Sukses

Lifestyle

Perempuan yang Sementara Menutup Hati karena Tak Mau Terluka Lagi, Bukanlah Pecundang

Fimela.com, Jakarta Proses untuk menyembuhkan luka hati kadang tidak sebentar. Sebagian di antara kita butuh waktu yang lama dan panjang untuk benar-benar pulih. Bahkan butuh banyak air mata untuk membasuh setiap luka.

Kadang kita memutuskan untuk sementara waktu menutup hati. Bukan karena menolak cinta atau terlalu egois, melainkan untuk lebih memudahkan kita untuk kembali pulih. Dengan menutup hati untuk beberapa waktu, kita bisa terhindar dari risiko terluka lagi.

Meluangkan Lebih Banyak Waktu untuk Diri Sendiri Bisa Memulihkan Jiwa

Untuk beberapa waktu kita memang perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Saat dunia seakan berpaling dari kita dan orang-orang terdekat kita menjauh dari kita, maka kita perlu kembali berdamai dengan diri sendiri. Menutup hati untuk sementara bisa membantu proses untuk memulihkan luka di jiwa. 

“Letting go doesn't mean that you don't care about someone anymore. It's just realizing that the only person you really have control over is yourself.”― Deborah Reber, Chicken Soup for the Teenage Soul

Bukan berarti kita menolak cinta. Menutup hati yang dimaksud di sini adalah tidak sembarang membiarkan orang asing mengisi hati kita. Menutup diri dari ancaman-ancaman untuk kembali terluka dan tersakiti. Lebih berhati-hati dalam berbagi rasa dan cinta.

Moving On Selalu Butuh Proses

Orang bisa bilang dengan mudahnya untuk menyuruh kita segera move on. Namun, pada praktiknya untuk bisa membuka lembaran baru butuh proses yang tak sebentar. Ada serpihan-serpihan luka yang perlu kita sembuhkan. Ada kepingan-kepingan hati yang perlu kita satukan kembali. 

“Cry. Forgive. Learn. Move on. Let your tears water the seeds of your future happiness.”― Steve Maraboli

Maksud dari menutup hati di sini adalah bersedih secukupnya. Ada kalanya kita perlu untuk jujur pada diri sendiri. Jujur bahwa kita sedang sedih dan butuh waktu untuk sendiri terlebih dahulu. Kita perlu menenangkan diri dengan tidak terlalu buru-buru membuka hati. Sebab terlalu terburu-buru membuka hati untuk sembarang orang bisa malah memperburuk keadaan.

Menyendiri untuk Sementara Waktu Itu Perlu

Di antara kita ada yang perlu benar-benar tenang dan berdamai dengan keadaan  untuk bisa melanjutkan hidup dengan lembaran baru. Proses sembuhnya sebuah luka hati bisa berbeda-beda pada setiap individu. Jika yang kamu butuhkan saat ini adalah menyendiri untuk sementara waktu dan menutup hati untuk beberapa saat, maka lakukan saja. Izinkan dirimu menerima situasi dan kondisi yang ada saat ini.

“Every woman that finally figured out her worth, has picked up her suitcases of pride and boarded a flight to freedom, which landed in the valley of change.”― Shannon L. Alder

Bersedih bukanlah sikap pecundang. Kita tetap butuh bersedih dan menangis, tapi secukupnya saja. Kita perlu membangun jarak dan mengambil jeda selama beberapa waktu untuk bisa kembali melangkah lanjutkan hidup dengan hari-hari baru yang lebih berwarna. 

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Hilang Pekerjaan Akibat Pandemi Virus Corona, Seorang Pramugari Divonis 28 Bulan Penjara Akibat Jadi Kurir Narkoba
Artikel Selanjutnya
Fimela Fest 2020: Kate Middleton Bicara Pentingnya Kesehatan Mental Mahasiswa di Pandemi