontak langsung dengan lingkungan kandang yang terkontaminasi. Bahkan, urine hewan yang terinfeksi dapat menyebar melalui udara dan menginfeksi manusia.

Siapa yang Bisa Terkena Virus Nipah?

Virus Nipah dapat menyerang semua kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa, namun anak-anak tetap berisiko tertular. Penularan pada anak bisa terjadi melalui lingkungan keluarga atau konsumsi buah yang terkontaminasi oleh kelelawar.

Kelompok yang paling rentan terkena virus Nipah adalah mereka yang sering berinteraksi langsung dengan hewan. Peternak babi, pekerja kandang, petani, serta orang yang berhubungan dengan hewan ternak seperti babi dan kuda memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, laki-laki lebih banyak terinfeksi karena faktor pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Gejala Virus Nipah Jika Terkena

Gejala virus Nipah umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar 14 hari. Pada tahap awal, penderita bisa mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, batuk, muntah, serta nyeri saat menelan. Gejala-gejala ini sering kali disalahartikan sebagai flu biasa atau infeksi virus ringan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi dapat memburuk dan menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga berisiko berujung pada kematian. Meski tergolong penyakit yang mematikan, kasus virus Nipah sebenarnya terbilang jarang terjadi.

“Walaupun mematikan tapi jarang, masyarakat tidak perlu terlalu panik, namun tetap harus waspada,” ujar dr. Piprim.

Karena hingga kini belum tersedia antivirus khusus, penanganan pasien virus Nipah masih bisa di tangani. Perawatan yang diberikan meliputi pemberian obat untuk mengatasi muntah, bantuan oksigen, serta vitamin untuk menjaga kondisi tubuh pasien.

Cara Pencegahan Virus Nipah

Karena belum tersedia antivirus dan vaksin masih dalam tahap pengembangan, pencegahan menjadi kunci utama. Masyarakat dianjurkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. 

Buah-buahan harus dicuci bersih dan dikupas secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, terutama jika ditemukan bekas gigitan kelelawar. Hindari mengonsumsi buah atau makanan yang sudah terkontaminasi hewan. 

Pastikan daging dimasak hingga matang karena virus Nipah dapat mati pada suhu tinggi. Gunakan masker dan alat pelindung saat membersihkan kandang hewan, serta hindari kontak langsung dengan hewan ternak seperti babi dan kuda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading