Sukses

Health

Tanda-tanda Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Fimela.com, Jakarta Anemia merupakan masalah kesehatan yang hampir terjadi di seluruh dunia, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Anemia terjadi karena konsentrasi sel darah merah atau hemoglobin rendah.

Anemia dapat dialami oleh siapa saja baik itu anak kecil, orang dewasa, orang tua maupun ibu hamil. Dalam hal ini anemia yang hendak dibahas adalah anemia yang dialami oleh ibu hamil.

Tahukah kamu bahwa anemia dalam kehamilan dapat memberikan dampak buruk bagi ibu maupun sang janin yang sedang di kandungnya? Anemia dalam kehamilan bukan saja dapat memberikan efek buruk pada masa mengandung, tapi juga memberikan efek buruk pada saat melahirkan dan masa nifas seperti pertumbuhan janin terhambat, berat badan lahir rendah, kematian janin dan lain sebagainya.

Untuk itu, sebaiknya kamu tahu lebih banyak mengenai gejalanya. Fimela.com kali ini akan mengulas tanda-tanda anemia pada ibu hamil yang perlu diwaspadai. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

1. Faktor Genetik

Penyebab anemia pada ibu hamil yang pertama karena faktor genetik. Sebab, beberapa variasi genetik rupanya dapat menyebabkan produksi sel darah merah pada tubuh tidak berjalan normal. Alhasil, sel darah merah tidak mampu bertahan lama di pembuluh darah sehingga mengganggu jalannya oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh.

Maka dari itu, kelainan genetik menjadi penyebab anemia pada ibu hamil yang tidak terelakkan. Cara untuk mencegahnya berkembang parah adalah dengan mengonsumsi makanan mengandung zat besi tinggi.

2. Kekurangan Asupan Zat Besi

Penyebab anemia pada ibu hamil berikutnya adalah kekurangan asupan zat besi. Jika seorang wanita kekurangan asupan zat besi, besar kemungkinan masa kehamilan akan berjalan tidak normal. Untuk itu, makanan yang mengandung zat besi harus banyak dikonsumsi wanita untuk terhindar dari penyakit ini.

Pasalnya, zat besi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pembentukkan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Padahal, ibu hamil membutuhkan zat besi ekstra sebanyak 14,8 mg per hari. Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah bayam, daging sapi, kacang merah, tomat, tiram, dan banyak lainnya.

3. Kadar Hemoglobin Rendah

Keadaan hemoglobin yang normal dan sehat memiliki peranan penting untuk mengangkut oksigen dan nutrisi di dalam tubuh ibu hamil dan juga janin yang dikandung. Namun, kadar hemoglobin rendah menjadi penyebab anemia pada ibu hamil karena penderitanya akan mengalami kekurangan darah.

4.Inflamasi Kronis

Selain kadar hemoglobin rendah, penyebab anemia pada ibu hamil selanjutnya adalah inflasi yang mengakibatkan sistem imun tubuh menghasilkan protein sitokin untuk mekanisme kesehatan.

Meski demikian, protein sitokin rupanya memiliki pengaruh terhadap respon tubuh, khususnya terhadap EPO sehingga menghambat penyerapan zat besi. Contoh inflamasi kronis sebagai penyebab anemia pada ibu hamil adalah HIV/AIDS, Tuberkulosis, Siphilis, Infeksi jantung dan Infeksi tulang.

5. Penyakit Ginjal

Apabila seseorang menderita gangguan pada ginjal, besar kemungkinan mereka terserang anemia. Ditambah jika mereka adalah ibu hamil. Hal ini disebabkan karena penyakit ginjal memicu terjadinya gangguan pada produksi hormon EPO dan penyerapan zat besi yang salah. Penyakit ginjal masuk ke dalam salah satu penyebab anemia pada ibu hamil yang perlu diwaspadai.

6. Kanker

Penyebab anemia pada ibu hamil lainnya adalah kanker. Julukan kanker sebagai penyakit terganas rupanya bukan tanpa sebab. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga mempengaruhi fungsi organ tubuh lainnya yang awalnya sehat-sehat saja. Contoh kanker yang menjadi penyebab anemia pada ibu hamil adalah kanker payudara dan kanker limfa.

Tanda-tanda Anemia pada Ibu Hamil

Setelah mengetahui penyebab anemia pada ibu hamil, selanjutnya kamu juga perlu mengetahui gejala yang ditimbulkan pada saat ibu hamil mengalami anemia. Adapun gejala anemia pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

  • Tampak pucat di kulit, bibir, dan kuku.
  • Lelah.
  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Berdebar-debar.
  • Sulit berkonsentrasi.

Pada fase awal, ibu hamil mungkin belum menunjukkan gejala yang berarti. Bahkan banyak dari gejala di atas itu, bisa timbul meski ibu hamil tidak mengalami anemia. Oleh sebab itu, sebaiknya perlu melakukan pemeriksaan prenatal rutin dan darah bila ditemui indikasi.

Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Selain melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, cara mengatasi anemia lainnya bisa kamu lakukan lainnya adalah tindakan pencegahan. Agar tidak mengalami anemia saat kehamilan, kamu perlu mencegahnya dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan vitamin B lainnya. Selain itu, usahakan juga untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, setidaknya 3 sajian per harinya.

Adapun makanan yang baik untuk mencegah anemia pada ibu hamil yakni sayur-sayuran yang kaya akan nutrisi terutama sayuran hijau yang kaya akan zat besi seperti bayam dan brokoli, buah-buahan yang diperkaya vitamin A, vitamin B, vitamin C dan zat besi seperti buah pisang. Makanan lain yang mengandung zat besi yang baik untuk mencegah anemia pada ibu hamil adalah daging, kacang-kacangan, kurma, madu dan oatmeal.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading