Sukses

Lifestyle

Dalam Memaafkan, Hal Tersulit adalah Berdamai dengan Perasaan Terluka

Fimela.com, Jakarta Saat seseorang melakukan kesalahan terhadap kita dan dia meminta maaf, maka sudah hal yang bijak bagi kita untuk memaafkannya. Bagi sebagian orang, memaafkan kesalahan seseorang bisa cukup mudah. Namun, bagi sebagian orang yang lain, memaafkan seseorang butuh perjuangan yang luar biasa.

Agar bisa memaafkan seseorang, kita perlu menghapus perasaan benci dan menghalau rasa ingin balas dendam. Walaupun sudah jelas dia yang berbuat salah kepada kita, tetapi memaafkannya begitu saja bisa butuh waktu yang cukup lama. Kadang hal tersulit dalam memaafkan adalah berdamai dengan perasaan terluka yang kita miliki.

Mengobati Luka Sendiri Tidak Selalu Mudah

Misalnya, ada seseorang yang sudah mengkhianati kita. Kita sudah memutuskan untuk memaafkan kesalahannya. Perkara mungkin selesai dalam urusan memaafkan. Hanya saja setelah itu kita kadang masih harus berjuang untuk mengobati luka kita sendiri. Setiap kali teringat kesalahan yang telah ia lakukan terhadap kita, perasaan sedih kadang masih kerap muncul. Di sinilah perjuangan yang harus kita hadapi sendiri.

 

Life becomes easier when you learn to accept an apology you never got. ― Robert Brault

Menciptakan Keikhlasan pada Hati yang Terluka Itu Berat

Sangat wajar bila kita mungkin akan sulit untuk bisa benar-benar ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Terlebih karena hati dan perasaan kita sedang terluka. Maka, membangun keikhlasan yang benar-benar tulus butuh upaya yang keras. Namun, saat orang yang sudah berbuat salah terhadap kita benar-benar menunjukkan kesungguhannya dalam meminta maaf dan memperbaiki sikapnya, maka hati kita pun akan lunak dengan sendirinya.

Walau Berat, Memaafkan adalah Cara Terbaik untuk Menenangkan Hati

Kita memang terluka. Kita menjadi orang yang sangat dirugikan karena kesalahan seseorang. Seseorang telah membuat kita kecewa. Dalam kondisi-kondisi seperti itu, hari-hari kita mungkin akan terasa tidak menyenangkan. Ada perasaan gelisah, marah, kesal, dan campur aduk lainnya. Sampai pada satu titik saat kita memutuskan untuk memaafkan, maka hati kita akan perlahan-lahan tenang.

Semoga hati kita yang masih keras saat ini bisa melunak dan mulai memaafkan seseorang yang telah bersalah dan melukai perasaan kita. Semoga dengan memaafkan, hidup kita bisa jauh lebih baik dan tenang.

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Pelajaran Cinta dari Drama Korea Touch Your Heart, Sudah Nonton?
Artikel Selanjutnya
Dukung Seniman Indonesia di Masa Krisis Covid-19 Lewat Arisan Karya