Sukses

Info

Drainase Vertikal Bikin Jakarta Bebas dari Banjir Lokal

Fimela.com, Jakarta Memasuki musim hujan, wilayah DKI Jakarta berpotensi menimbulkan banjir. Sejumlah titik yang terkenal banjir dan sering terjadi genangan lokal saat hujan turun menjadi fokus pemprov DKI Jakarta.

Salah satunya ruas jalan Taman Radio Dalam VII, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Daerah ini kini tidak lagi terjadi genangan lokal karena telah dibangun 25 titik sumur resapan alias drainase vertikal. Drainase vertikal inilah yang mampu menampung air hujan.

Ada dua jenis drainase vertikal, yakni buis beton dan modular. Namun Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal menyebut DKI Jakarta kebanyakan menggunakan drainase tipe buis beton. Jenis ini memiliki diameter sekitar satu meter dan kedalaman 2-3 meter.

Hal ini dilakukan agar drainase terlihat rapi karena posisi sejajar dengan permukaan tanah dan tidak mengganggu aktivitas warga. Lokasi pembangunan drainase vertikal ini juga beragam mulai dari trotoar, persil, dan jalan lingkungan.

 

Drainase vertikal untuk kurangi genangan

Ketika hujan, air yang jatuh dari talang akan langsung masuk ke drainase vertikal. Hal ini akan mengurangi volume air yang masuk ke dalam saluran sehingga potensi genangan di sekitar bisa dihindari.

Air hujan yang masuk ke dalam sumur resapan bisa dijadikan sebagai cadangan air terhadap air tanah. Sehingga dapat memperbaiki kualitas air di kota besar yang masif akan pembangunan.

Sebagian besar permukaan tanah telah tertutup beton atau dicor sehingga tidak bisa menyerap air ke dalam tanah. Ketika resapan alami terganggu, perlu dibuat resapan buatan seperti drainase vertikal untuk menanggulangi terjadi genangan lokal.

 

Total drainase yang dibangun

Per 1 November 2021, pembuatan sumur resapan di DKI Jakarta telah mencapai 53 persen atau 16.045 seumur resapan dari total target 26.932 titik.

"Drainase vertikal menjadi salah satu upaya, tentu masuk banyak cara lain dari Pemprov DKI Jakarta dalam menangani bencana hidrometeorologi yang cukup kompleks di Ibukota sejak dulu kata," kata Yusmada dalam konferensi pers.

Selain pembangunan drainase vertikal, Pemprov DKI Jakarta mengimbau warganya juga untuk membantuk pencegah banjir. Seperti dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan, dan menyiapkan mitigasi banjir untuk warga yang tinggal di daerah rawan banjir.

Simak video berikut ini

#elevate women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Banjir Jakarta Umumnya Bisa Ditangani Dalam Waktu Kurang dari Enam Jam
Artikel Selanjutnya
Banjir Jakarta, Berikut Daftar Sebaran Titik Genangan yang Masih Terjadi