Sukses

Lifestyle

Caraku Menabung dan Berinvestasi demi Target Pensiun Dini

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Ratna Junita

Pernah nggak sih kebayang mandiri finansial di usia 40 tahunan? Pikiran untuk bisa pensiun muda sebenarnya sudah lama hadir, tapi aku selalu nanya bagaimana caranya bisa mandiri finansial, bagaimana caranya bisa nggak kerja tapi uang tetap ada di umur yang udah waktunya untuk istirahat.

Dilasir dari tempo.co rata-rata usia pensiun di Indonesia sekitar umur 57-65 tahun, padahal kalau kita bisa mengelola keuangan sedini mungkin dan mengubah mindset kita seputar keuangan, maka kita lah yang menentukan kapan kita mau pensiun, apalagi kalau bisa pensiun dini. Meski aku masih duduk dibangku kuliah, nggak menghalangi aku untuk berpikir jauh ke depannya, padahal mengelola keuangan dan tahu perencanaan keuangan sedini mungkin itu adalah nilai plus untuk menghindari resiko dan belajar lebih banyak seputar keuangan.

Nah, kapan sih waktu terbaik mengelola keuangan? Sejatinya setiap hari adalah hari terbaik untuk mengelola keuangan pribadi. Tapi tentu seiring dengan bekal pengetahuan seputar pengelolaan uang, jangan sampai karena terlalu semangatnya salah menentukan target dan tujuan mengumpulkan uang.

Sejak lulus SMA, aku selalu membuat target berapa uang yang harus terkumpul 4 tahun kemudian setelah tamat kuliah. Tapi yang namanya target tanpa usaha hasilnya bakalan nihil juga apalagi dibarengi dengan bekal ilmu keuangan yang nggak ada, ditambah kurang cari referensi seputar keuangan. Akhirnya aku sadar bahwa penting untuk mulai menabung.

Tabungan pertama yang aku miliki ialah tabungan berjangka dua tahun, yang ketika itu aku mulai sejak semester lima. Awalnya sedikit kecewa sama diri sendiri, kenapa nggak mulai nabung dari dulu. Tapi tetap harus optimis, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. bahwa sekiranya menabung adalah suatu yang memang perlu diperjuangkan, perlu dipelajari dan dieksekusi.

Menabung dan Berinvestasi

Bulan-bulan pertama menabung harus menyesuaikan dengan uang saku bulanan, takut-takut tidak cukup diakhir bulan nanti. Enam bulan pertama masa penyesuaian, rasanya seperti menyesal karena otomatis uang bulanan nggak sesuai target awal dikasih, ditambah harus menghemat segala pengeluaran, harus irit untuk nggak kemana-mana, asalkan budget nabung dan beli buku ada.

Untuk pemula yang baru mau nabung harus mendahulukan mengubah mindset nabung itu sendiri. Kenapa harus menabung? Apa tujuan menabung? Jadikan menabung itu seperti kebiasaan dan hal yang harus dilakukan setiap bulannya, dijamin kalian nggak bakal rugi.

Baru-baru ini aku mulai 2 investasi untuk pemula, yakni investasi reksadana dan tabungan emas, untuk yang tabungan emas aku akui memang masih pada tahap coba-coba. Intinya kita harus mau belajar, rugi ataupun untung itu bisa dijadikan pembelajaran, yang paling utama ialah ketika niatnya udah bulat maka langsung eksekusi.

Untuk investasi reksadana aku baru mulai 1 bulan ini, sebenarnya agak ngerasa bersalah juga kenapa nggak dari awal semester kuliah mulai berinvestasi, maklum kebanyakan takutnya kebanyakan mikir takut ketipu investasi bodong. Asalkan kalian bisa pilih platfrom yang sesuai dengan budget yang mau diinvestasikan juga sebanding dengan profil risiko kamu. Jangan lupa sedekah, sisihkan 0,2 persen dari uang saku bulanan untuk sedekah, lebih banyak lebih baik, agar harta yang disimpan ataupun yang terpakai lebih terasa nikmatnya.

Selagi masih muda tidak salah untuk membuat rencana keuangan jangka panjang dan jangka pendek, untuk kehidupan yang lebih baik. Seminimal mungkin terhindar dari utang. Meski pada beberapa hal, utang adalah penyelamat terakhir di saat kondisi keuangan lagi berantakan.

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Resep Bumbu Soto Daging yang Bening dan Segar
Artikel Selanjutnya
Dilema Uang yang Datang dan Pergi Begitu Cepat Memang Bikin Stres