Sukses

Health

Tuberkulosis Bisa Sembuh dengan Minum Madu, Ini Penjelasannya

Fimela.com, Jakarta Tuberkulosis sendiri menjadi salah satu penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan. Seseorang yang menderita tuberkulosis akan menjalani pengobatan yang cukup panjang dan tidak boleh terputus.

Penyakit ini cukup sering dijumpai di Indonesia dengan jumlah kasus diperkirakan mencapai lebih dari 800.000 orang. Hal ini membuat Indonesia menempati peringkat tiga kasus TBC terbesar di dunia.

Proses penyembuhan tuberkulosis sendiri tidak hanya bisa dilakukan dengan cara medis. Melainkan bisa dibantu dengan bahan alami, seperti madu.

Madu sendiri dikenal sebagai bahan alami yang memiliki manfaat positif bagi kesehatan. Berbagai literatur menunjukkan bahwa madu telah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai suplemen untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit.

 

Kandungan dalam madu

Madu memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi. Untuk vitamin sendiri, madu merupakan sumber vitamin A, Bl, B2, B6, serta vitamin E dan K.

Sementara itu, madu juga kaya akan mineral yang baik untuk kesehatan seperti magnesium, kalsium, niasin, asam pantotenat, riboflavin, kalium, fosfor, besi, mangan, asam amino dan masih banyak lagi. Kandungan-kandungan tersebut sudah terbukti mendukung kesehatan secara optimal. Madu juga sangat kaya akan antioksidan dan dapat berfungsi sebagai antibiotik alami.

Dari berbagai manfaatnya yang mendukung penyembuhan berbagai penyakit, madu juga dapat bermanfaat untuk mendukung penyembuhan penyakit pernapasan seperti Tuberkulosis (TBC).

 

Kemampuan madu untuk membunuh bakteri

“Madu memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri dan jamur tertentu. Oleh karena itu, madu dapat membantu penderita TBC untuk mengatasi keluhan batuk. Hal ini penting mengingat TBC ditularkan saat penderitanya batuk," ungkap Dr. Hj. Dewi Masyithoh, SP., M.Pt., Owner & Komisaris Kembang Joyo Group.

Selain bermanfaat untuk batuk, penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Mulago Hospital menunjukkan bahwa madu tak hanya mempercepat proses penyembuhan, tetapi juga menghambat bakteri TB untuk menyebar ke bagian lain tubuh.

Dilansir dari The Observer, bakteri TBC cenderung pertama menyebar dan menginfeksi paru-paru dan kemudian pindah ke seluruh sistem peredaran darah. Jika seseorang tidak menjalani pengobatan TBC tepat waktu, infeksi dapat menyebar ke ginjal, tulang belakang dan organ perut, yang bisa berakibat fatal.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading