Sukses

Health

Mengenal Dyspraxia, Gangguan Keterampilan Motorik yang Diderita Daniel Radcliffe

Fimela.com, Jakarta Dalam sebuah wawancara terbaru dengan surat kabar Daily Mail Inggris, Daniel Radcliffe mengakui secara terbuka untuk pertama kalinya bahwa dirinya menderiga dyspraxia. Dyspraxia adalah gangguan neurologis yang umumnya dikaitkan dengan kecerobohan.

Saat usianya 19 tahun, Daniel Radcliffe tidak bermasalah saat harus menghafal naskah untuk 5 film Harry Potter, bahkan debut Broadwaynya. Tapi lain cerita jika ia diminta mengikat tali sepatunya.

Daniel Radcliffe mengatakan bahwa gangguan keterampilan motoriknya tersebut terkadang menjadi sangat buruk, sehingga ia kesulitan menyelesaikan tugas-tugas sederhana, seperti mengikat sepatu atau menulis ucapan terima kasih. Ia juga bercerita bagaimana dulu ia mengalami banyak kesulitan di sekolah, menjadi omong kosong dalam segala hal, dan tidak memiliki bakat apapun yang terlihat, seperti dilansir dari abcnews.go.com.

Humas Daniel Radcliffe yang bernama Vanessa Davies juga pernah menjelaskan bahwa penyakit dyspraxia yang diderita aktor ini termasuk dalam kategori sangat ringan. Vanessa menjelaskan bahwa walaupun Daniel mampu mengikat tali sepatu, ia sering gagal melakukannya.

Dr Mark Hallett, seorang peneliti senior di National Institute of Neurological Disorders and Strokes di Bethesda, Md., menjelaskan bahwa penyebab dyspraxia masih belum diketahui. Menurut Dr Mark, dyspraxia adalah bentuk kecanggungan, yang sebagian besar terlihat pada anak-anak dan tidak dijelaskan oleh masalah yang lebih mendasar.

 

 

Tentang Dyspraxia

"Mereka yang mengalami dyspraxia mungkin mengalami masalah dengan hal-hal sederhana, seperti tali sepatu, lompat tali, atau melempar bola," jelas Dr Mark.

Warren Fried yang berusia 27 tahun dari Chicago mengatakan kepada ABCNews.com bahwa ia didiagnosis menderita dyspraxia pada usia 19 tahun, setelah bertahun-tahun menjalani masa kanak-kanak yang terisolasi tanpa penjelasan mengapa beberapa tantangan termudah dirasakannya sangat sulit.

"Ketika saya tumbuh dewasa, saya selalu tahu ada sesuatu yang berbeda tentang diri saya," kata Warren yang menambahkan bahwa mengancingkan baju dan ritsleting masih sulit untuknya.

Warren Fried mendirikan Dyspraxia USA untuk membantu keluarga lain yang memiliki anak-anak penderita gangguan tersebut. Daniel Radcliffe dan Warren Fried tidak sendirian dalam perjuangan mereka.

Menurut National Center for Learning Disabilities di New York City, memperkirakan ada sekitar 6% dari semua anak yang menunjukkan beberapa gejala dyspraxia dan 70% di antaranya adalah anak laki-laki. Berdasarkan keterangan dari Blanche Podhajski yang merupakan anggota dewan penasihat profesional National Center for Learning Disabilities, banyak anak selalu dianggap sebagai pribadi yang ceroboh, malas, atau tidak memiliki motivasi.

Tentang Dyspraxia

Tapi sebenarnya bukan itu masalahnya. Blanche yang juga merawat anak-anak dengan ketidakmampuan belajar di Stern Center for Language and Learning di White River, Vt., mengatakan bahwa seperti banyak gangguan lainnya, dyspraxia memanifestasikan dirinya dalam berbagai cara, tergantung pada anak itu sendiri.

"Dyspraxia bisa berarti bahwa seorang anak mengalami kesulitan berbicara atau sebaliknya, mungkin mereka mengalami kesulitan melakukan gerakan motorik, seperti menggunakan pensil dan kertas. Selain itu, banyak anak dengan gangguan tersebut memiliki tulisan tangan yang buruk," jelas Blanche.

Dengan tingkat keparahan dyspraxia yang sangat luas dari satu anak ke anak lainnya, tidak ada batas waktu kapan orangtua harus mencari perawatan medis untuk anak-anak mereka. Terapi okupasi dan psikis adalah pengobatan umum untuk dyspraxia.

Mencari pengobatan tergantung pada ambang batas kenyamanan anak itu sendiri. Banyak anak yang dirawat karena dyspraxia cenderung rentan terhadap rasa frustasi.

Hal terpenting untuk dikenali adalah bahwa tidak semua orang memiliki level yang sama di setiap keahlian. Kita memang harus belajar menghargai perbedaan individu, tapi jika perbedaan itu sedemikian rupa sehingga mengganggu fungsi kehidupan, mungkin sudah saatnya berkonsultasi dengan dokter anak.

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Rayakan Hari Jadi Film “Harry Potter” ke-20, Emma Watson Ungkap Hubungannya dengan Rekan Main