Sukses

Lifestyle

Sebelum Meninggal karena COVID-19, Perempuan Ini Tinggalkan Pesan yang Getarkan Hati

Fimela.com, Jakarta Sara Montoya membagikan pesan penting dalam sebuah video saat sedang dirawat di rumah sakit. Akhir Juni lalu, Sara, suaminya, dan ayah mertuanya terinfeksi COVID-19. Ibu dari tiga anak asal El Paso, Texas ini sebelumnya tidak pernah keluar rumah. Dia adalah seorang ibu rumah tangga dan hanya pergi keluar rumah sesekali untuk berbelanja atau memberi barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Sara (43 tahun), seperti yang dilansir dari laman people.com, awalnya mengalami gejala infeksi sinus biasa tapi langsung disuruh pulang dari rumah sakit saat ia ingin dites COVID-19. Sampai kemudian ia pergi ke sebuah tempat tes COVID-19. Sembari menunggu hasilnya keluar, Sara mulai mengalami demam yang parah.

Tanggal 1 Juli, Sara masuk rumah sakit dan diketahui dirinya positif terinfeksi virus corona. Saat dirawat di rumah sakit itulah ia membuat sebuah yang memuat pesan penting.

Pentingnya Mengenakan Masker dan Tidak Keluar Rumah

"Tidak pernah sekali pun aku mengira akan berjuang untuk bisa bernapas, sesuatu yang bisa kita dapat dengan mudah setiap hari saat kita bangun tidur. Tolong jangan bahayakan keluargamu. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini tidak sepadan. Kenakan maskermu. Jangan keluar jika tidak penting," pesannya dalam video yang ia unggah di halaman Facebook-nya pada tanggal 5 Juli.

Selama menjalani perawatan, Sara berjuang untuk sembuh dan tidak putus asa. Meski tak bisa dipungkiri bahwa ia merindukan anak-anaknya dan suaminya. Dia berusaha keras untuk sembuh dan pulih.

Sayangnya, setelah 44 hari Sara berada di rumah sakit, dokter mengharuskan Sara mengenakan ventilator. Jasmin Chavez, putri Sara yang berusia 24 tahun sempat berbicara dengan ibunya. "Aku langsung berurai air mata dan menangis... 'No llores mi nina' (Jangan menangis lagi, putriku) adalah kata-kata terakhir yang kudengar dari ibuku," ujar Jasmin.

Kondisi Sara sempat stabil dan sedikit membaik, tapi setelah seminggu dalam ventilator, dokter menemukan MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) di paru-paru Sara.

Jasmin mengatakan sempat berkomunikasi dengan ibunya via Zoom. Dia merasa begitu sedih melihat kondisi ibunya yang dipasang banyak selang dari mulut dan dadanya. Bahkan wajah ibunya sering bengkak.

Dokter sudah berusaha maksimal tapi tidak bisa berbuat banyak. Sampai akhirnya tanggal 13 Agustus lalu Sara meninggal dunia.

"Ibu masih muda. Hidupnya masih panjang. Bulan November nanti dia akan mendapatkan cucu pertamanya," kata Jasmin. Jasmin membuat halaman GoFundMe untuk membantu keluarganya membayar biaya pemakaman dan biaya perawatan Sara. Serta meminta orang-orang untuk mendengarkan peringatan dan pesan mendiang ibunya.

"Orang-orang semestinya tidak main-main dengan virus ini dan tetap tinggal di rumah jika bisa," papar Jasmine. Pesan yang disampaikan Sara merupakan hal yang benar-benar penting. Penting untuk tetap mengenakan masker dan menjaga diri dengan baik di tengah pandemi. Kesehatan kita dan kesehatan orang-orang tercinta kita sangatlah berharga.

#ChangeMaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading