Sukses

Lifestyle

7 Tanda Kamu Kekurangan Vitamin D dan Cara Mengatasinya

Fimela.com, Jakarta Berada di lingkungan bercuaca hangat membuat tubuh jauh lebih mudah untuk mendapatkan vitamin D yang cukup. Penting untuk memastikan kamu mendapatkan vitamin D yang cukup setiap hari karena vitamin D memainkan banyak peran penting dalam membantu tubuh sehat, termasuk regulasi hormon, menjaga kesehatan tulang, dan menjaga sistem kekebalan tetap kuat.

Sinar matahari adalah salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Banyak orang bisa mendapatkan jumlah vitamin D yang cukup dengan berjemur di bawah matahari selama 15 sampai 30 menit.

Namun, paparan sinar matahari bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan dosis vitamin D yang sehat, kamu juga bisa mendapatkannyaa dari makanan, seperti ikan berminyak, susu, telur, dan suplemen. Dilansir dari huffpost.com, kebanyakan orang membutuhkan sekitar 600 hingga 800 IU vitamin D per hari, meskipun ada beberapa orang yang membutuhkan lebih banyak, seperti orang berkulit gelap, orang dewasa yang lebih tua, orang yang jarang terkena sinar matahari, dan orang dengan kondisi yang membatasi penyerapan lemak.

Saat kamu tidak mendapatkan vitamin D yang cukup, tubuh akan merasakan efeknya. Kekurangan vitamin D datang dengan sejumlah gejala, mulai dari kelelahan, hingga nyeri otot dan rambut rontok.

Penelitian menunjukkan bahwa presentase orang yang kekurangan vitamin D cukup signifikan. Berikut ini adalah beberapa tanda kamu kekurangan vitamin D.

1. Kelelahan

Orang dengan tingkat vitamin D yang sangat rendah mungkin mengalami kelelahan. Terkadang kelelahan ini bisa sangat parah.

Kelelahan juga bisa menjadi gejala dari terlalu banyak vitamin D. Tingkat vitamin D yang terlalu tinggi dalam aliran darah lebih besar dari 250ml, yang mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsi suplemen lebih tinggi dari 10.000 IU setiap hari.

2. Kelemahan otot dan nyeri otot

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri dan kelemahan otot. Jika kamu mengalami banyak nyeri otot dan tidak yakin penyebabnya, kamu mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter.

 

 

3. Rambut rontok

Kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan rambut rontok dan perlambatan pertumbuhan rambut karena folikel terhambat. Kondisi autoimun yang disebut alopecia telah dikaitkan dengan kekurangan vitamin D, di mana rambut di seluruh tubuh berhenti tumbuh karena kematian folikel.

Vitamin D dimetabolisme di kulit oleh sel yang disebut keratinosit, yang menghasilkan keratin yang menjaga kesehatan rambut. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin D, keratinosit mungkin kesulitan memfasilitasi pertumbuhan rambut dan kamu bisa mengalami kerontokan.

4. Sering sakit

Vitamin D berperan besar dalam kekebalan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan sistem kekebalan yang lebih lemah.

Jika kamu sering sakit, penting untuk disadari bahwa kamu mungkin kekurangan vitamin D. Selain sering sakit, kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan peningkatakn kondisi autoimun dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

5. Sakit tulang

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu tubuh menyerap kalsium. Ia bertindak sebagai enzim untuk memindahkan kalsium ke tulang.

Osteoporosis, nyeri tulang, osteomalacia, dan masalah kerangka, jaringan ikat, dan otot lainnya dapat terjadi tanpa vitamin D. Tanpa vitamin D yang cukup, kelenjar paratiroid akan mengambil kalsium dari tulang karena tidak dapat dimetabolisme dengan baik tanpanya.

6. Depresi dan perubahan perilaku lainnya

Tidak ada penelitian medis yang menyatakan bahwa vitamin D adalah penyebab atau penawar depresi, tapi ketika sistem tidak bekerja dengan baik, tubuh berfungsi berlebihan secara sistemik. Ini menyebabkan kelelahan dan kabut otak, serta peradangan.

Jika tulang tidak menerima kalsium yang mereka butuhkan, dan otot serta jaringan ikat bekerja terlalu keras untuk menopang kerangka, orang mungkin mengalami kelelahan. Seiring waktu, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental, keseimbangan hormon, dan kesehatan secara keseluruhan.

7. Penambahan berat badan

Penelitian saat ini tidak menetapkan hubungan yang jelas antara kekurangan vitamin D dan penambahan berat badan, tapi ada hubungan yang mapan antara kadar vitamin D yang rendah dan obesitas. Bagaimana menurutmu?

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Melonjak, Jokowi Panggil Perangkat Pemerintah ke Istana
Artikel Selanjutnya
Belajar dari Christian Eriksen dan Markis Kido, Ini Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung